Bagaimana Cara Paus Menyusui Anaknya di Tengah Lautan?

Semua mamalia, termasuk yang hidup di lautan, bergantung pada air susu ibu untuk berkembang. Namun, pernahkah Anda penasaran bagaimana caranya anak paus menyusu di bawah air tanpa tersedak?

**Susu Disemprotkan Langsung ke Mulut Anak**

Tidak seperti mamalia darat yang dapat menempelkan mulut langsung ke puting susu induknya, anak paus menghadapi tantangan berbeda. Apabila anak paus berusaha menempel pada puting induknya seperti mamalia darat, ia justru akan menelan air laut yang berbahaya bagi kesehatan.

Solusinya sangat unik: induk paus menyemprotkan susunya langsung ke dalam mulut sang anak. Dikutip AZ Animals, induk paus memiliki dua kelenjar susu di bagian bawah tubuhnya. Kelenjar ini tersembunyi di balik celah khusus yang melindungi puting dari dinginnya air laut, dan hanya terbuka saat proses menyusui.

Agar susu tidak langsung larut di air laut, susu paus mengandung lemak yang sangat tinggi sehingga teksturnya kental dan tidak mudah menyebar. Dengan mekanisme ini, susu dapat masuk ke mulut anak paus secara efektif.

**Tumbuh Ratusan Kilogram Per Hari**

Anak paus menyusu berkali-kali sepanjang hari dengan hasil yang menakjubkan. Beberapa jenis anak paus, seperti paus biru, dapat bertambah berat hingga sekitar 90 kilogram per hari selama beberapa bulan pertama kehidupannya.

Susu yang kaya lemak ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tubuh anak paus, terutama lapisan lemak tebal (blubber) yang melindunginya dari dinginnya samudra.

Berapa lama anak paus bergantung pada susu ibunya? Hal ini tergantung pada jenisnya. Anak paus bungkuk (humpback) dan paus biru biasanya disapih setelah sekitar 6 hingga 7 bulan. Sementara anak paus beluga dapat menyusu hingga dua tahun penuh.

Setelah masa menyusui berakhir, anak paus perlahan-lahan mulai beralih memakan ikan-ikan kecil, mengikuti pola makan paus dewasa.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Ibu Susu