Danau Tertua di Bumi Umurnya 25 Juta Tahun, Sekaligus Paling Dalam

Bayangkan sebuah danau yang telah ada sejak 25 juta tahun silam—jauh sebelum manusia modern muncul, bahkan ketika bentuk benua dan iklim Bumi masih sangat berbeda. Danau seperti itu bukan sekadar “genangan air besar”, melainkan arsip sejarah planet, laboratorium evolusi, sekaligus rumah bagi ribuan makhluk hidup yang tidak ditemukan di tempat lain.

Danau tertua di Bumi memiliki pemenang yang hampir tak terbantahkan: Danau Baikal di Siberia bagian tenggara, Rusia. Selain menyandang gelar “tertua”, Baikal juga dikenal sebagai danau terdalam di dunia dan salah satu ekosistem air tawar paling beragam yang pernah ada.

**Definisi Danau Kuno yang Langka**

Layaknya pegunungan, danau juga bisa “tua”. Para ilmuwan biasanya menyebut danau kuno sebagai danau yang berusia lebih dari 1 juta tahun. Namun, jumlahnya sangat sedikit: diperkirakan hanya ada sekitar 20 danau kuno di seluruh planet.

Sebagai perbandingan, danau-danau populer di Amerika Utara seperti Great Lakes justru tergolong “baru”: terbentuk kurang dari 20.000 tahun lalu, terutama akibat proses glasial (pembentukan oleh gletser).

Di posisi kedua setelah Baikal terdapat Danau Issyk-Kul di Kirgizstan, yang diperkirakan berusia sekitar 20 juta tahun.

**Dimensi yang Mencengangkan**

Baikal bukan hanya tua—ukurannya raksasa dan kedalamannya ekstrem. Secara luas, Danau Baikal mencakup sekitar 31.700 kilometer persegi, menjadikannya salah satu danau terbesar di dunia (sekitar peringkat ketujuh).

Namun, yang membuatnya benar-benar ikonik adalah kedalamannya. Danau ini memiliki kedalaman air sekitar 1,6 km. Namun “cekungan” sebenarnya jauh lebih dalam lagi karena di dasar Baikal tersimpan endapan sedimen setebal 5-7 km.

Sedimen ini penting, karena di situlah “catatan waktu” danau tersimpan—lapisan demi lapisan, seperti halaman buku yang ditumpuk selama jutaan tahun.

**Metode Penentuan Usia Danau**

Menentukan usia danau bukan perkara menebak-nebak. Para peneliti mengandalkan kombinasi survei seismik untuk memperkirakan ketebalan sedimen dan laju pembentukannya (terutama ketika sedimennya setebal “berkilometer” seperti Baikal), serta penanggalan isotop, yaitu teknik mengukur rasio isotop radioaktif pada sedimen.

Dalam studi sedimen danau, limnolog (ilmuwan yang mempelajari perairan darat seperti danau) dapat menganalisis isotop radioaktif dari unsur seperti sesium, timbal, dan karbon. Dari sana, mereka bisa mengetahui umur lapisan sedimen tertentu, dan seberapa cepat sedimen menumpuk dari waktu ke waktu.

Ketika laju penumpukan sedimen dan ketebalan totalnya bisa dipetakan, gambaran usia danau pun menjadi jauh lebih jelas.

**Rahasia Ketahanan Jutaan Tahun**

Banyak danau terbentuk karena gletser: es besar mengikis permukaan, menciptakan cekungan, lalu es mencair dan air mengisi cekungan itu. Masalahnya, danau seperti ini sering dianggap berumur pendek dalam skala geologi.

Baikal berbeda. Ia adalah rift lake—danau yang terbentuk karena dua lempeng benua bergerak saling menjauh, menciptakan retakan besar (cekungan ambles) yang disebut graben.

Selama lempeng terus menjauh, graben terus makin dalam. Akibatnya, “wadah” Danau Baikal seperti terus diperbarui: cekungannya tidak cepat terisi dan menutup, sehingga danau bisa bertahan sangat lama.

Bahkan, Baikal masih “hidup” secara geologis: danau ini diperkirakan melebar sekitar 2,5 cm per tahun. Sejumlah danau tua lain di dunia juga berasal dari proses rift, misalnya Danau Tanganyika (hingga ~12 juta tahun) dan Danau Malawi (hingga ~5 juta tahun), yang keduanya berada di kawasan Afrika Timur.

**Laboratorium Evolusi dengan Endemisme Tinggi**

Jika ada satu hal yang membuat Baikal istimewa di mata biolog, itu adalah waktu. Karena ekosistemnya berlangsung sangat lama tanpa “ter-reset” oleh perubahan besar yang memusnahkan sistem danau, evolusi memiliki kesempatan untuk bekerja dengan stabil dan panjang.

Hasilnya adalah tingkat endemisme yang luar biasa—banyak spesies Baikal tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Contoh paling terkenal adalah anjing laut Baikal (Pusa sibirica), yang sering disebut sebagai satu-satunya spesies anjing laut air tawar sejati.

Selain itu, danau ini juga menjadi rumah bagi ratusan spesies udang air tawar, serta kelompok organisme mikroskopis seperti diatom (alga bersel satu) yang membuat “cangkang kaca” dari silika terlarut di air.

Uniknya lagi, diatom Baikal dikenal berukuran besar. Jika diatom umumnya berdiameter sekitar 10-50 mikron, di Baikal bisa mencapai 50-150 mikron—cukup besar untuk ukuran makhluk bersel satu, dan membuat peneliti takjub saat mengamatinya.

**Destinasi Wisata yang Menantang**

Danau Baikal terbuka untuk wisatawan. Namun, ini bukan destinasi berenang santai. Danau ini tertutup es sekitar lima bulan dalam setahun, dan suhu permukaan rata-ratanya sekitar 4°C. Singkatnya: dingin menggigit.

Baikal lebih cocok untuk petualangan alam, eksplorasi lanskap, dan menikmati fenomena musim dingin—bukan untuk berenang seperti di pantai tropis.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Seri Tempo: Hikayat 45 Danau Indonesia