Tim arkeolog di Chili selatan menemukan sebuah koin perak Spanyol dari abad ke-16 di tepi Selat Magellan. Penemuan ini menjadi bukti fisik penting dari keberadaan koloni Spanyol yang pernah dinyatakan hilang dan berakhir tragis.
Koin tersebut ditemukan di situs Ciudad del Rey Don Felipe, sebuah permukiman Spanyol yang didirikan pada 1584 namun akhirnya ditinggalkan akibat bencana kelaparan dan cuaca ekstrem.
**Validasi Catatan Sejarah Berusia 400 Tahun**
Penemuan ini bukan sekadar benda kuno biasa. Bagi para peneliti, koin ini adalah potongan puzzle yang memvalidasi catatan sejarah berusia lebih dari 400 tahun. Koin tersebut ditemukan terletak di atas batu dalam fondasi bawah tanah gereja pertama permukiman tersebut.
Hal ini sesuai dengan catatan navigasi kuno yang menyebutkan adanya upacara keagamaan saat peletakan batu pertama koloni.
“Penemuan ini memberikan titik temu yang langka dan kuat antara sumber tertulis dan bukti arkeologis,” kata Soledad González Díaz, peneliti utama proyek sekaligus sejarawan di Universitas Bernardo O’Higgins, Santiago.
**Rekonstruksi Tata Letak Permukiman**
Díaz menambahkan bahwa temuan ini tidak hanya mengonfirmasi lokasi, tetapi juga membantu merekonstruksi tata letak bangunan penting di dalam permukiman tersebut.
“Ini tidak hanya membantu mengonfirmasi lokasi dan tata letak struktur utama di dalam pemukiman, tetapi juga membuka kemungkinan baru untuk merekonstruksi organisasi spasialnya,” kata Díaz kepada Live Science.
**Koin “Piece of Eight” Legendaris**
Koin yang ditemukan adalah jenis “8-real”, dikenal sebagai real de a ocho atau piece of eight, yang sangat populer di kalangan pelaut dan bajak laut pada masanya. Koin ini dicetak dari perak murni dan ditemukan pada Maret 2026 selama penggalian arkeologi.
Penemuan ini juga memvalidasi keakuratan peta kuno yang dibuat oleh navigator Spanyol, Pedro Sarmiento de Gamboa, orang yang meletakkan koin tersebut di bawah fondasi bangunan lebih dari empat abad silam.
**Teknologi Modern dalam Penggalian**
Francisco Garrido, seorang arkeolog dari Museum Nasional Sejarah Alam Chili, menjelaskan bahwa penggunaan detektor logam dan instrumen geolokasi sangat membantu dalam memetakan situs yang terkubur ini.
“Sekarang kita bisa mengetahui dengan pasti bahwa inilah tempat di mana gereja itu berada, dan dari sana, mudah untuk mengetahui di mana semua struktur lainnya dibangun,” ungkap Garrido.
**Sejarah Kelam Koloni Terkutuk**
Kerajaan Spanyol mendirikan koloni Rey Don Felipe pada 1584 sebagai respons strategis terhadap ancaman bajak laut Inggris, Francis Drake, yang menggunakan Selat Magellan untuk melintasi samudra Atlantik dan Pasifik.
Namun, kejayaan yang diharapkan tidak pernah terwujud. Koloni ini justru menjadi saksi bisu perjuangan bertahan hidup yang memilukan.
**Kondisi Ekstrem yang Mematikan**
Kurangnya pasokan makanan dan musim dingin yang membeku membuat populasi koloni ini menyusut drastis. Arkeolog dari Southern University of Chile, Simón Urbina, menyoroti betapa beratnya kondisi saat itu bagi para pendatang dari Eropa.
“Musim dingin pertama pasti telah memakan korban jiwa yang besar pada populasi dewasa yang datang dari Spanyol dan diharapkan untuk berburu di wilayah yang tidak dikenal,” jelas Urbina.
**Penelitian Berkelanjutan**
Hingga saat ini, tim peneliti masih terus melakukan penggalian untuk memverifikasi struktur lain seperti gubuk, benteng pertahanan, dan gereja-gereja lainnya guna memahami lebih dalam kehidupan para penjajah yang bernasib malang tersebut.
**Konteks Historis Selat Magellan**
Selat Magellan pada abad ke-16 merupakan jalur strategis penting untuk perdagangan dan eksplorasi. Keberadaan koloni Spanyol di wilayah ini menunjukkan pentingnya kontrol atas rute perdagangan internasional pada masa itu.
**Signifikansi Arkeologis**
Penemuan koin ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan sehari-hari kolonis Spanyol di ujung selatan Amerika. Bukti material seperti ini sangat berharga untuk memahami dinamika kolonisasi Eropa di wilayah terpencil.
**Nasib Tragis Para Kolonis**
Ciudad del Rey Don Felipe menjadi salah satu contoh kegagalan ekspansi kolonial Eropa akibat ketidaksiapan menghadapi kondisi geografis dan iklim yang ekstrem. Kisah tragis koloni ini memberikan gambaran tentang tantangan nyata yang dihadapi para penjelajah pada era tersebut.
**Warisan Sejarah untuk Generasi Mendatang**
Upaya arkeologis ini tidak hanya mengungkap masa lalu, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga tentang adaptasi manusia terhadap lingkungan baru dan konsekuensi dari ambisi kolonial yang kurang terencana.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: