Apa Bedanya Newt dan Salamander? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Ketika melihat amfibi kecil berekor di sekitar kolam berhutan, kemungkinan besar yang kita lihat adalah salamander atau newt. Meskipun keduanya tampak serupa, perbedaan di antara mereka ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.

“Ini salah satu kasus di mana semua newt adalah salamander, tetapi tidak semua salamander adalah newt,” ujar Nick Burgmeier, ahli biologi riset dari Purdue University, kepada Live Science.

**Newt sebagai Cabang dari Salamander**

Dalam pohon kehidupan, salamander merupakan kelompok besar amfibi berekor. Menurut Karen Kiemnec-Tyburczy, profesor di California State Polytechnic University, Humboldt, salamander termasuk dalam ordo Caudata, yang berarti “berekor” dalam bahasa Latin.

Secara total terdapat 10 famili salamander, dan newt hanyalah subfamili bernama Pleurodelinae yang berada dalam famili Salamandridae.

Karena newt adalah bagian dari salamander, tidak ada batasan tegas yang memisahkan keduanya. Namun, beberapa ciri khas memang lebih umum ditemukan pada newt.

**Karakteristik Kulit yang Berbeda**

Burgmeier menjelaskan bahwa banyak spesies newt memiliki kulit yang tampak kasar atau berbintil, berbeda dengan salamander yang umumnya berkulit halus dan licin. Perbedaan ini kemungkinan terkait dengan tingkat toksisitas.

Newt dikenal sebagai salamander paling beracun karena kulitnya dipenuhi kelenjar racun. Salah satu contoh ekstrem adalah rough-skinned newt (Taricha granulosa) dari Amerika Utara bagian barat.

**Racun Mematikan pada Kulit**

Kulitnya mengandung bakteri penghasil tetrodotoxin, racun yang sama dengan yang ditemukan pada ikan buntal Jepang. “Bisa berakibat sangat fatal kalau kita tidak sengaja memasukkannya ke dalam mulut,” kata Burgmeier.

**Perbedaan Siklus Hidup**

Secara umum, salamander menjalani siklus hidup biphasic, yakni menetas dan hidup di air sebagai larva, lalu berpindah ke daratan saat dewasa. Namun beberapa newt memiliki siklus hidup triphasic, yaitu menetas di air, menjadi fase juvenil di darat yang disebut eft, lalu kembali ke air sebagai newt dewasa.

**Contoh Eastern Newt**

Contoh paling terkenal adalah eastern newt (Notophthalmus viridescens). Fase eft berwarna oranye terang, hidup di lantai hutan selama 2–3 tahun, memiliki paru-paru yang berkembang, dan mengandung toksin untuk menghalau predator.

Menariknya, beberapa populasi pesisir eastern newt menghilangkan fase eft, dan hidup sepenuhnya di air. Variasi seperti ini umum terjadi pada newt dan salamander di seluruh dunia.

**Keberagaman di Benua Lain**

Bahkan banyak newt di Eropa dan Asia justru memiliki siklus hidup yang lebih sederhana, hanya biphasic.

**Pengecualian pada Karakteristik Kulit**

Meskipun newt sering digambarkan memiliki kulit berbintil, ini bukan aturan mutlak. Beberapa spesies seperti smooth newt (Lissotriton vulgaris) memiliki kulit yang halus. Artinya, ciri kulit bukan pembeda ilmiah yang konsisten antara salamander dan newt.

**Asal Mula Istilah Newt**

Menurut Kiemnec-Tyburczy, istilah “newt” pada awalnya hanya nama umum untuk menyebut salamander yang berkulit kasar. “Istilah ‘newt’ digunakan secara informal untuk salamander yang tampak berbintil,” jelasnya.

**Perkembangan Klasifikasi Ilmiah**

Seiring ilmu herpetologi berkembang dan klasifikasi makin jelas, para ilmuwan menempatkan kelompok berkulit kasar ini beserta kerabat terdekatnya dalam subfamili khusus. Akibatnya, kelompok newt hari ini berisi aneka karakteristik yang beragam, tidak seragam seperti kesan awam.

**Keberagaman Dunia Salamander**

Dunia salamander sendiri sangat beragam dengan beberapa fakta menarik:

Ada salamander tanpa paru-paru, yang berkembang langsung di dalam telur tanpa fase larva.

Ada axolotl, salamander yang tidak pernah dewasa dan tetap dalam bentuk larva seumur hidupnya.

**Variasi Ukuran yang Ekstrem**

Ukuran salamander bervariasi dari 2,5 cm hingga 1,8 meter, seperti hellbender dari Amerika Utara. Burgmeier yang meneliti eastern hellbender mengatakan bahwa kesehatan salamander raksasa ini dapat menjadi indikator penting kualitas air di habitatnya.

**Peran Ekologis Penting**

Sementara salamander kecil—termasuk newt—memiliki peran vital dalam ekosistem: memakan invertebrata dan menjadi penghubung penting antara rantai makanan akuatik dan darat.

**Keanekaragaman yang Menakjubkan**

“Salamander punya banyak hal menarik,” kata Kiemnec-Tyburczy. “Newt hanyalah sebagian kecil dari keragaman luar biasa salamander.”

**Adaptasi Lingkungan yang Unik**

Kemampuan adaptasi salamander terhadap berbagai lingkungan menunjukkan fleksibilitas evolusioner yang luar biasa. Dari yang hidup sepenuhnya di air hingga yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di darat, setiap spesies telah mengembangkan strategi bertahan hidup yang sesuai dengan habitatnya.

**Pentingnya Konservasi**

Sebagai kelompok amfibi yang sensitif terhadap perubahan lingkungan, salamander dan newt menjadi indikator penting kesehatan ekosistem. Penurunan populasi mereka sering menjadi tanda awal degradasi lingkungan yang memerlukan perhatian segera.

**Penelitian dan Studi Lanjutan**

Para ilmuwan terus mempelajari keberagaman salamander untuk memahami evolusi, ekologi, dan potensi aplikasi medis dari kemampuan regenerasi yang dimiliki beberapa spesies. Penelitian ini tidak hanya penting untuk konservasi, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan terapi medis di masa depan.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Hidup Gini-gini Aja, Nggak Apa-apa