-
Wabah Mematikan Black Death 1347 Diduga karena Erupsi Gunung Berapi, Kok Bisa?
Sebuah studi terbaru mengajukan teori menarik mengenai asal-usul penyebaran wabah Black Death yang melanda Eropa pada Abad Pertengahan. Para peneliti menemukan bahwa erupsi vulkanik pada tahun 1345 kemungkinan memicu serangkaian peristiwa yang akhirnya membawa bakteri Yersinia pestis—penyebab penyakit pes—ke benua Eropa. Wabah Black Death mencapai Eropa pada tahun 1347, menyebar dengan cepat dan menewaskan sekitar…
-
Selain Percepat Penyembuhan Luka, Ikan Gabus Kaya Antioksidan dan Penurun Hipertensi
Ikan gabus (Channa striata), yang secara tradisional diyakini masyarakat dapat mempercepat penyembuhan luka, kini dikaji secara ilmiah memiliki potensi yang lebih luas, yaitu sebagai antioksidan dan antihipertensi. Penelitian kolaboratif yang dilakukan oleh sejumlah peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBP4BKP) pada 2018 menemukan…
-
Setelah 30 Tahun, Bunga Karnivora Paling Langka di Dunia Ditemukan Lagi
Setelah lebih dari tiga dekade menghilang dari pandangan, salah satu spesies tumbuhan karnivora paling terancam di Australia Barat dan dunia, Drosera silvicola, berhasil ditemukan kembali. Momen penemuan yang menggembirakan ini terjadi di Hutan Jarrah, Australia, berjarak 70 kilometer dari dua populasi terakhir yang diketahui berada di tengah area pertambangan. **Spesies Pygmy Sundew yang Unik** Dikutip…
-
Jam di Mars Berdetak Lebih Cepat, Rata-rata 477 Mikrodetik per Hari
Konsep waktu relatif bukan sekadar fenomena psikologis. Dalam fisika, perbedaan kecepatan dan gravitasi dapat membuat dua jam berdetak tidak sinkron. Berdasarkan prinsip ini, jam yang berada di Bumi dan jam yang berada di Mars tidak akan menunjukkan waktu yang sama. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan kini memiliki jawaban yang sangat presisi mengenai perbedaan tersebut. **Analisis…