Cara Menyaksikan Gerhana Bulan Total “Blood Moon” 3 Maret 2026, Terakhir Sebelum 2029

Awal Maret 2026 akan menjadi momen istimewa bagi para pencinta langit malam. Gerhana bulan total yang kerap disebut blood moon atau “bulan darah” akan terjadi pada 3 Maret 2026 waktu Indonesia.

Fenomena ini bukan sekadar gerhana biasa. Ini adalah gerhana bulan total terakhir hingga 31 Desember 2028, sekaligus yang terakhir terlihat dari Amerika Utara sampai 25-26 Juni 2029.

**Menanti Hampir Tiga Tahun**

Setelah Maret 2026, penggemar astronomi harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan bulan berubah merah sepenuhnya akibat bayangan Bumi. Lebih istimewa lagi, gerhana ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 H, tepatnya sekitar 13-14 Ramadan.

**Asal Muasal Sebutan Blood Moon**

Julukan blood moon merujuk pada warna merah tembaga yang muncul ketika Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. “Selama 58 menit totalitas, bulan bergerak sepenuhnya ke dalam bayangan umbra Bumi dan berubah menjadi merah.”

Pada fase totalitas yang berlangsung sekitar 58 menit, Bulan tidak menghilang. Sebaliknya, ia berubah menjadi merah dramatis—pemandangan yang selalu dinantikan para pengamat langit.

**Mengapa Bulan Tampak Merah?**

Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, dengan Bumi berada di tengah. Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami pembiasan dan penyaringan.

Warna biru dengan panjang gelombang pendek tersebar, sementara cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan. Efek ini mirip dengan warna langit saat matahari terbit atau terbenam—hanya saja kali ini, “senja” tersebut terjadi di permukaan Bulan.

**Indonesia Bisa Saksikan Lengkap**

Seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan total 3 Maret 2026, selama cuaca cerah dan tidak tertutup awan tebal. Namun, pengalaman visualnya berbeda di tiap wilayah karena waktu terbit Bulan tidak sama.

**Indonesia Barat (WIB)**
Bulan terbit sekitar pukul 18.00-18.30 WIB, saat fase totalitas sudah berlangsung atau baru dimulai. Artinya, pengamat akan melihat Bulan sudah berwarna merah saat muncul di ufuk timur.

**Indonesia Tengah (WITA)**
Bulan terbit saat fase sebagian awal berlangsung. Pengamat masih bisa menyaksikan proses menuju totalitas.

**Indonesia Timur (WIT)**
Wilayah ini memiliki peluang terbaik untuk melihat rangkaian fase lebih lengkap, karena Bulan sudah terbit relatif lebih awal terhadap fase gerhana.

**Jadwal Detail per Zona Waktu**

Secara keseluruhan, rangkaian gerhana—dari masuk hingga keluar penumbra—berlangsung sekitar 5 jam 39 menit.

**WIB (Waktu Indonesia Barat)**
– Gerhana sebagian mulai: sekitar 16:50 WIB (Bulan belum terbit)
– Gerhana total mulai: 18:04 WIB
– Puncak gerhana: 18:33-18:34 WIB
– Gerhana total berakhir: 19:02 WIB
– Gerhana sebagian berakhir: 20:17 WIB

**WITA (Waktu Indonesia Tengah)**
– Gerhana sebagian mulai: 17:50 WITA
– Gerhana total mulai: 19:04 WITA
– Puncak: 19:33-19:34 WITA
– Gerhana total berakhir: 20:02 WITA

**WIT (Waktu Indonesia Timur)**
– Gerhana sebagian mulai: 18:50 WIT
– Gerhana total mulai: 20:04 WIT
– Puncak: 20:33-20:34 WIT
– Gerhana total berakhir: 21:02 WIT

Pada saat puncaknya, Bulan akan tampak merah tembaga hingga merah jingga gelap—inilah momen yang disebut sebagai Blood Moon.

**Aman Disaksikan Mata Telanjang**

Gerhana bulan sepenuhnya aman disaksikan tanpa alat pelindung mata. Berbeda dengan gerhana matahari yang berisiko merusak retina, gerhana bulan tidak memancarkan cahaya berbahaya karena yang dilihat hanyalah cahaya Matahari yang dipantulkan Bulan.

Pengamat bahkan punya waktu cukup lama untuk mengamati, karena fenomena ini berlangsung beberapa jam.

**Tips Pengamatan Maksimal**

Agar pengalaman menyaksikan Blood Moon semakin maksimal, berikut beberapa tips praktis:
– Cari lokasi terbuka dengan pandangan bebas ke arah timur (arah Bulan terbit)
– Hindari polusi cahaya kota agar warna merah tampak lebih dramatis
– Gunakan binokular atau teleskop kecil untuk melihat detail permukaan Bulan
– Jika ingin memotret, gunakan tripod dan lensa telefoto
– Datang lebih awal untuk menikmati seluruh fase
– Periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat

**Kenapa Gerhana Ini Istimewa?**

Gerhana bulan total memang bukan peristiwa yang sangat langka, tetapi tidak terjadi setiap tahun. Setelah 3 Maret 2026, dunia harus menunggu hingga 31 Desember 2028 untuk kembali menyaksikan gerhana bulan total berikutnya.

Bagi penggemar astronomi, ini adalah kesempatan terakhir dalam beberapa tahun ke depan untuk melihat Bulan berubah merah sepenuhnya.

**Pertunjukan Kosmik yang Memesona**

Gerhana bulan total blood moon 3 Maret 2026 menjadi pengingat betapa dinamisnya tata surya kita. Pergerakan sederhana antara Matahari, Bumi, dan Bulan mampu menciptakan pertunjukan kosmik yang memesona.

Jika cuaca cerah, luangkan waktu untuk menatap langit sore itu. Dan jika langit mendung, layar gawai tetap bisa menjadi jendela menuju “bulan merah”.

Setelah itu, kita harus bersabar hingga akhir 2028 untuk kembali menyaksikan Bulan sepenuhnya tenggelam dalam bayangan Bumi.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Ensiklopedia Saintis Junior: Bumi

Re: dan peRempuan

Seperti Gerimis Merah di Auschwitz