Mengenal Challenger Deep, Titik Terdalam Lautan di Bumi

Kedalaman rata-rata lautan di Bumi mencapai sekitar 3.682 meter. Namun, terdapat satu titik yang jauh melampaui angka tersebut—berada di dasar Samudra Pasifik bagian barat, tepatnya di ujung selatan Palung Mariana, beberapa ratus kilometer arah barat daya Guam.

Lokasi ini disebut Challenger Deep, nama yang diambil dari kapal HMS Challenger yang pertama kali mengukur kedalamannya pada 1875, dilanjutkan HMS Challenger II dengan metode echo sounding pada 1951.

**Seberapa Dalam Challenger Deep?**

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mencatat kedalaman Challenger Deep sekitar 10.935 meter. Namun, angka pasti terus diperdebatkan karena perbedaan metode pengukuran.

Riset yang dimuat dalam jurnal Oceanography tahun 2021 menyebutkan, pengukuran akustik dengan gelombang kejut implosik instrumen Deep Sound pada 2014 menghasilkan estimasi kedalaman 10.983 ± 6 meter.

Data penyelaman langsung menggunakan wahana berawak menunjukkan angka yang bervariasi: 10.916 meter dari misi batisfer Trieste, 10.908 meter oleh James Cameron, dan 10.925 meter oleh Victor Vescovo.

Dasar Challenger Deep terbagi menjadi tiga cekungan utama: cekungan barat, tengah, dan timur.

Palung Mariana terbentuk lewat proses subduksi tektonik, yakni saat Lempeng Pasifik yang lebih padat menyusup ke bawah Lempeng Mariana. Gesekan antarlempeng ini berpotensi memicu gempa besar.

Di kedalaman ekstrem tersebut, ekosistem tetap hidup dengan berbagai organisme spesifik seperti amfipoda, ikan snailfish, teripang, hingga Xenophyophores—organisme bersel tunggal berukuran raksasa.

**Manusia Pertama yang Mencapai Dasar Challenger Deep**

Oceanograf Jacques Piccard dan Letnan Angkatan Laut AS Don Walsh menjadi manusia pertama yang menyentuh dasar Challenger Deep pada 23 Januari 1960.

Keduanya menyelam dengan batisfer Trieste hingga kedalaman hampir 7 mil dalam kondisi gelap total dan cuaca laut buruk.

Saat mendekati dasar, kaca jendela pandang berbahan Plexiglas sempat retak akibat tekanan air yang mencapai sekitar 16.000 pon per inci persegi.

Butuh waktu setengah abad sebelum penyelaman solo berikutnya dilakukan sutradara James Cameron pada 2012 dengan wahana DeepSea Challenger.

Dalam ekspedisi tersebut, Don Walsh bertindak sebagai penasihat. “Oh, penasihat, insinyur… atau objek seremonial,” ujarnya.

Soal pentingnya eksplorasi laut dalam, Walsh menegaskan, “Kita perlu memahami mekanika planet kita.”

Tokoh lain yang menjelajahi lokasi ini adalah Dr. Kathryn Sullivan, wanita pertama yang mencapai Challenger Deep.

“Ini seperti efek ‘Magic School Bus’ saat berada di lingkungan asing yang seharusnya tidak bisa saya jangkau, kecuali berkat rekayasa dan sains yang menciptakan pengalaman ajaib itu,” kata Sullivan.

**Sebagian Besar Dasar Laut Masih Belum Terpetakan**

Meski teknologi berkembang pesat, sebagian besar dasar laut belum terpetakan secara detail. Kendala utamanya adalah minimnya wahana ekstrem.

Batisfer yang mampu menahan tekanan air dahsyat sangat terbatas; wahana berawak bahkan sempat pensiun pada 1977 sebelum pihak swasta turut mendanai riset baru.

Selain itu, pemetaan akustik dasar laut sangat rumit. Kecepatan suara dalam air berubah-ubah bergantung suhu, salinitas, dan tekanan di setiap lapisan kedalaman.

Tanpa pengukuran sifat kolom air yang akurat bersamaan dengan pemetaan sonar, deviasi perhitungan sangat mudah terjadi.

Kontur dasar laut yang tidak rata juga memantulkan gelombang akustik ke berbagai arah, sehingga penentuan titik terdalam membutuhkan presisi sangat tinggi.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Laut Bercerita

Seri Misteri Favorit 12: Misteri Kota Lautan Api