Teleskop James Webb Mengintip “Mata Tuhan”, Menyingkap Asal Kehidupan

Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) kembali menghadirkan pemandangan kosmik yang memukau. Kali ini, teleskop paling canggih milik umat manusia tersebut mengabadikan detail luar biasa dari Nebula Helix—sebuah nebula planet yang dijuluki Eye of God atau “Mata Tuhan”.

Di balik keindahannya, nebula ini menyimpan kisah tentang kematian bintang, daur ulang materi kosmik, dan asal-usul unsur pembentuk kehidupan.

**Nebula Terdekat yang Paling Ikonik**

Nebula Helix, juga dikenal sebagai NGC 7293 atau Caldwell 63, terletak sekitar 655 tahun cahaya dari Bumi di rasi Aquarius. Gambar terbarunya dibagikan pada 20 Januari 2025 dan langsung menarik perhatian para astronom di seluruh dunia.

Nebula ini merupakan salah satu nebula planet terdekat dan paling banyak dipelajari, sekaligus termasuk yang paling berwarna dan ikonik.

Pada pandangan pertama, gambar JWST memperlihatkan ratusan gumpalan awan berwarna emas dan jingga dengan jejak menyerupai bulu atau ekor komet. Awan-awan kecil tersebut tampak menutupi sejumlah bintang terang di latar belakang, menciptakan kesan seolah-olah mata raksasa tengah menatap keluar dari kedalaman angkasa.

**Jejak Kematian Bintang Mirip Matahari**

Nebula Helix terbentuk dari sisa-sisa bintang yang dulunya mirip Matahari. Ketika bahan bakar nuklirnya habis, bintang tersebut melepaskan lapisan luarnya ke ruang antarbintang. Proses inilah yang menghasilkan nebula planet—istilah yang memang membingungkan, karena tidak ada hubungannya dengan planet.

Nama tersebut muncul karena bentuk nebula yang tampak bulat seperti planet ketika diamati dengan teleskop awal.

Di pusat Nebula Helix terdapat inti bintang yang kini menjadi katai putih: sangat padat, panas, dan memancarkan radiasi kuat. Radiasi ini mengionisasi gas di sekitarnya sehingga nebula bersinar terang, membentuk pola spiral atau seperti sekrup yang khas bila dilihat dari Tata Surya.

**Pabrik Unsur Kehidupan**

Di balik kemegahan visualnya, Nebula Helix adalah lokasi berlangsungnya proses kosmik yang krusial. Lapisan luar bintang yang terlepas membawa unsur-unsur penting seperti karbon, oksigen, dan nitrogen—elemen yang sama yang menjadi fondasi kehidupan di Bumi.

Dengan kata lain, kematian sebuah bintang justru memperkaya galaksi dengan bahan baku untuk generasi bintang dan planet berikutnya.

**Struktur Komet dalam Detil Inframerah**

Melalui kamera inframerah-dekat (Near-Infrared Camera), JWST mampu menembus bagian nebula yang sebelumnya sulit diamati. Dalam pembesaran pada area dekat katai putih, terlihat ribuan struktur menyerupai pilar komet berwarna jingga dan emas.

Struktur ini dikenal sebagai cometary knots, yaitu gumpalan gas padat yang memisahkan angin bintang berkecepatan tinggi dari lapisan gas yang lebih tua dan lebih dingin.

Di bagian bawah gambar tampak setengah lingkaran berwarna oranye, tempat pilar-pilar tersebut terkonsentrasi lebih rapat. Area gelap di atasnya adalah ruang hampa antariksa, dengan beberapa bintang latar berwarna kebiruan.

**Peta Suhu dan Komposisi Kimia**

Seperti lazimnya citra teleskop luar angkasa, gambar ini menggunakan filter khusus untuk menampilkan perbedaan suhu dan komposisi kimia. Di dekat pusat nebula, cahaya biru menunjukkan gas panas yang terionisasi oleh radiasi ultraviolet.

Semakin menjauh dari pusat, suhunya menurun: hidrogen molekuler tampak berwarna kuning, sementara debu kosmik yang lebih dingin muncul dalam warna merah tua.

Debu inilah yang membuat Nebula Helix begitu penting secara ilmiah. Debu kosmik merupakan “benih” pembentuk bintang dan planet baru. Gambar JWST memperlihatkan siklus kehidupan materi di alam semesta: materi yang dilepaskan oleh bintang sekarat menciptakan lingkungan tempat molekul kompleks dapat bertahan dan berkembang.

**Cermin Masa Depan Tata Surya**

Nebula Helix bukan sekadar indah—ia adalah pusat daur ulang kosmik sekaligus gambaran masa depan Matahari. Sekitar 5 miliar tahun lagi, Matahari diperkirakan akan mengembang menjadi raksasa merah, melepaskan lapisan luarnya, lalu menyisakan inti katai putih yang dikelilingi nebula serupa.

Dengan kata lain, “Mata Tuhan” yang ditangkap James Webb bukan hanya jendela ke masa lalu dan asal-usul unsur kehidupan, tetapi juga cetak biru tentang takdir Tata Surya kita sendiri.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Asal Mula

Nat Geo: Teka-teki Kosmik

Para Pencari Tuhan