Sudah Berapa Banyak Generasi Manusia yang Hidup di Bumi? Ini Jawaban Ahli Genetika

Banyak orang merasa bangga ketika berhasil menelusuri silsilah keluarga hingga beberapa generasi ke belakang, baik melalui cerita kakek-nenek, catatan lama, atau tes DNA. Sejauh ini, rekor dunia pohon keluarga terpanjang masih dipegang filsuf tersohor China, Konfusius. Silsilah keluarganya tercatat membentang hingga lebih dari 80 generasi, menghubungkan dirinya yang hidup pada abad ke-5 Sebelum Masehi dengan keturunan yang masih hidup hari ini. Artinya, sejarah keluarga mereka terjaga selama hampir 3.000 tahun.

Namun, jika dilihat dari gambaran yang jauh lebih besar, fosil tertua membuktikan bahwa spesies manusia modern (Homo sapiens) sudah eksis di bumi selama 300.000 tahun. Pertanyaannya: sudah berapa banyak total generasi manusia yang lahir dan mendiami planet ini sejak pertama kali H. sapiens ada?

**Metode Ilmuwan Menghitung Lembaran Generasi**

Berdasarkan laporan Live Science, untuk menjawab teka-teki besar ini, para ilmuwan genetika menggunakan rumus matematika yang relatif sederhana. Mereka membagi total waktu eksistensi manusia (300.000 tahun) dengan “interval generasi”—yaitu usia rata-rata ketika seseorang memiliki anak pertama.

“Interval generasi cenderung lebih panjang pada pria dibandingkan wanita, karena pria secara biologis bisa memiliki anak di usia yang lebih tua,” jelas Matthew Hahn, ahli genetika populasi dari Indiana University Bloomington, Amerika Serikat.

Masalahnya, melacak usia rata-rata orang tua saat punya anak selama ratusan ribu tahun ke belakang bukanlah perkara mudah. Gaya hidup manusia purba tentu berbeda dengan manusia modern saat ini. Berbagai studi pun menghasilkan angka yang bervariasi:

– Studi Islandia (2003): Berdasarkan catatan gereja selama 300 tahun terakhir, rata-rata interval generasi manusia adalah 30,3 tahun.
– Studi Eropa (2005): Berdasarkan data tahun 1960 hingga 2000, rata-rata usia memiliki anak berada di angka 29,1 tahun.

**Mengintip Mutasi DNA 250.000 Tahun Lalu**

Melompat lebih jauh ke masa lalu, Matthew Hahn memimpin penelitian ambisius yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances. Timnya menggunakan model genetika mutakhir untuk melacak jejak mutasi DNA manusia selama 250.000 tahun terakhir.

Prinsipnya unik: seiring bertambahnya usia orang tua saat memiliki anak, kombinasi mutasi genetik baru yang diwariskan kepada anak mereka akan berubah. Dengan menganalisis jutaan mutasi DNA yang ada pada manusia modern saat ini, tim Hahn bisa membaca “jam biologis” nenek moyang di masa lalu.

“Jika Anda mengetahui jenis mutasi yang ditinggalkan individu kepada anak-anak mereka berdasarkan usia mereka, dan jika Anda memiliki kumpulan data mutasi tersebut, Anda dapat mencoba memperkirakan berapa usia rata-rata kelompok individu tersebut di masa lalu,” ungkap Matthew Hahn kepada Live Science.

Hasilnya mengejutkan. Sepanjang 250.000 tahun sejarah peradaban, rata-rata manusia memiliki anak di usia 26,9 tahun. Berdasarkan angka interval tersebut, Hahn dan timnya mengalkulasi bahwa telah ada sekitar 11.152 generasi manusia yang hidup di bumi selama 300.000 tahun terakhir.

**Batas Misteri: Antara Manusia dan Simpanse**

Meskipun angka 11.152 generasi terdengar sangat presisi, beberapa ilmuwan evolusi memilih untuk melihatnya dalam bentuk rentang angka yang fleksibel. Salah satunya adalah Moisès Coll Macià, peneliti biologi evolusioner dari Institute of Evolutionary Biology di Barcelona, Spanyol.

Coll Macià berpendapat bahwa batas bawah interval generasi manusia purba seharusnya mendekati kerabat terdekat yang masih hidup, yaitu simpanse. Berbagi nenek moyang yang sama jutaan tahun lalu, simpanse diketahui memiliki waktu generasi rata-rata sekitar 24,6 tahun.

Sementara untuk batas atas manusia modern berkisar antara 26 hingga 30 tahun, yang didasarkan pada analisis fragmen DNA manusia purba Neanderthal.

Jika menggunakan batas atas terjauh (30 tahun), maka setidaknya sudah ada 10.000 generasi manusia yang melangkah di bumi. Namun, jika menggunakan batas bawah tercepat (24,6 tahun), jumlahnya bisa membengkak hingga 12.195 generasi.

Bagaimanapun cara para ilmuwan menghitungnya, satu hal yang pasti: pohon keluarga umat manusia di bumi ternyata sudah sangat tinggi, kokoh, dan melampaui perjalanan waktu yang luar biasa panjang.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Yang Jauh Tersembunyi: Fisika Kuantum dan Teori Banyak-Dunia

Ensiklopedia Bumi untuk Anak Cerdas

Ensiklopedia Saintis Junior: Bumi