Fenomena Langit Desember 2025: Ada 2 Hujan Meteor hingga Komet 31/ATLAS Paling Dekat Bumi

Bulan Desember, dengan malam-malamnya yang panjang dan gelap, selalu menjadi surga bagi para pecinta astronomi. Desember 2025 menjanjikan tontonan yang sangat istimewa.

Dimulai dengan penutupan fenomena supermoon, sebagian besar sisa bulan akan diselimuti kegelapan yang sempurna untuk mengamati dua hujan meteor, kunjungan komet antarbintang yang sangat langka, dan merayakan malam terpanjang di tahun ini.

**Rangkaian Fenomena Astronomi Desember 2025**

**1. Supermoon Terakhir Tahun 2025**

Tanggal 4 Desember menandai penutupan rangkaian tiga supermoon berturut-turut dengan Full Cold Supermoon. Bulan purnama yang dijuluki Cold Moon ini akan mencapai ukuran penuhnya pada pukul 18:14 EST (sekitar 6:14 WIB keesokan harinya).

Meskipun ukurannya mungkin tidak sebesar supermoon di bulan November, fenomena ini tetap menjadi penutup yang mengesankan di akhir tahun.

**2. Hujan Meteor Geminids: Pertunjukan Terbaik Tahun Ini**

Jika Anda hanya berkesempatan menyaksikan satu hujan meteor dalam setahun, hampir semua sumber astronomi merekomendasikan Hujan Meteor Geminids pada 13-14 Desember.

Hujan meteor ini dikenal sangat stabil, dapat diandalkan, dan terjadi saat malam hari sangat panjang. Geminids dimulai lebih awal—hanya beberapa jam setelah senja—dan berlanjut sepanjang malam.

**Cara Menyaksikan Geminids**

Pada puncaknya, yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 03:00 pagi pada 14 Desember, Anda dapat berharap melihat hingga 75 meteor per jam.

Untuk menyaksikannya, carilah konstelasi Gemini di langit timur, yang akan mencapai elevasi tertingginya sekitar pukul 02:00 pagi. Meteor akan tampak berasal dari dekat bintang kembar konstelasi tersebut, Castor dan Pollux.

**3. Komet Antarbintang Langka 3I/ATLAS**

Penggemar astronomi pasti telah mengikuti kisah Komet Antarbintang 3I/ATLAS yang langka ini. Kode “3I” pada namanya adalah bukti kelangkaannya: ini adalah objek ketiga yang berasal dari luar Tata Surya yang pernah ditemukan.

Komet ini akan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada 19 Desember. Namun, “terdekat” tidak berarti benar-benar dekat atau berbahaya.

**Jarak Aman dari Bumi**

Komet 3I/ATLAS masih berjarak 170 juta mil, atau sekitar dua kali jarak antara Bumi dan Matahari. Meskipun akan terlihat sepanjang Desember, mata telanjang tidak akan cukup.

Anda memerlukan teleskop yang memadai untuk menemukannya. Para ahli merekomendasikan untuk melihat ke arah konstelasi Virgo dan Leo.

**4. Solstis Musim Dingin: Malam Terpanjang**

Seperti yang pernah ditulis penyair John Donne, inilah tengah malamnya tahun. Bagi mereka yang berada di Belahan Bumi Utara, 21 Desember akan menjadi hari terpendek di tahun 2025, yang dikenal sebagai solstis musim dingin.

**Mengapa Solstis Terjadi?**

Fenomena solstis terjadi karena sumbu Bumi miring pada sudut 23,4 derajat relatif terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari. Kemiringan ini menyebabkan satu belahan menerima lebih banyak sinar matahari daripada yang lain.

Kabar baiknya, malam yang panjang pada solstis ini menciptakan kegelapan yang sempurna untuk aktivitas pengamatan bintang.

**5. Hujan Meteor Ursids: Penutup Tahun**

Hanya sehari setelah solstis musim dingin, ada hujan meteor lain yang bisa disaksikan pada 22 Desember. Meskipun Hujan Meteor Ursids tidak mencapai tingkat kecerahan yang sama dengan Geminids, mereka tetap memberikan pasokan meteor yang stabil.

**Waktu Terbaik Pengamatan**

Fakta bahwa hujan meteor ini terjadi pada malam terpanjang kedua tahun ini, dan dengan sangat sedikit cahaya bulan yang mengganggu, menjadikan tahun ini waktu terbaik untuk mencoba melihatnya.

Waktu optimal adalah tepat sebelum fajar. Siapkan alarm, lihat ke utara, dan nikmati sesi meteor terakhir untuk tahun 2025.

**Tips Pengamatan Optimal**

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik dalam mengamati fenomena astronomi Desember 2025:

– Carilah lokasi dengan polusi cahaya minimal
– Biarkan mata beradaptasi dengan kegelapan selama 15-20 menit
– Gunakan aplikasi astronomi untuk membantu identifikasi konstelasi
– Siapkan kursi atau tikar untuk berbaring dengan nyaman
– Pakai pakaian hangat karena udara malam Desember yang dingin

**Manfaat Malam Panjang Desember**

Malam-malam panjang Desember memberikan keunggulan tersendiri bagi pengamat langit. Dengan waktu kegelapan yang lebih lama, peluang untuk mengamati berbagai fenomena astronomi menjadi lebih besar.

Kombinasi antara minimnya gangguan cahaya bulan (setelah supermoon awal bulan) dan durasi malam yang panjang menciptakan kondisi ideal untuk pengamatan astronomi.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Seri Antariksa: Awas Serbuan Meteor