Sebuah makam pembakaran periode Romawi dengan koleksi artefak mewah berhasil ditemukan tim arkeolog di Perancis. Makam ini berisi koin perak, perhiasan emas, dan cincin dengan ukiran nama yang diduga merupakan identitas keluarga almarhum, memberikan petunjuk penting mengenai ritual pemakaman mewah untuk seorang remaja laki-laki di masa lampau.
**Penemuan Tak Terduga di Pemukiman Abad Pertengahan**
Makam tersebut ditemukan secara tidak sengaja saat penggalian di bawah pemukiman abad pertengahan di Lamonzie-Saint-Martin, sebuah kota kecil di barat daya Perancis. Para arkeolog menemukan penguburan yang tidak lazim ketika melakukan ekskavasi di lokasi tersebut.
**Makam Bustum dengan Kekayaan Berlimpah**
Penggalian mengungkap bahwa makam tersebut merupakan jenis bustum—praktik pemakaman era Romawi di mana jenazah dibakar langsung di atas kuburan kemudian segera dikubur. Bustum berbentuk persegi panjang berukuran 2,2 x 1,05 meter dan dipenuhi berbagai harta benda untuk almarhum.
Makam tersebut diperkirakan berasal dari abad pertama hingga ketiga Masehi. Di dalamnya, arkeolog menemukan:
**Koin dan Perhiasan Emas**: 10 keping koin perak dan perunggu, disertai lembaran emas kecil yang kemungkinan menghiasi dompet atau wadah koin.
**Aksesori Berharga**: Kristal berbentuk belah ketupat, sisa-sisa aksesori kulit berhiaskan permata yang telah membusuk.
**Objek Lainnya**: Benda besi panjang yang terkorosi, kemungkinan bagian dari kendali kuda.
Penemuan yang kaya dan terawat baik ini menimbulkan sejumlah pertanyaan yang akan dijawab para arkeolog melalui analisis lebih lanjut, termasuk penentuan jenis kelamin dan usia almarhum saat meninggal berdasarkan tulang yang tersisa.
**Cincin Emas dan Jejak Warisan Yunani**
Dua benda emas yang ditemukan di makam ini menjadi petunjuk kunci mengenai identitas penghuni makam.
Pertama, arkeolog menemukan kemungkinan sebuah bulla—jimat khusus yang diberikan kepada anak laki-laki di Roma kuno sembilan hari setelah mereka lahir, dan dipakai hingga mencapai usia dewasa (sekitar 16 tahun) sebagai warga negara Romawi.
Kedua, sisa-sisa cincin emas yang berubah bentuk akibat panas pembakaran tampak sesuai dengan sepotong kecil kristal batu berukir yang disebut intaglio.
“Cincin emas, yang berubah bentuk oleh panas pembakaran, tampaknya cocok dengan sepotong kecil kristal batu berukir yang disebut intaglio. Prasasti Yunani pada intaglio tersebut berbunyi ΑΛΛΑΛΛΗ (Allallé), yang mungkin merupakan nama keluarga (surname) almarhum,” jelas pernyataan yang diterjemahkan dari INRAP (Institut Nasional Prancis untuk Penelitian Arkeologi Pencegahan).
**Implikasi Warisan Budaya**
Penemuan makam yang kaya artefak, termasuk yang mengindikasikan warisan Yunani (prasasti Allallé), di wilayah Perancis ini akan menjadi fokus penggalian lebih lanjut untuk menemukan kuburan atau tempat tinggal lain yang dapat menjelaskan misteri ini.
**Signifikansi Arkeologis**
Temuan ini memberikan wawasan berharga tentang praktik pemakaman elit Romawi di wilayah Perancis kuno dan menunjukkan adanya pengaruh budaya Yunani yang kuat dalam masyarakat Romawi di daerah tersebut.
**Analisis Lebih Lanjut**
Para arkeolog akan melanjutkan analisis mendalam terhadap temuan ini untuk memahami lebih jauh tentang identitas almarhum, status sosialnya, dan konteks budaya di mana ritual pemakaman mewah ini dilakukan.
**Konteks Sejarah Regional**
Penemuan ini memperkaya pemahaman tentang keberadaan komunitas Romawi di wilayah barat daya Perancis dan praktik budaya yang berlaku pada periode tersebut, khususnya dalam hal ritual kematian dan status sosial.
**Metodologi Penelitian**
Tim arkeolog menggunakan berbagai teknik analisis modern untuk menginterpretasikan temuan ini, termasuk analisis isotop untuk menentukan asal-usul geografis almarhum dan analisis metalurgi untuk memahami teknik pembuatan artefak logam.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: