Mengenal Rafflesia hasseltii: Bunga Raksasa yang Sangat Sensitif dan Terancam Punah

Di tengah lebatnya hutan hujan Sumatera Barat, tim peneliti berhasil mendokumentasikan kemunculan bunga raksasa Rafflesia hasseltii. Penemuan ini menjadi penanda penting sekaligus menyoroti besarnya tantangan dalam upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.

Rafflesia hasseltii sendiri bukanlah temuan baru. Bunga langka yang tumbuh di hutan hujan Sumatera dan Kalimantan ini telah lama tercatat dan terdokumentasi dengan baik dalam literatur ilmiah.

**Kekayaan Spesies yang Terancam**

Rafflesia hasseltii merupakan bagian dari satu famili Rafflesiaceae yang terdiri atas tiga genus: Rafflesia, Rhizanthes, dan Sapria. Di Indonesia, genus Rafflesia tercatat memiliki 42 spesies. Namun, nasib bunga-bunga ini sangat mengkhawatirkan.

Guru besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi S. Daryono, menegaskan bahwa hampir seluruh spesies Rafflesia di Indonesia berada dalam kategori terancam akibat degradasi habitat.

“Yang terbaru ada 42 spesies dari genus Rafflesia, itu saat ini terancam punah karena ekosistemnya rusak,” jelasnya dikutip laman resmi UGM, Senin (1/12/2025).

**Ketergantungan Total sebagai Holoparasit**

Prof. Budi menjelaskan keberlangsungan hidup Rafflesia hasseltii sangat rumit karena statusnya sebagai tumbuhan holoparasit. Ini berarti Rafflesia sepenuhnya bergantung pada tumbuhan inang, yaitu liana dari genus Tetrastigma.

Ketergantungan total ini membuat Rafflesia sangat rentan dan sensitif terhadap perubahan lingkungan sekecil apa pun.

**Ancaman Berlapis terhadap Kelestarian**

Prof. Budi menjelaskan bahwa kelestarian Rafflesia sangat bergantung pada keutuhan ekosistem hutan:

**Fragmentasi Habitat:** Adanya fragmentasi hutan akibat perkebunan, pertambangan, dan alih fungsi lahan di Sumatra, Kalimantan, serta Jawa mempersempit area tumbuh Rafflesia hingga memutus rantai kehidupannya.

**Perubahan Iklim:** Perubahan iklim turut memperparah tekanan terhadap spesies ini. Kenaikan suhu sedikit saja bisa menjadi ancaman serius.

“Kenaikan suhu 1–2 derajat saja, dia harus mati-matian untuk menyesuaikan diri,” ujar Prof. Budi.

**Sensitivitas Ekstrem terhadap Gangguan**

Kerentanan ini menegaskan bahwa setiap kerusakan di hutan secara langsung berarti ancaman kepunahan bagi Rafflesia hasseltii. Sifat holoparasit membuat spesies ini tidak dapat hidup mandiri dan bergantung sepenuhnya pada kondisi optimal inangnya.

**Strategi Konservasi Dua Jalur**

Menyikapi ancaman serius ini, Prof. Budi menekankan pentingnya upaya pelestarian. Selain memperkuat riset Rafflesia dan identifikasi spesies dengan teknologi molekuler (analisis DNA), perlindungan harus dilakukan melalui dua cara utama:

**Konservasi In-Situ:** Melestarikan hutan hujan tropis yang menjadi habitat Tetrastigma agar Rafflesia dapat bertahan. Keberhasilan konservasi sepenuhnya bergantung pada kondisi ekosistem yang utuh dan tidak terfragmentasi.

**Konservasi Ex-Situ:** Ketika habitat alami telah terdegradasi dan tidak lagi memungkinkan untuk dipulihkan, konservasi ex-situ (pengembangan populasi di kebun raya, taman nasional, maupun pusat konservasi berbasis riset) menjadi langkah penyelamatan penting.

“Kalau di sana nanti kita tidak bisa melindungi sepenuhnya, ya ini harus kita bawa ke daerah lain untuk bisa dikembangkan,” ujarnya.

**Kompleksitas Ekosistem Hutan Hujan**

Kehadiran Rafflesia hasseltii di habitat alaminya menunjukkan masih utuhnya ekosistem hutan hujan tempat ia tumbuh. Namun, kondisi ini semakin langka karena tekanan pembangunan dan ekspansi ekonomi yang terus menggerus habitat alami.

**Indikator Kesehatan Ekosistem**

Keberadaan Rafflesia dapat dijadikan indikator kesehatan ekosistem hutan. Spesies ini hanya dapat bertahan di lingkungan yang masih sangat alami dan minim gangguan manusia.

**Tantangan Penelitian dan Monitoring**

Penelitian terhadap Rafflesia hasseltii menghadapi tantangan tersendiri karena siklus hidupnya yang unik dan ketergantungannya pada kondisi lingkungan yang sangat spesifik. Monitoring populasi memerlukan waktu yang panjang dan konsistensi pengamatan.

**Peran Masyarakat Lokal**

Upaya konservasi tidak dapat berhasil tanpa keterlibatan masyarakat lokal yang tinggal di sekitar habitat Rafflesia. Edukasi tentang pentingnya melestarikan spesies langka ini perlu terus dilakukan.

**Urgensi Perlindungan Hukum**

Diperlukan penguatan regulasi dan penegakan hukum yang lebih ketat untuk melindungi habitat Rafflesia dari aktivitas yang dapat merusak ekosistem hutan hujan tempat spesies ini bergantung.

**Kolaborasi Lintas Institusi**

Keberhasilan konservasi Rafflesia hasseltii membutuhkan kerja sama yang erat antara lembaga penelitian, pemerintah, organisasi konservasi, dan masyarakat untuk memastikan kelestarian spesies unik ini bagi generasi mendatang.

**Nilai Ekologi dan Ekonomi**

Selain nilai ekologi yang tinggi, Rafflesia juga memiliki potensi ekonomi sebagai objek ekowisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal sambil tetap menjaga kelestariannya.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Seri Pengantar Tidur: Dongeng Bunga