Penelitian perbandingan antara mumi purba dengan manusia modern mengungkap fakta menarik tentang evolusi fisik manusia. Abad ke-20 ternyata menjadi tonggak penting bagi kesehatan manusia, dengan peningkatan drastis tinggi badan dan volume otak yang baru terjadi dalam 150 tahun terakhir berkat perbaikan nutrisi.
**Mumi Chinchorro yang Lebih Tua dari Mesir**
Kebudayaan Chinchorro yang menghuni Gurun Atacama di Chili sekitar 7.500 tahun lalu dikenal karena tradisi mumifikasi yang bahkan mendahului mumi Mesir Kuno beberapa ribu tahun. Kini, misteri di balik mumi purba ini mulai terkuak.
Studi yang dipublikasikan di Scientific Reports mengungkapkan bahwa rata-rata orang Chinchorro memiliki ukuran otak sekitar 12 persen lebih kecil dibandingkan otak rata-rata orang Chili masa kini. Temuan ini mengarah pada dugaan adanya malnutrisi berat selama masa kanak-kanak dan standar hidup yang buruk di lingkungan tersebut pada masa lampau.
**Kehidupan di Lingkungan Ekstrem**
Kondisi malnutrisi masyarakat Chinchorro tidaklah mengherankan, mengingat mereka bermukim di Gurun Atacama, salah satu lingkungan paling keras di planet ini. Kelompok pemburu-pengumpul kuno ini, yang bertahan hingga sekitar 3.500 tahun silam, memiliki akses sangat terbatas terhadap tumbuhan atau hewan darat dan harus mengandalkan laut sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan pangan.
**Metodologi Penelitian**
Untuk mempelajari lebih dalam tentang kesehatan penghuni gurun prasejarah ini, para peneliti melakukan pemindaian CT pada 68 kepala mumi Chinchorro dan membandingkannya dengan sembilan petani kuno dari wilayah yang sama, serta 83 orang Chili modern.
**Hasil Perbandingan Volume Otak**
Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata volume intrakranial (ICV)—indikator ukuran otak—adalah 1.321,26 sentimeter kubik untuk mumi Chinchorro, 1.336,57 sentimeter kubik pada petani pra-Hispanik, dan 1.481,22 sentimeter kubik pada populasi kontemporer.
Secara keseluruhan, pemindaian mengindikasikan adanya ekspansi serebral sebesar 12,05 persen ketika membandingkan mumi Chinchorro paling awal dengan kelompok modern.
**Dampak Malnutrisi Terhadap Pertumbuhan**
Para peneliti berusaha menjelaskan perbedaan signifikan dalam ICV dan postur tubuh. Perhitungan mereka menunjukkan pria Chili modern rata-rata 8,4 sentimeter lebih tinggi daripada pria Chinchorro, sementara wanita masa kini 4,6 sentimeter lebih tinggi dari pendahulu prasejarah mereka.
Mereka menyimpulkan bahwa Chinchorro kemungkinan kekurangan akses terhadap sumber daya pangan utama, yang berpotensi menghambat pertumbuhan mereka.
“Malnutrisi usia dini secara konsisten dikaitkan dengan berkurangnya volume otak dan gangguan kognitif, menyoroti pentingnya asupan energi dan nutrisi yang memadai selama periode perkembangan neurologis,” tulis para peneliti.
**Transisi Pertanian Tidak Mengubah Banyak**
Menariknya, peralihan ke pertanian tampaknya tidak memberikan dampak signifikan pada ukuran otak maupun tinggi badan. Para peneliti mencatat bahwa baru dalam 150 tahun terakhir, rata-rata postur tubuh orang Chili mulai meningkat secara masif.
**Revolusi Kesehatan Abad ke-20**
Perubahan mencolok ini baru terjadi pada abad ke-20. “Sementara transisi dalam strategi subsistensi prasejarah tidak menghasilkan perubahan signifikan baik dalam tinggi badan maupun ICV, abad ke-20 menandai titik infleksi,” tulis para peneliti.
Peningkatan drastis dalam postur tubuh yang diamati selama periode tersebut bersamaan dengan perbaikan gizi, terutama peningkatan konsumsi protein hewani dan produk susu, serta kemajuan dalam kesehatan masyarakat, sanitasi, dan pendidikan.
**Faktor-Faktor Pemicu Perubahan**
“Peningkatan mencolok dalam perawakan yang diamati selama periode ini bertepatan dengan peningkatan nutrisi, khususnya peningkatan asupan produk susu dan protein hewani, serta perbaikan yang lebih luas dalam kesehatan masyarakat, sanitasi, dan pendidikan,” simpul mereka.
**Signifikansi Penelitian**
Studi ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana faktor lingkungan dan nutrisi mempengaruhi evolusi fisik manusia. Perbandingan longitudinal ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan peradaban modern telah memberikan dampak dramatis pada perkembangan fisik manusia dalam periode waktu yang relatif singkat.
**Implikasi untuk Kesehatan Modern**
Temuan ini menekankan pentingnya nutrisi yang adequate, terutama pada masa pertumbuhan, untuk perkembangan optimal otak dan tubuh. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana kondisi sosio-ekonomik dan akses terhadap sumber daya dapat mempengaruhi evolusi fisik populasi manusia.
**Konteks Sejarah Evolusi**
Penelitian ini menempatkan perkembangan fisik manusia dalam konteks yang lebih luas, menunjukkan bahwa meskipun Homo sapiens telah ada selama puluhan ribu tahun, perubahan signifikan dalam kapasitas fisik dapat terjadi dalam jangka waktu yang relatif pendek ketika kondisi lingkungan dan sosial mendukung.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: