-
Ketika Blockchain Tenggelam oleh Gelombang AI
Beberapa tahun silam, blockchain dibicarakan dengan nada yang sangat menjanjikan. Teknologi ini disebut sebagai fondasi dunia pasca-Google: sebuah era baru internet yang tidak lagi terpusat, tidak bergantung pada raksasa platform, dan menjanjikan kedaulatan data di tangan pengguna. Dalam berbagai seminar dan diskusi, blockchain diposisikan bukan sekadar teknologi, melainkan paradigma—tentang kepercayaan, transparansi, dan distribusi kekuasaan di…
-
Asteroid Bayurisanto: Dialog Nyata Iman dan Ilmu
Nama Christoforus Bayu Risanto tiba-tiba mencuat di awal 2026. Bukan karena sensasi, tetapi karena prestasi senyap yang bergema secara global. Sebuah asteroid di Sabuk Utama, di antara Mars dan Jupiter, resmi diberi nama Bayurisanto oleh Working Group for Small Body Nomenclature di bawah International Astronomical Union. Pengumuman ini termuat dalam WGSBN Bulletin Januari 2026 dan…
-
Galaksi Seperti Bima Sakti Sudah Ada 2 Miliar Tahun Setelah Big Bang
Bayangkan alam semesta yang masih berusia “remaja”: umur kosmos baru sekitar 2 miliar tahun, bintang-bintang baru mulai mewarnai angkasa, dan galaksi-galaksi masih dalam proses pembentukan jati diri. Di masa yang sangat dini tersebut, para astronom kini mengonfirmasi keberadaan galaksi yang bentuknya sudah mirip Bima Sakti—yaitu galaksi spiral berpalang (barred spiral). Temuan ini menjadi salah satu…
-
Manusia Pertama Ternyata Tak Tegap: Homo habilis Masih Bertubuh Kera
“Manusia pertama” sering digambarkan sebagai sosok yang sudah tegap, berkaki panjang, dan mirip kita. Selama puluhan tahun, gambaran tersebut kerap melekat pada Homo habilis, salah satu anggota paling awal dari genus Homo yang hidup lebih dari 2 juta tahun lalu di Afrika. Namun, sebuah penemuan fosil terbaru dari Kenya membuat kisah itu jauh lebih menarik—sekaligus…