Pernahkah Anda membayangkan seekor ikan berjalan mundur di dasar laut layaknya sedang melakukan gerakan moonwalk? Perilaku unik ini benar-benar nyata dan baru saja terekam kamera ilmuwan untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Penemuan luar biasa ini dipublikasikan dalam jurnal Ocean-Land-Atmosphere Research pada 30 Juli 2026 dengan judul makalah “Walking Fish”.
Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ilmuwan dari Sun Yat-sen University dan Southern Marine Science and Engineering Guangdong Laboratory di bagian utara Laut China Selatan.
Menggunakan kapal selam berawak Shenhaiyongshi serta robot bawah air (ROV) Haiqin, mereka berhasil mengabadikan momen langka ini pada kedalaman 1.148 hingga 1.640 kaki atau sekitar 350 hingga 500 meter.
**Aksi Ikan “Moonwalk” di Laut China Selatan**
Spesies yang terekam melakukan aksi jalan mundur tersebut adalah Scalicus engyceros, sejenis ikan armored searobin (peristediid).
Ikan ini sebenarnya sudah dideskripsikan pertama kali oleh Albert Günther pada tahun 1872 dan memang dikenal memiliki kemampuan unik untuk “berjalan”.
Meskipun sebelumnya terdapat prediksi maupun keraguan mengenai kemampuan tersebut, perilaku berjalan menyamping dan mundur ini belum pernah benar-benar teramati secara langsung hingga ekspedisi ini dilakukan.
Gerakan berjalan menyamping layaknya kepiting dan berjalan mundur ini belum pernah diamati pada spesies ikan lainnya di dunia.
Selain Scalicus engyceros, tim peneliti juga mengamati dua spesies armored searobin lainnya di lokasi berbeda di Laut China Selatan, yaitu Paraheminodus murrayi dan Peristedion liorhynchus.
Temuan di berbagai titik ini kemudian memicu hipotesis adanya kekuatan spesialisasi lokal yang sedang bekerja pada spesies-spesies tersebut.
**Kemampuan Istimewa Hasil Evolusi**
Ikan Scalicus engyceros memiliki penampilan fisik yang sangat unik karena menyerupai gabungan antara udang dan ikan, hingga dijuluki sebagai “hibrida ikan-udang” oleh media lokal di Amerika Serikat.
Kemampuannya berjalan di dasar laut ditopang oleh duri sirip dada (pectoral-fin rays) bebas yang mengeras dan kaku. Duri-duri ini berfungsi layaknya kaki kaku yang dapat digerakkan secara independen untuk merayap di dasar laut.
Menariknya, jika merasa terancam, duri sirip dada dan ekornya dapat memicu lompatan eksplosif dan cepat dengan gaya khas udang. Sementara itu, sirip dadanya telah berevolusi menjadi pelat bulat yang datar untuk menjaga keseimbangan saat berjalan dan berenang.
**Punya “Garu Petani” di Wajah**
Keunikan ikan ini tidak berhenti di kaki jalannya saja. Di bagian moncongnya, terdapat sungut menjuntai keluar yang mirip dengan garu tanah milik petani.
Meski struktur ini tampak canggung saat ikan bergerak, bagian tersebut sangat berguna bagi ikan untuk mendeteksi, menyelidiki, dan menggali sedimen dasar laut demi mencari mangsa secara efisien.
Selain itu, mereka memiliki mata berukuran besar.
Walau ikan ini tampaknya tidak bisa melihat kapal selam yang mendekat, mereka terekam memutar mata ketika terkena sorotan lampu kendaraan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa mata mereka masih sensitif terhadap cahaya meskipun hidup di lingkungan laut dalam yang gelap gulita.
**Pentingnya Observasi Langsung di Alam**
Han Tian, penulis utama sekaligus peneliti doktoral di School of Marine Sciences, Sun Yat-sen University, menjelaskan bahwa teknologi eksplorasi modern memberikan dimensi baru bagi sains.
Melalui pengamatan langsung satwa di habitat aslinya, ilmuwan dapat memahami bagaimana lingkungan laut ekstrem memicu munculnya struktur biologis dan perilaku unik yang tidak ditemukan pada makhluk air lainnya di bumi.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: