Para peneliti di Inggris mengumumkan penemuan varian baru mpox yang teridentifikasi pada seseorang yang baru saja bepergian ke Asia. Temuan ini menimbulkan keprihatinan karena virus tersebut merupakan virus rekombinan—yang mengandung materi genetik dari dua jenis strain virus yang berbeda.
**Analisis Genomik Menunjukkan Hibridisasi**
UK Health Security Agency (UKHSA) menjelaskan bahwa analisis pengurutan genom menunjukkan bahwa genom mpox mengandung unsur dari clade Ib dan IIb mpox.
**Evolusi Virus sebagai Fenomena Natural**
Dr. Katy Sinka, Kepala Infeksi Menular Seksual di UKHSA, menyatakan bahwa evolusi virus adalah hal yang alamiah. “Wajar bagi virus untuk berevolusi, dan analisis lebih lanjut akan membantu kita memahami lebih banyak tentang bagaimana mpox berubah,” kata Dr. Sinka dikutip Sky News.
**Skenario yang Dikhawatirkan Komunitas Ilmiah**
Identifikasi strain baru virus mpox ini disebut sebagai skenario yang ditakutkan oleh komunitas ilmiah global. “Persis apa yang ditakutkan oleh para ahli di lapangan akan terjadi, virus terus menyebar secara global tanpa respons tegas untuk menghentikannya,” kata Dr. Boghuma Titanji, asisten profesor kedokteran di Emory University di Georgia, AS.
**Keprihatinan terhadap Perubahan Karakteristik Virus**
Kekhawatiran utama yang muncul saat ini adalah apakah peristiwa rekombinasi ini akan mengubah kemampuan virus untuk menular atau mengubah tingkat keganasannya. “Kekhawatiran utama sekarang adalah apakah peristiwa seperti ini akan mengubah transmisibilitas atau virulensi virus,” tambah Dr. Titanji.
**Vaksinasi Tetap Menjadi Pertahanan Utama**
UKHSA menegaskan bahwa meskipun infeksi mpox bersifat ringan bagi banyak orang, penyakit ini dapat menjadi parah. Oleh karena itu, vaksinasi tetap menjadi perlindungan penting.
**Anjuran Vaksinasi untuk Kelompok Berisiko**
“Meskipun infeksi mpox ringan bagi banyak orang, itu bisa menjadi parah. Mendapatkan vaksinasi adalah cara efektif yang terbukti untuk melindungi diri Anda dari penyakit parah, jadi pastikan untuk mendapatkan suntikan jika Anda memenuhi syarat,” ujar Dr. Sinka.
**Target Kelompok Vaksinasi**
NHS (Layanan Kesehatan Nasional Inggris) menyarankan vaksin mpox kepada mereka yang dianggap berisiko lebih tinggi tertular virus, seperti pria yang berhubungan seks dengan pria lain dan memiliki banyak pasangan.
**Gejala Klinis Mpox**
Gejala mpox meliputi ruam kulit dengan lepuh, bintik-bintik, atau luka yang dapat muncul di mana saja di tubuh, serta demam, sakit kepala, sakit punggung, dan nyeri otot. Ruam biasanya muncul satu hingga lima hari setelah demam dan gejala lainnya.
**Mekanisme Penularan Virus**
Virus mpox menyebar antarmanusia melalui kontak langsung dengan ruam, lesi kulit, atau koreng yang disebabkan oleh virus, termasuk selama kontak seksual, berciuman, berpelukan, atau kontak kulit-ke-kulit lainnya.
**Risiko dari Cairan Tubuh**
Risiko juga ada dari kontak dengan cairan tubuh seperti air liur atau ingus, serta kontak dengan tempat tidur, handuk, atau pakaian.
**Penularan Melalui Droplet**
Ada kemungkinan penyebaran melalui kontak tatap muka yang dekat dan berkepanjangan, seperti berbicara, bernapas, batuk, atau bersin.
**Implikasi Rekombinasi Genetik**
Penemuan strain rekombinan ini menunjukkan bahwa virus mpox terus beradaptasi dan berevolusi, yang dapat mempengaruhi strategi pencegahan dan pengobatan di masa depan.
**Pentingnya Surveilans Global**
Temuan ini menekankan pentingnya surveilans genomik yang berkelanjutan untuk memantau evolusi virus dan mengidentifikasi varian baru yang mungkin muncul.
**Respons Kesehatan Masyarakat**
Penemuan varian baru ini memerlukan evaluasi ulang terhadap efektivitas vaksin dan protokol pencegahan yang ada, serta kemungkinan penyesuaian strategi kesehatan masyarakat.
**Kewaspadaan Internasional**
Dengan sifat global penyebaran mpox, kerjasama internasional dalam surveilans dan respons menjadi semakin penting untuk mencegah penyebaran strain baru ini.
**Penelitian Lanjutan Diperlukan**
Para ilmuwan akan terus melakukan penelitian untuk memahami karakteristik strain rekombinan ini, termasuk tingkat penularannya, keparahan penyakit yang ditimbulkan, dan respons terhadap vaksin yang tersedia.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait:
Buah Leluhur dari Pohon Kehidupan: Memanggil Pulang Sukun ke Nusantara
Virus, Manusia, Tuhan: Refleksi Lintas Iman tentang Covid-19
To Kill the Invisible Killer: Antologi Puisi Melawan Covid-19