Tahun 2025 menjadi periode luar biasa sibuk bagi dunia eksplorasi luar angkasa. Berbagai pencapaian besar berhasil dicapai, mulai dari pendaratan bulan swasta pertama yang sukses hingga debut roket kelas berat New Glenn milik Blue Origin. Namun, tahun ini juga diwarnai catatan kelam berupa serangkaian kegagalan yang dramatis.
Sepanjang 2025, tercatat 12 peristiwa roket dan pesawat luar angkasa yang mengalami kecelakaan, hancur, atau gagal mencapai tujuan. Meskipun terdengar mengkhawatirkan, dunia sains memandang kegagalan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran yang tak terhindarkan.
**Kegagalan Roket India**
Roket PSLV-XL milik India meluncur dari Satish Dhawan Space Centre pada 17 Mei 2025, membawa misi satelit radar pengamat Bumi EOS-09 untuk Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO). Namun, EOS-09 gagal mencapai tujuan karena roket mengalami kendala pada tahap ketiga sekitar enam menit setelah terbang, yang mengakibatkan satelit hilang.
**Pukulan Ganda Firefly Aerospace**
Perusahaan asal Texas, Firefly Aerospace, meluncurkan roket Alpha dari California pada 29 April dalam misi keenamnya. Roket membawa muatan demonstrasi teknologi milik Lockheed Martin menuju orbit rendah Bumi. Tahap atas Alpha berhasil mencapai ketinggian sekitar 320 kilometer, namun gagal mencapai kecepatan orbit akibat masalah setelah pemisahan tahap roket. Akibatnya, muatan dinyatakan hilang.
Perusahaan kembali tertimpa musibah pada 29 September ketika pendorong tahap pertama untuk Penerbangan 7 meledak di landasan saat pengujian. Perusahaan melacak penyebab masalah pada “kesalahan proses” selama integrasi. Firefly kini menargetkan peluncuran Penerbangan 7 pada awal 2026.
**Serangkaian Kegagalan Roket China**
Zhuque-2, roket dua tahap yang dioperasikan startup China Landspace, gagal dalam misi keenamnya pada 14 Agustus dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan. Ini merupakan kegagalan kedua bagi Zhuque-2 yang menggunakan mesin berbahan bakar metana cair dan oksigen cair, serupa dengan mesin Raptor milik SpaceX.
Hampir tiga bulan kemudian, roket China lainnya berakhir dengan kobaran api. Ceres-1, yang dibangun Galactic Energy berbasis Beijing, meluncur pada 9 November dari Jiuquan membawa dua satelit pengamat Bumi komersial dan satu wahana antariksa universitas China. Tiga tahap pertama roket berfungsi baik, namun tahap terakhir mengalami anomali yang menggagalkan seluruh misi.
**Kegagalan Debut Roket Global**
Tahun 2025 menjadi tahun berat bagi debut roket-roket baru. Perusahaan Jerman Isar Aerospace meluncurkan roket Spectrum dari Norwegia pada 30 Maret, menandai penerbangan orbital pertama dari daratan Eropa. Namun, roket mengalami anomali 18 detik setelah terbang, jatuh kembali ke Bumi dan meledak.
Kisah serupa terjadi di Australia ketika Gilmour Space memulai debut roket Eris pada 29 Juli. Roket meluncur miring dari landasan dan terhempas ke tanah hanya 14 detik setelah lepas landas.
Startup Korea Selatan Innospace juga mencetak sejarah dengan meluncurkan roket orbit swasta pertama negaranya pada 22 Desember. Namun, kendaraan bernama Hanbit-Nano mengalami anomali sekitar satu menit setelah terbang dan jatuh kembali ke Bumi.
**Kegagalan Pendaratan di Bulan**
Pada 6 Maret, Athena, wahana pendarat robotik Intuitive Machines berhasil mendarat di Bulan membawa muatan sains NASA. Namun, Athena segera terjungkal dalam posisi tengkurap, menghalangi beberapa muatan beroperasi dengan benar. Wahana tidak bisa mengumpulkan cukup sinar matahari untuk mengisi daya baterainya.
Perusahaan Jepang ispace juga gagal mendaratkan wahana Resilience di Bulan pada 5 Juni. Kendaraan menghantam permukaan Mare Frigoris dengan keras, menjadi kegagalan kedua setelah upaya serupa pada April 2023.
**Starship dan Serangkaian Uji Coba**
Starship milik SpaceX meluncur lima kali sepanjang 2025 dalam uji coba suborbital. Tiga peluncuran pertama tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana. Pada 16 Januari, tahap atas meledak kurang dari 10 menit setelah lepas landas, menghujani Kepulauan Turks dan Caicos dengan puing-puing.
Meskipun mengalami kemunduran, SpaceX berhasil bangkit dengan kesuksesan besar pada Penerbangan 10 (26 Agustus) dan Penerbangan 11 (13 Oktober). Kini perusahaan bersiap untuk uji coba pertama Starship Versi 3 yang lebih besar dan kuat.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait:
Seri Klasik Semasa Kecil: Prim & Prim-3, Petualangan di Luar Angkasa