-
Fosil dalam Amber Ungkap Interaksi Semut Purba dan Parasitnya
Fosil yang terperangkap dalam amber atau getah pohon yang mengkristal selama jutaan tahun tak sekadar indah dipandang mata. Lebih dari sekadar benda koleksi, amber ternyata mampu “mengabadikan” momen interaksi ekologis antara makhluk hidup prasejarah. Sebuah riset morfologi terbaru mengungkap kemungkinan hubungan parasitisme hingga komensalisme antara semut kuno dan tungau (mites) yang hidup berdampingan dengannya. Penelitian…
-
Ternyata, Pertanyaan ke AI Bisa Mengubah Besar Kecilnya Energi yang Dipakai
Kecerdasan buatan (AI) sering terasa “tanpa bobot”. Ia hadir sebagai teks, gambar, atau video di layar ponsel dan laptop kita. Namun di balik respons yang tampak instan itu, ada pusat data besar yang bekerja keras dan mengonsumsi listrik dalam jumlah nyata. Pengukuran terbaru menunjukkan fakta mengejutkan: satu video yang dihasilkan AI bisa mengonsumsi lebih dari…
-
Rahasia Keistimewaan Parfum Arab: Aroma Mewah dari Kayu, Resin, Bunga Dicampur Tradisi
Begitu pintu pesawat terbuka di Bandara Internasional Dubai, indra penciuman langsung disambut aroma yang khas: harum dalam, hangat, dan mewah. Bukan sekadar wangi ruangan biasa. Ada jejak kayu gelap yang berasap, resin manis-balsamic, dan sentuhan musky yang memikat. Banyak pelancong spontan berkata, “Welcome to Dubai”—bahkan sebelum melihat gedung-gedung pencakar langitnya. Aroma itu bukan kebetulan. Ia…
-
Kedatangan Homo erectus di Asia Tenggara Diduga Ubah “Menu” Nyamuk
Kedatangan Homo erectus di Asia Tenggara sekitar 1,8 juta tahun lalu ternyata bukan hanya mengubah peta evolusi manusia purba. Sebuah studi terbaru menunjukkan, peristiwa ini juga kemungkinan besar mengubah “menu” nyamuk—dari yang semula lebih sering menggigit primata non-manusia menjadi menyukai manusia. Temuan ini berfokus pada kelompok nyamuk Anopheles leucosphyrus (Leucosphyrus), yang kini dikenal sebagai salah…