Gempa Hari Ini M 4,7 Guncang Aceh, BMKG Catat 5 Gempa Susulan

Wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dan sekitarnya diguncang gempa berkekuatan magnitudo (M) 4,7 pada Selasa dini hari, 25 November 2025, pukul 00.30.16 WIB. Gempa ini dikategorikan dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di daratan Aceh.

**Lokasi dan Kedalaman Gempa**

Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 4,91° Lintang Utara dan 96,78° Bujur Timur. Tepatnya, episenter terletak di darat dengan jarak 22 kilometer arah barat laut Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Gempa ini memiliki kedalaman yang sangat dangkal, yaitu hanya 4 kilometer di bawah permukaan tanah.

**Penyebab Gempa**

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini memiliki sumber yang jelas.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” ungkap Daryono dalam keterangan resminya.

**Dampak dan Intensitas Guncangan**

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di berbagai wilayah Aceh. Di Bener Meriah dan Lhokseumawe, getaran dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity).

Intensitas IV MMI menandakan bahwa pada siang hari guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah. Pada intensitas ini, gerabah dapat pecah, jendela dan pintu berderik, serta dinding mengeluarkan bunyi.

Sementara itu, daerah Aceh Timur, Bireuen, dan Pidie merasakan intensitas III MMI. Pada tingkat ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dengan sensasi seakan-akan ada truk yang melintas.

**Belum Ada Laporan Kerusakan**

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau infrastruktur akibat gempa tersebut.

**Lima Gempa Susulan Tercatat**

Dr. Daryono juga memberikan informasi penting terkait potensi gempa lanjutan. Hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

“Hingga pukul 00.59 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa terdapat 5 kejadian gempabumi susulan (aftershock),” terang Dr. Daryono.

**Himbauan BMKG kepada Masyarakat**

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tegas Dr. Daryono.

**Sumber Informasi Terpercaya**

Masyarakat diminta memantau perkembangan informasi terkini hanya melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web resmi atau media sosial @infoBMKG.

**Konteks Geologis Wilayah**

Wilayah Aceh merupakan daerah yang rawan gempa karena posisinya yang berada di zona pertemuan lempeng tektonik. Aktivitas sesar aktif di daratan Aceh menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gempa-gempa dengan magnitudo sedang hingga besar.

**Sistem Peringatan Dini**

BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah ini melalui jaringan stasiun seismograf yang tersebar di seluruh Indonesia. Sistem pemantauan ini memungkinkan deteksi dini terhadap gempa dan potensi gempa susulan.

**Kesiapsiagaan Masyarakat**

Kejadian gempa ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Warga diimbau untuk selalu siap dengan rencana evakuasi dan mengetahui lokasi-lokasi aman di sekitar tempat tinggal.

Gempa dengan magnitudo 4,7 ini, meskipun tidak menyebabkan kerusakan, menjadi pengingat bahwa aktivitas seismik di wilayah Aceh perlu terus dipantau dan diwaspadai mengingat sejarah gempa besar yang pernah terjadi di provinsi ini.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Ommelanden: Perkembangan Masyarakat dan Ekonomi di Luar Tembok Kota Batavia, 1684-1740

Seri Sastra Dunia: Gempa Waktu

Wahyu yang Hilang, Negeri yang Guncang