-
Lalat Lentera Tutul Menginvasi AS, Setelah Berevolusi di China
Invasi spotted lanternfly atau lalat lentera tutul di Amerika Serikat berlangsung cepat dan semakin mengkhawatirkan. Serangga invasif ini kini telah menyebar ke hampir 20 negara bagian di wilayah timur AS. Namun pertanyaan besarnya adalah: mengapa spesies ini begitu cepat beradaptasi dan sulit dikendalikan? Penelitian terbaru memberikan petunjuk penting. Jawabannya mungkin berawal jauh sebelum serangga ini…
-
Buaya Air Asin Pernah Menyeberangi Samudra Hindia hingga Seychelles, Sebelum Punah Akibat Manusia
Bayangkan seekor buaya berenang menembus luasnya Samudra Hindia, melintasi ribuan kilometer laut terbuka. Kedengarannya mustahil, tetapi penelitian DNA terbaru membuktikan bahwa hal itu benar-benar pernah terjadi. Sebuah studi genetika mengungkap bahwa buaya air asin (Crocodylus porosus) pernah menghuni Kepulauan Seychelles, sebuah gugusan pulau terpencil di Samudra Hindia bagian barat. Menariknya, populasi ini bukan buaya Nil…
-
Potensi Malapari: Energi Hijau Lahan Kering dan Pesisir
Tanaman malapari (Pongamia pinnata) yang dikenal dengan berbagai nama lokal seperti mempari, kacang kayu laut, kranji, bangkong, hingga butis dan sikam, merupakan pohon pantai yang menyimpan potensi besar bagi masa depan energi dan lingkungan. Tumbuhan asli yang banyak dijumpai di wilayah kering dan pesisir Nusa Tenggara Timur ini menunjukkan daya adaptasi luar biasa di lahan…
-
Bahasa Rahasia Pemburu Madu Mozambique dan Burung Pemandu
Di wilayah utara Mozambique, terjalin kolaborasi istimewa antara manusia dan alam. Para pemburu madu tidak sekadar bergantung pada pengalaman atau naluri saat mencari sarang lebah liar, melainkan juga berkomunikasi langsung dengan seekor burung kecil bernama greater honeyguide (Indicator indicator). Yang menarik, komunikasi ini bukanlah panggilan biasa—melainkan sebuah “bahasa” yang memiliki dialek regional berbeda-beda. Temuan ini…