Spesies Baru Dinosaurus Mamenchisaurus Ditemukan di Tiongkok, Usianya 160 Juta Tahun

Para paleontolog di Tiongkok mengumumkan penemuan penting: sebuah spesies baru dari dinosaurus sauropoda Mamenchisaurus ditemukan di kawasan Chongqing, Tiongkok barat daya. Spesies ini diberi nama Mamenchisaurus sanjiangensis dan hidup pada masa Oxfordian awal, sekitar 160 juta tahun lalu, di zaman Jura.

Mamenchisaurus sanjiangensis merupakan anggota baru dari keluarga mamenchisaurid—kelompok dinosaurus berleher panjang yang mendominasi kawasan Asia Timur pada periode Jura.

**Evolusi Sauropoda yang Terdiversifikasi**

Para peneliti menyebut spesies ini sebagai mamenchisaurid yang telah bercabang secara evolusioner, tetapi masih memiliki hubungan dekat dengan sebagian besar spesies Mamenchisaurus lainnya.

Penelitian ini mengisi celah penting dalam pemahaman evolusi sauropoda, kelompok dinosaurus herbivor raksasa yang memiliki tubuh panjang, leher menjulang, dan menjadi salah satu penghuni darat terbesar sepanjang sejarah Bumi.

**Asia Timur: Pusat Keragaman Dinosaurus pada Jura Akhir**

Menurut Dr. Hui Dai dari Chongqing Institute of Paleontology, periode Jura Akhir adalah masa ketika keragaman sauropoda mencapai titik tertinggi.

Dalam laporan ilmiahnya, Dai menjelaskan: “Keanekaragaman dinosaurus sauropoda mencapai puncaknya pada Jura Akhir, terdiri dari banyak garis keturunan eusauropoda non-neosauropoda yang tersebar luas secara geografis (misalnya mamenchisaurids, turiasaurians), dan juga anggota neosauropoda (Diplodocoidea dan Macronaria) yang hampir tersebar di seluruh dunia.”

**Kekayaan Fosil Tiongkok**

Dai menambahkan bahwa sedimen dari Jura Akhir di Tiongkok menyimpan catatan fosil sauropoda yang sangat kaya: “Unit sedimen Jura Akhir di Tiongkok menyimpan banyak fosil sauropoda, dan sebagian besar didominasi oleh mamenchisaurids, meskipun fosil neosauropoda dari Jura Tengah juga telah banyak dikenali.”

Fenomena ini menunjukkan pola unik fauna Asia pada zaman tersebut. “Dominasi fauna sauropoda Asia sangat berbeda dibandingkan formasi seumurannya di Eropa, Amerika Utara, maupun Amerika Selatan,” jelasnya.

**Karakteristik Geografis yang Berbeda**

Lebih jauh, Dai menekankan bahwa keragaman sauropoda Asia pada Jura Akhir umumnya berasal dari lapisan bawah, terutama pada masa transisi antara Jura Tengah dan Jura Akhir.

**Lokasi Penemuan dalam Batuan Berlumpur**

Kerangka parsial Mamenchisaurus sanjiangensis ditemukan di Formasi Shaximiao Atas, tepatnya pada batuan lumpur berwarna merah keunguan.

“Sisa-sisa fosil ditemukan pada batuan lanau berlumpur merah keunguan di bagian tengah Formasi Shaximiao Atas,” ujar para peneliti.

Secara tradisional, formasi ini dianggap berasal dari usia Callovian–Oxfordian, tetapi para ahli mengakui bahwa usia pastinya masih diperdebatkan.

**Kontribusi terhadap Pemahaman Evolusi**

Penemuan Mamenchisaurus sanjiangensis memberikan informasi baru mengenai evolusi awal sauropoda, khususnya di kawasan barat laut Tiongkok. Para peneliti menulis: “Penemuan ini memperkaya keragaman dinosaurus sauropoda bercabang awal dan memberikan informasi tambahan untuk memahami sejarah evolusi sauropoda di barat laut Tiongkok.”

**Implikasi Paleobiogeografi**

Tak hanya itu, temuan ini juga membuka kembali diskusi tentang kemungkinan isolasi geografis Asia Timur pada masa Jurassic. “Pemahaman hubungan evolusioner eusauropoda Tiongkok pada Jura Tengah–Akhir sangat penting untuk menguji hipotesis mengenai isolasi Asia Timur dari Laurasia barat dan Gondwana pada masa itu, serta sejarah paleobiogeografi sauropoda bercabang awal secara lebih luas.”

**Tantangan Penelitian Lanjutan**

Namun para peneliti mengingatkan bahwa kajian masih jauh dari kata lengkap: “Pemahaman kita tentang tahap evolusi ini masih jauh dari lengkap, dan peninjauan ulang fosil-fosil dari garis keturunan Asia Timur diperlukan untuk mengisi ‘kekosongan’ tersebut.”

**Publikasi dan Kontribusi Ilmiah**

Penelitian ini dipublikasikan pada 25 November 2025 di jurnal Scientific Reports, dan menjadi salah satu kontribusi terbaru dalam upaya memetakan sejarah evolusi dinosaurus sauropoda.

**Signifikansi dalam Paleontologi Asia**

Penemuan ini memperkuat posisi Asia Timur sebagai wilayah yang sangat penting dalam evolusi dinosaurus sauropoda. Keunikan fauna Asia pada masa Jura menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki jalur evolusi yang berbeda dari benua lain.

**Ciri-ciri Khusus Mamenchisaurus**

Keluarga Mamenchisaurus dikenal dengan ciri khasnya berupa leher yang sangat panjang, yang memungkinkan mereka mencapai vegetasi tinggi yang tidak dapat diakses oleh herbivora lain. Adaptasi ini membuat mereka sukses di ekosistem Jura.

**Metodologi Penelitian**

Tim peneliti menggunakan analisis morfologi dan filogenetik untuk menentukan posisi evolusioner spesies baru ini. Perbandingan dengan spesies Mamenchisaurus lain menunjukkan adanya diversifikasi yang signifikan dalam genus ini.

**Dampak terhadap Pemahaman Evolusi Global**

Penemuan Mamenchisaurus sanjiangensis memberikan perspektif baru tentang bagaimana dinosaurus sauropoda berevolusi di berbagai benua. Perbedaan fauna antara Asia dan benua lain menunjukkan kompleksitas evolusi dinosaurus pada masa Jura.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Santri Indonesia di Tiongkok