Asteroid berdiameter 50-60 meter yang dijuluki “city killer” atau “pembunuh kota” dipastikan tidak akan menghantam Bulan maupun Bumi pada 2032. Kepastian ini diperoleh setelah pengamatan terbaru menggunakan James Webb Space Telescope (JWST) yang berhasil memperbarui perhitungan lintasan asteroid tersebut dengan akurasi yang jauh lebih tinggi.
Temuan ini memberikan kelegaan bagi para ilmuwan dan masyarakat, karena sebelumnya asteroid bernama 2024 YR4 sempat dianggap sebagai salah satu objek ruang angkasa paling berbahaya yang pernah dipantau.
**Pengamatan JWST Mengubah Perhitungan Risiko**
Pengamatan dilakukan pada 18 Februari dan 26 Februari menggunakan instrumen inframerah JWST yang sangat sensitif. Data terbaru ini memungkinkan astronom NASA menghitung ulang jalur asteroid 2024 YR4 dengan presisi yang lebih tinggi.
Hasilnya cukup mengejutkan: kemungkinan asteroid menabrak Bulan yang sebelumnya diperkirakan 4,3 persen kini turun menjadi nol persen. Artinya, asteroid tersebut tidak akan menghantam Bulan ketika melintas pada tahun 2032.
Meski demikian, jarak lintasannya tetap sangat dekat dalam skala astronomi. Asteroid itu diperkirakan akan melintas sekitar 13.200 mil (21.200 kilometer) dari permukaan Bulan. Jarak tersebut bahkan lebih dekat daripada jarak sebagian satelit buatan yang mengorbit Bumi.
Pada saat bersamaan, asteroid ini juga dipastikan akan melewati Bumi pada jarak ratusan ribu mil, sehingga tidak menimbulkan ancaman bagi planet kita.
**Observasi Tersulit dalam Sejarah Astronomi**
NASA menjelaskan bahwa pengamatan terbaru ini hanya dapat dilakukan berkat kemampuan luar biasa teleskop James Webb. “Sejak musim semi 2025, asteroid ini tidak dapat diamati dari Bumi maupun teleskop luar angkasa lainnya kecuali menggunakan Webb,” ujar pejabat NASA.
Bahkan, citra yang diperoleh JWST termasuk pengamatan asteroid paling redup yang pernah dilakukan dalam sejarah. Badan Antariksa Eropa (ESA) yang turut mengelola teleskop ini bersama NASA dan Badan Antariksa Kanada juga menekankan tingkat kesulitan misi tersebut.
“Tantangannya sangat besar: menggunakan salah satu mesin paling kompleks yang pernah dibuat manusia untuk melacak objek yang hampir tak terlihat, jutaan kilometer jauhnya, lalu memprediksi posisinya hingga hampir tujuh tahun ke depan dengan akurat,” kata perwakilan ESA.
**Asteroid Paling Berisiko yang Pernah Dipantau**
Asteroid 2024 YR4 pertama kali ditemukan pada akhir 2024 oleh jaringan teleskop Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS). Setelah ditemukan, pengamatan lanjutan menunjukkan bahwa asteroid ini berukuran cukup besar, dengan diameter sekitar 53 hingga 67 meter. Sebagai perbandingan, ukurannya hampir setinggi Menara Pisa di Italia.
Jika asteroid sebesar ini menabrak Bumi, dampaknya akan sangat dahsyat. Para ilmuwan memperkirakan energi tumbukannya setara dengan sekitar 500 bom atom Hiroshima, cukup untuk menghancurkan sebuah kota besar. Karena potensi kerusakan itulah asteroid ini mendapat julukan “city killer”.
Pada tahap awal pengamatan, data mengenai lintasannya masih terbatas. Saat itu para astronom memperkirakan asteroid tersebut memiliki peluang kecil menabrak Bumi. Probabilitas tabrakan bahkan sempat mencapai 3,1 persen, yang merupakan peluang tabrakan asteroid tertinggi yang pernah dihitung dalam sejarah pemantauan asteroid.
Namun setelah pengamatan tambahan dari JWST dan teleskop lain, kemungkinan tersebut turun menjadi nol persen.
**Skenario Tabrakan dengan Bulan yang Tak Terjadi**
Sebelum perhitungan terbaru dirilis, para ilmuwan sempat membayangkan skenario menarik: bagaimana jika asteroid sebesar ini benar-benar menabrak Bulan? Tabrakan seperti itu sebenarnya bukan hal baru bagi Bulan, karena permukaannya dipenuhi kawah akibat hantaman benda langit selama miliaran tahun.
Namun peristiwa ini akan menjadi tabrakan besar pertama yang dapat diprediksi sebelumnya oleh ilmuwan dan diamati secara langsung dari Bumi. Beberapa astronom memperkirakan ledakan akibat tabrakan mungkin dapat terlihat dengan mata telanjang dari Bumi.
Sementara itu, ada juga yang memperingatkan kemungkinan hujan puing-puing yang dapat memicu hujan meteor baru di Bumi. Kini, dengan perhitungan terbaru, skenario dramatis tersebut tidak akan terjadi.
**Target Penelitian Pertahanan Planet**
Meski tidak lagi dianggap berbahaya, asteroid 2024 YR4 tetap menjadi objek penelitian yang sangat menarik. Para astronom melihatnya sebagai target penting untuk menguji model pertahanan planet (planetary defense)—sistem yang dirancang untuk mendeteksi dan menanggapi ancaman asteroid di masa depan.
NASA bahkan berencana mengamati asteroid ini kembali pada tahun 2028 saat ia kembali mendekati wilayah dalam Tata Surya. Pengamatan tersebut diharapkan dapat membantu para ilmuwan meningkatkan kemampuan manusia dalam memprediksi dan menghadapi potensi ancaman asteroid di masa depan.
Dengan kata lain, meskipun asteroid “pembunuh kota” ini tidak akan menabrak apa pun pada 2032, kehadirannya tetap menjadi peluang penting untuk belajar melindungi Bumi dari ancaman kosmik.
Kasus asteroid 2024 YR4 juga menunjukkan pentingnya kemajuan teknologi observasi astronomi. Tanpa kemampuan canggih teleskop James Webb, perhitungan risiko yang akurat mungkin tidak dapat diperoleh, dan ketidakpastian akan terus menghantui para ilmuwan hingga asteroid tersebut benar-benar melintas pada 2032.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait:
To Kill the Invisible Killer: Antologi Puisi Melawan Covid-19