• Kedatangan Homo erectus di Asia Tenggara Diduga Ubah “Menu” Nyamuk

    Kedatangan Homo erectus di Asia Tenggara sekitar 1,8 juta tahun lalu ternyata bukan hanya mengubah peta evolusi manusia purba. Sebuah studi terbaru menunjukkan, peristiwa ini juga kemungkinan besar mengubah “menu” nyamuk—dari yang semula lebih sering menggigit primata non-manusia menjadi menyukai manusia. Temuan ini berfokus pada kelompok nyamuk Anopheles leucosphyrus (Leucosphyrus), yang kini dikenal sebagai salah…

    Baca lebih lanjut…

  • Studi Genomik Ungkap Keturunan Genghis Khan Tak Sebanyak yang Diduga

    Selama bertahun-tahun, beredar klaim populer bahwa 1 dari 200 pria di dunia merupakan keturunan Genghis Khan. Angka itu setara dengan sekitar 0,5% populasi pria global—jumlah yang luar biasa besar untuk satu garis keturunan. Namun, studi genomik terbaru menunjukkan bahwa perkiraan tersebut kemungkinan terlalu tinggi. Penelitian yang dipublikasikan pada 19 Februari di jurnal PNAS ini mengungkap…

    Baca lebih lanjut…

  • Pria Neanderthal Lebih Sering Kawin dengan Wanita Homo Sapiens?

    Selama puluhan tahun, para ilmuwan mengetahui bahwa manusia modern (Homo sapiens) dan Neanderthal pernah kawin silang. Namun, sebuah studi terbaru yang terbit di jurnal Science pada 26 Februari mengungkap detail yang lebih spesifik—dan cukup mengejutkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika kedua spesies manusia purba itu bertemu, pasangan yang paling sering terbentuk kemungkinan adalah pria Neanderthal…

    Baca lebih lanjut…

  • Kazakhstan Tanam Puluhan Ribu Pohon untuk Kembalikan Harimau yang Hilang 70 Tahun

    Setelah menghilang lebih dari 70 tahun lalu, harimau akhirnya bersiap kembali ke Kazakhstan. Negara di Asia Tengah ini tengah menjalankan proyek konservasi ambisius untuk mengembalikan predator terbesar di dunia itu ke habitat bersejarahnya. Langkahnya tidak main-main. Sepanjang tahun lalu saja, Kazakhstan menanam 37.000 bibit dan stek pohon di kawasan South Balkhash, wilayah dekat Danau Balkhash…

    Baca lebih lanjut…