Saat kita menggigil di taman dengan jaket tebal, kupluk, sarung tangan, dan sepatu bot hangat ketika udara dingin, burung-burung justru tampak tenang. Seekor robin melompat dari dahan ke dahan, sementara bebek berenang santai di kolam yang sebagian membeku.
Bagaimana burung bisa tetap hangat dan bertahan hidup di suhu yang membekukan? Jawabannya terletak pada kombinasi “jaket alami”, strategi hemat energi, hingga kemampuan biologis yang luar biasa.
**Senjata Utama: Bulu yang Bertambah Tebal**
Keunggulan utama burung dibanding manusia adalah bulu. Ketika musim dingin mendekat, burung sebenarnya menumbuhkan lebih banyak bulu. Kepadatan bulu mereka meningkat drastis.
“Kepadatan bulu mereka meningkat antara 35–70% selama bulan-bulan yang lebih dingin,” kata Ava Michelangelo, pengajar naturalis di Connecticut Audubon Society.
Ia menambahkan, perubahan ini mirip dengan cara manusia mengganti pakaian. “Sama seperti pakaian kita berubah dari kaus dan celana pendek di musim panas menjadi jaket dan celana panjang di musim dingin, burung juga mengalami perubahan serupa.”
**Teknologi Bulu Down: Isolator Alami Terbaik**
Dari berbagai jenis bulu yang dimiliki burung, bulu down adalah yang paling penting ketika musim dingin. Bulu ini sangat halus dan tumbuh dekat dengan kulit, berfungsi seperti lapisan termal dasar.
“Dari beberapa jenis bulu yang dimiliki burung, bulu down sangat baik dalam menjebak panas tubuh,” jelas Anna Pidgeon, profesor ekologi hutan dan satwa liar dari University of Wisconsin-Madison.
Struktur bulu down yang lembut menciptakan kantong udara kecil. Udara ini kemudian dipanaskan oleh panas tubuh burung dan bertindak sebagai isolator alami.
**Rahasia di Balik Penampilan “Mengembang”**
Anda mungkin sering melihat burung tampak lebih bulat dan “mengembang” ketika cuaca dingin. Itu bukan sekadar gaya.
“Yang mereka lakukan adalah menjebak udara di antara bulu-bulunya, yang kemudian dihangatkan oleh tubuh mereka,” jelas Michelangelo.
Selain itu, burung juga berusaha meminimalkan bagian tubuh yang terbuka. Mereka menyembunyikan paruh ke dalam bulu punggung atau sayap, berjongkok untuk menutupi kaki, atau berdiri dengan satu kaki, sementara kaki lainnya diselipkan ke dalam bulu dada.
Dengan berdiri satu kaki, luas permukaan kulit tanpa bulu yang terkena udara dingin berkurang hingga setengahnya.
**Strategi Berlindung dari Cuaca Ekstrem**
Ketika suhu turun ekstrem dan angin bertiup kencang, burung juga mencari tempat berlindung. Beberapa spesies seperti horned larks dan snow buntings bersembunyi di balik tonjolan kecil tanah untuk memblokir angin.
Sementara itu, burung seperti rock ptarmigan dan grouse menggali salju dan bersembunyi di dalamnya. Salju ternyata adalah isolator alami yang efektif.
“Beberapa burung cukup beruntung memiliki rongga yang sesuai di wilayah musim dingin mereka, misalnya di dalam pohon mati atau cabang yang membusuk,” kata Pidgeon.
**Kekuatan Berkumpul: Berbagi Panas Tubuh**
Burung pelatuk biasanya tidur sendirian di rongga tersebut. Namun burung kecil seperti chickadee dan bluebird sering berkumpul bersama. Mereka “memanfaatkan panas tubuh satu sama lain” untuk tetap hangat.
**Spesies yang “Didesain” untuk Dingin**
Tidak semua burung bertahan di musim dingin. Banyak yang bermigrasi ke wilayah lebih hangat. Namun burung yang tetap tinggal memang sudah “dirancang” untuk menghadapi dingin.
“Burung yang kita lihat sepanjang tahun di daerah dingin, seperti Black-capped chickadee, adalah spesies yang sangat baik bertahan di musim dingin,” ujar Michelangelo.
Selain itu burung juga menghasilkan panas dengan cara menggigil—sama seperti manusia. “Mereka terus-menerus menggigil untuk menghasilkan panas sambil mencari makanan berlemak tinggi seperti biji-bijian.”
**Keajaiban Sistem Peredaran Darah Burung Air**
Bebek, camar, dan burung air lainnya punya trik luar biasa. Meski berdiri di atas es, suhu inti tubuh mereka tetap stabil.
Michelangelo menjelaskan, “Pada hari ketika rawa asin membeku, Anda tetap akan menemukan burung-burung ini beristirahat di atas es yang membeku.”
Rahasia mereka ada pada sistem yang disebut countercurrent heat exchange atau pertukaran panas arus balik.
**Cara Kerja Sistem Canggih Ini:**
Darah hangat yang mengalir ke kaki mentransfer panasnya ke darah yang lebih dingin yang kembali ke tubuh. Akibatnya, suhu tubuh inti tetap hangat. Sedangkan kaki cukup hangat untuk mendapatkan oksigen, tetapi tidak membuang terlalu banyak panas.
Penelitian juga menunjukkan bahwa camar dapat membatasi jumlah darah yang mengalir ke kaki mereka, sehingga mengurangi kehilangan panas ke permukaan es.
Menariknya lagi, burung air memiliki sangat sedikit reseptor rasa sakit di kaki mereka. Jadi mereka tidak merasakan dingin seperti manusia yang berdiri tanpa alas kaki di atas es.
**Persiapan “Tabungan Makanan” sejak Musim Hangat**
Musim dingin berarti makanan lebih sulit ditemukan. Karena itu, banyak burung sudah bersiap sejak musim hangat. Mereka menyembunyikan biji dan serangga di celah kulit kayu atau di bawah lumut untuk dimakan nanti.
Chickadee bahkan memiliki kemampuan luar biasa. “Hippocampus mereka—bagian otak yang menyimpan memori—lebih besar di musim dingin,” kata Michelangelo. “Ini membantu mereka mengingat di mana mereka menyimpan makanan.”
Satu ekor chickadee bisa menyimpan hingga 1.000 biji per hari, atau 80.000 biji dalam satu musim. Sebagai perbandingan, seekor tupai rata-rata hanya mengubur sekitar 3.000 kacang dalam satu musim.
**Mode Hemat Energi: Daily Torpor**
Jika makanan sangat langka, beberapa burung menggunakan strategi lain yang disebut daily torpor. Ini adalah kondisi sementara ketika suhu tubuh diturunkan, detak jantung melambat, dan pernapasan diperlambat. Tujuan
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: