Burung Gagak Ternyata Bisa Mengikuti Perintah Suara Manusia

Kemampuan memahami perintah manusia selama ini identik dengan hewan peliharaan seperti anjing atau burung beo. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa anggapan tersebut mungkin tidak tepat sepenuhnya.

Para peneliti menemukan bahwa seekor burung corvid (sejenis gagak) bernama Leo dapat mempelajari cara mengikuti perintah suara manusia, bahkan tanpa bantuan isyarat visual seperti gerakan wajah atau arah pandangan.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan memahami instruksi suara manusia mungkin tidak selalu bergantung pada proses domestikasi, sesuatu yang selama ini banyak disimpulkan dari penelitian terhadap anjing dan hewan peliharaan lainnya.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Animal Cognition.

**Eksperimen dengan Sistem Hadiah Makanan**

Penelitian ini dilakukan oleh Francesca M. Cornero dari University of Cambridge. Dalam serangkaian eksperimen terkontrol dengan sistem hadiah makanan, seekor gagak rook bernama Leo dilatih untuk merespons perintah suara manusia.

Leo mempelajari tiga perintah sederhana:
– “Speak” → burung harus mengeluarkan suara caw
– “Come here” → burung harus mendekat
– “Wait” → burung harus menahan diri dan tidak langsung mendekat

Yang menarik, Leo tidak hanya mengandalkan bahasa tubuh pelatih. “Leo merespons dengan benar terhadap kata ‘speak’, ‘come here’, dan ‘wait’ ketika perintah tersebut diucapkan secara langsung.”

Untuk memastikan hal ini, peneliti secara bertahap menghilangkan berbagai petunjuk visual, seperti arah pandangan mata atau gerakan bibir pelatih. Hasilnya tetap sama: Leo masih mampu mengikuti perintah dengan benar.

**Eksperimen “Buta Visual” Membuktikan Kemampuan**

Dalam salah satu percobaan, peneliti bahkan menciptakan kondisi di mana Leo tidak bisa melihat isyarat visual sama sekali. Hasilnya cukup mengejutkan:

– Dalam uji “buta visual”, Leo menjawab benar 13 dari 15 percobaan
– Ketika perintah tidak diucapkan sama sekali, tingkat keberhasilannya turun menjadi 7 dari 15

Perbedaan ini memperkuat kesimpulan bahwa Leo benar-benar mengandalkan suara manusia, bukan membaca ekspresi wajah atau gerakan tubuh.

**Kesulitan dengan Rekaman Suara**

Hal menarik terjadi ketika perintah tidak lagi diberikan secara langsung, melainkan melalui rekaman ponsel. Meskipun kata yang diucapkan sama, performa Leo langsung menurun. Ia membutuhkan sekitar 50 percobaan untuk kembali stabil.

Fenomena ini ternyata mirip dengan eksperimen pada anjing. Para peneliti menduga bahwa suara manusia secara langsung memiliki nuansa akustik tertentu—seperti intonasi atau ritme—yang tidak sepenuhnya tertangkap dalam rekaman.

**Daya Ingat Jangka Panjang yang Impresif**

Penelitian ini juga menguji daya ingat Leo dalam jangka panjang. Setelah dua kali jeda latihan selama sekitar enam bulan, Leo kembali menjalankan tugasnya tanpa harus belajar dari awal.

Pada salah satu jeda tersebut, para perawat bahkan menghindari penggunaan kata perintah di sekitar Leo, agar burung itu tidak mendapat latihan tambahan secara tidak sengaja.

Namun ketika latihan dimulai lagi, Leo tetap cepat mengingat perintahnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan tersebut bukan sekadar trik sementara. “Kemampuan Leo kembali mengikuti perintah setelah berbulan-bulan menunjukkan adanya memori jangka panjang.”

**Signifikansi Temuan Penelitian**

Selama ini, anjing sering menjadi model utama penelitian tentang pemahaman perintah manusia. Hal itu membuat banyak orang menganggap bahwa domestikasi adalah faktor utama.

Namun gagak rook adalah burung liar, bukan hewan peliharaan. Leo sendiri hidup di aviari luar ruangan bersama rook lainnya, bukan di rumah manusia yang penuh interaksi sehari-hari.

Artinya, kemampuan memahami suara manusia mungkin tidak eksklusif bagi hewan yang telah lama didomestikasi.

**Kecerdasan Tinggi Burung Corvid**

Rook termasuk keluarga corvid, kelompok burung yang juga mencakup gagak dan raven—semuanya terkenal memiliki kecerdasan tinggi.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa burung-burung ini mampu memecahkan masalah kompleks, menggunakan dan memodifikasi alat, dan mengontrol suara secara sadar.

Dalam eksperimen lain, beberapa gagak bahkan mampu menghasilkan jumlah panggilan tertentu sesuai perintah, yang menunjukkan kontrol vokal yang cukup maju.

Karena itu, kemampuan Leo sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan bagi para peneliti.

**Bukan Pemahaman Bahasa Sesungguhnya**

Meskipun begitu, para peneliti menegaskan bahwa Leo tidak memahami bahasa manusia seperti manusia memahami bahasa.

Kemampuan Leo lebih tepat digambarkan sebagai menghubungkan suara tertentu dengan tindakan tertentu. Ini berbeda dengan penelitian pada burung nuri Afrika yang pernah menunjukkan kemampuan lebih kompleks, seperti menjawab pertanyaan “sama atau berbeda”.

Namun demikian, kemampuan Leo tetap sangat mengesankan.

**Keterbatasan Penelitian**

Para peneliti juga mengingatkan bahwa studi ini masih memiliki keterbatasan. Yang paling utama: hanya satu gagak rook yang menjalani seluruh rangkaian eksperimen.

Selain itu, salah satu perintah—”wait”—memerlukan kontrol diri untuk menahan diri dari makanan, sehingga lebih sulit dibandingkan perintah lainnya.

Untuk memastikan apakah kemampuan ini umum pada rook atau hanya dimiliki Leo, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

**Membuka Peluang Penelitian Baru**

Meskipun masih berupa studi kasus, keberhasilan Leo memberikan petunjuk penting. Burung sosial yang cerdas tampaknya mampu menyimpan aturan berbasis suara, mengabaikan petunjuk visual yang hilang, dan mengingat perintah selama berbulan-bulan.

Temuan ini membuka peluang baru bagi ilmuwan untuk menguji kemampuan serupa pada spesies liar lain yang tidak didomestikasi.

Jika hasilnya serupa, pemahaman kita tentang kecerdasan hewan—terutama kemampuan mereka memahami komunikasi manusia—mungkin harus direvisi.

**Implikasi untuk Studi Kognisi Hewan**

Penelitian ini menantang paradigma lama yang menganggap bahwa hanya hewan yang telah didomestikasi sel


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Ensiklopedia Aku Ingin Tahu: Dunia Hewan

Aku Senang Ada: Manusia dan Hewan

Ensiklopedia Saintis Junior: Hewan