Benarkah Wortel Bikin Penglihatan Tajam? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Selama Perang Dunia II, pemerintah Inggris pernah menyebarkan poster propaganda bergambar seorang ibu dan anak yang mengintip di balik mobil dalam suasana gelap. Di tangan sang ibu ada sekeranjang wortel. Tulisan besar di poster itu berbunyi: “Wortel menjaga Anda tetap sehat dan membantu Anda melihat saat pemadaman lampu.”

**Kampanye untuk Menyembunyikan Teknologi Rahasia**

Kampanye ini dibuat oleh Kementerian Pangan Inggris. Tujuannya ganda: mendorong masyarakat mengonsumsi stok wortel yang melimpah di tengah masa penjatahan makanan, sekaligus mendukung citra seorang pilot Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF), John Cunningham, yang dijuluki “Cat’s Eyes” karena kemampuannya terbang dan menyerang di malam hari.

Media saat itu mengaitkan ketajaman penglihatan malam Cunningham dengan kebiasaannya makan wortel. Padahal, keberhasilannya lebih banyak ditopang oleh teknologi radar baru yang masih dirahasiakan.

Belakangan, Cunningham sendiri mengakui, “Seandainya wortel benar-benar bekerja, tentu semuanya akan lebih mudah. Faktanya, itu proses yang panjang, sulit, dan sangat membuat frustrasi. Terbang dengan instrumen di malam hari adalah perjuangan tersendiri.”

**Mitos yang Bertahan Hingga Kini**

Meski demikian, mitos bahwa wortel bisa membuat mata sangat tajam tetap bertahan hingga kini. Lalu, bagaimana sebenarnya fakta ilmiahnya?

**Peran Wortel bagi Kesehatan Mata**

Menurut Dr. Jonathan Rubenstein, Ketua Departemen Oftalmologi di Rush University Medical Center, ada benarnya bahwa wortel baik untuk mata—tetapi tidak seperti yang dibayangkan banyak orang.

“Orang tidak seharusnya berpikir, ‘Saya akan makan banyak wortel supaya bisa melihat lebih baik.’ Itu tidak benar,” kata Rubenstein.

Wortel kaya akan beta-karoten, pigmen yang memberi warna oranye pada wortel dan sayuran lain seperti labu. Sayuran hijau seperti bayam dan kale juga kaya beta-karoten, tetapi warnanya tertutup oleh klorofil.

**Proses Konversi Beta-Karoten menjadi Vitamin A**

Di dalam tubuh, beta-karoten diubah menjadi vitamin A melalui proses di usus. Enzim tertentu memecah beta-karoten dan mengonversinya menjadi vitamin A, nutrisi penting bagi berbagai fungsi tubuh—terutama kesehatan mata.

“Vitamin A adalah vitamin yang berguna untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, tetapi secara khusus sangat penting untuk kesehatan retina,” jelas Rubenstein.

**Fungsi Vitamin A pada Retina**

Retina adalah lapisan tipis jaringan di bagian belakang bola mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik, lalu dikirim melalui saraf optik ke otak untuk diterjemahkan sebagai penglihatan.

Di retina terdapat dua jenis sel pendeteksi cahaya:

**Sel kerucut (cones)**: membantu kita melihat warna dan membaca.

**Sel batang (rods)**: berperan dalam penglihatan malam dan penglihatan tepi (perifer).

Keduanya membutuhkan vitamin A agar bisa berfungsi optimal. Namun, sel batang sangat bergantung pada vitamin ini. Tanpa vitamin A yang cukup, sel batang tidak dapat memproduksi rhodopsin, protein peka cahaya yang penting untuk melihat dalam kondisi redup.

“Metabolisme cara kerja sel batang di retina bisa terganggu akibat kekurangan vitamin A,” kata Rubenstein.

**Bahaya Kekurangan Vitamin A**

Rabun senja (night blindness) sering kali menjadi tanda awal kekurangan vitamin A. Menurut data National Institutes of Health (NIH), defisiensi vitamin A merupakan salah satu penyebab utama kebutaan yang sebenarnya bisa dicegah, terutama di negara berkembang.

Penelitian menunjukkan hingga 30 persen anak di bawah usia lima tahun di beberapa wilayah dunia terdampak kekurangan vitamin A.

Selain rabun senja, defisiensi vitamin A juga bisa menyebabkan:
– Mata kering parah
– Kerusakan dan jaringan parut pada mata
– Penurunan fungsi retina

**Kekurangan Vitamin A di Negara Maju**

Namun, Rubenstein menegaskan bahwa kekurangan vitamin A yang parah jarang terjadi di negara maju.

“Biasanya kita hanya melihat kekurangan vitamin A yang nyata di negara kurang berkembang atau pada orang yang menjalani diet ekstrem yang tidak dipantau tenaga medis,” ujarnya.

**Konsumsi Berlebihan Tidak Memberikan Manfaat Ekstra**

Bagi kebanyakan orang dengan pola makan seimbang, kebutuhan vitamin A sebenarnya sudah tercukupi tanpa harus menambah konsumsi wortel secara berlebihan.

“Dalam populasi normal, kita mendapatkan cukup vitamin A dari makanan sehingga mungkin tidak perlu makan wortel ekstra,” kata Rubenstein.

Bahkan, konsumsi beta-karoten dalam jumlah sangat tinggi bisa menyebabkan karotenemia, kondisi tidak berbahaya yang membuat kulit tampak kuning-oranye.

**Batasan Manfaat Wortel untuk Mata**

Singkatnya, wortel membantu menjaga kesehatan retina, tetapi tidak akan membuat kita punya penglihatan malam seperti kucing, tidak akan menyembuhkan gangguan mata, atau menghilangkan rabun jauh atau rabun dekat.

“Makan wortel tidak menyembuhkan apa pun. Itu tidak membuat penglihatan kita menjadi lebih baik,” tegas Rubenstein. “Wortel hanyalah salah satu sumber makanan yang berkontribusi pada kesehatan mata.”

**Nutrisi Lain yang Penting untuk Mata**

Jika tujuan Anda adalah menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang, vitamin A bukan satu-satunya nutrisi yang dibutuhkan. Beberapa nutrisi penting lainnya antara lain:

**1. Asam lemak omega-3**
Terdapat dalam ikan berlemak seperti salmon. Dapat membantu mencegah degenerasi makula, penyakit mata yang umum pada usia lanjut.

**2. Vitamin E**
Banyak ditemukan dalam kacang-kacangan. Berpotensi membantu melindungi sel mata dari kerusakan akibat radikal bebas.

**3. Vitamin C**
Terdapat dalam jeruk dan buah-buahan lain. Ada bukti bahwa vitamin C dapat membantu menurunkan risiko katarak.

**Pola Hidup Sehat untuk Mata**

Selain asupan nutrisi, kebiasaan sehat juga penting, seperti tidak merokok, menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Sel: Eksplorasi Kedokteran dan Manusia Baru