SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?

Penjelajahan luar angkasa masa depan tampak akan dikuasai mereka yang memiliki kantong dalam. Namun tren ini belum tentu merugikan kemajuan teknologi antariksa.

Dalam drama pembatalan misi Starship V3 milik SpaceX dalam 15 menit terakhir hari Kamis, perusahaan antariksa Elon Musk membocorkan informasi menarik. SpaceX mengumumkan peluncuran ekspedisi pribadi menggunakan Starship untuk terbang melewati Mars.

Yang mengejutkan, sosok yang memimpin misi berawak pertama umat manusia menuju Mars bukanlah astronot berpengalaman. SpaceX justru menunjuk miliarder Chun Wang sebagai kapten ekspedisi. Baik SpaceX maupun Wang belum memberikan klarifikasi kapan misi bersejarah ini dilaksanakan, meski penerbangan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun.

**Deretan Miliarder di Antrian SpaceX**

Meski Wang berpotensi menjadi miliarder pertama yang melakukan perjalanan ke Mars, dia bukan miliarder pertama yang memesan kursi di Starship SpaceX. Sebelumnya, Jared Isaacman, pendiri dan CEO Shift4 Payments yang kini menjabat administrator NASA, sudah memesan beberapa penerbangan dari SpaceX, termasuk program Polaris pertama.

Selain itu, ada John Shoffner, seorang pembalap mobil sekaligus investor, yang menjadi pilot dalam misi Axiom Space Ax-2.

**Sosok di Balik Nama Chun Wang**

Bagi sebagian orang, nama Chun Wang mungkin terdengar asing dan dinilai sebagai kandidat tidak biasa untuk mengemban tugas monumental ini. Berlatar belakang sebagai pengembang perangkat lunak yang sempat putus kuliah, Wang mendadak kaya raya setelah berhasil membangun salah satu kolam penambangan Bitcoin pertama dan tersukses di China.

Ia berhasil meraup keuntungan besar sesaat sebelum Pemerintah China melarang keras semua aktivitas kripto pada 2021.

Ini bukan pertama kalinya Wang berurusan dengan roket SpaceX. Dalam rekam jejaknya, ia pernah memimpin misi Fram2 milik SpaceX pada April 2025. Misi tersebut ia danai sendiri secara pribadi demi mengamankan posisi sebagai komandan misi.

Meski media massa saat itu membesar-besarkan perjalanan singkat tersebut, Christopher Combs, wakil dekan bidang penelitian di Klesse College of Engineering and Integrated Design, University of Texas, menilai misi itu secara realistis.

“Satu tingkat di atas gimik, tetapi tidak bisa dibilang sebagai sebuah batu loncatan yang inovatif,” ungkap Christopher Combs.

**Ujian Ekstrem Perjalanan Dua Tahun**

Perjalanan menuju Planet Merah tentu berada di level yang jauh berbeda dibanding wisata luar angkasa singkat sebelumnya. Misi ini diperkirakan memakan waktu hingga dua tahun penuh dan akan menjadi ujian yang sangat berat, baik bagi fisik maupun mental sang miliarder.

Meski demikian, Wang tampaknya sangat antusias dan sama sekali tidak gentar.

“Saya bisa terus-menerus menatap tampilan peta di pesawat terbang dari mulai lepas landas sampai mendarat, jadi saya pikir saya akan menikmati perjalanan ini,” ujar Wang kepada para penonton siaran langsung hari Kamis tersebut.

Hingga saat ini, belum diketahui siapa saja yang akan menemani Wang dalam perjalanan sejauh 140 juta mil dari Bumi tersebut, atau apakah ia kembali mendanai penuh proyek ini.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Misi Untuk Raka

Trisurya (The Three-Body Problem)

Seri Tempo: Benny Moerdani yang Belum Terungkap