Selama puluhan tahun, dunia paleontologi mengenal dinosaurus berkepala kubah atau pachycephalosaurus terutama dari fosil tengkoraknya saja. Bagian tubuh selain kepala—terutama dari individu muda—hampir tidak pernah ditemukan. Namun kini, sebuah penemuan langka dari Kanada membuka bab baru tentang bagaimana dinosaurus unik ini tumbuh dan bergerak di awal kehidupannya.
Tim peneliti berhasil mendeskripsikan fosil tubuh pachycephalosaurus termuda yang pernah ditemukan. Temuan ini memberi gambaran penting tentang perkembangan (ontogeni) dan pola pergerakan dinosaurus tersebut saat masih berusia sangat muda.
**Misteri Dinosaurus Zaman Kapur**
Menurut ahli paleontologi dari Carleton University, Bryan Moore, dan rekan-rekannya, kelompok Pachycephalosauria terdiri dari dinosaurus berukuran relatif kecil. “Pachycephalosauria sebagian besar terdiri dari dinosaurus kecil (panjang antara 2 hingga 6 meter), berkaki dua, yang hidup dari zaman Santonian hingga Maastrichtian (85 hingga 66 juta tahun lalu) di Asia dan Amerika Utara,” jelas Moore dan timnya.
Kelompok ini paling dikenal karena ciri khas tengkoraknya. “Klad ini paling dikenal karena penyatuan tulang frontal dan parietal menjadi kubah yang menggembung,” tulis para peneliti.
Bagian tengkorak di sekitarnya kadang ikut menyatu dan sering dihiasi tonjolan, duri, serta ornamen lainnya. Struktur kubah yang tebal dan keras ini membuat bagian kepala menjadi komponen paling tahan terhadap proses pembusukan dan pelapukan (taphonomi).
“Karena kubah frontoparietal adalah bagian kerangka pachycephalosaurus yang paling tahan terhadap proses taphonomi (kecuali gigi), catatan fosil pachycephalosauria didominasi oleh sisa-sisa tengkorak parsial,” ungkap para ilmuwan.
Akibatnya, sebagian besar pengetahuan ilmiah tentang evolusi dan pertumbuhan dinosaurus ini selama ini hanya bertumpu pada morfologi tengkorak.
**Penemuan Bayi Berusia 67 Juta Tahun**
Fosil terbaru yang diberi kode CMNFV 22039 ini diperkirakan berusia sekitar 67 juta tahun, berasal dari periode Maastrichtian pada akhir Zaman Kapur. Spesimen tersebut ditemukan di Formasi Frenchman, formasi geologi termuda dari lima formasi Maastrichtian di Saskatchewan selatan, Kanada.
Yang membuatnya istimewa, dinosaurus ini diduga berusia kurang dari satu tahun saat mati. Dengan demikian, ia menjadi pachycephalosaurus termuda yang pernah diketahui berdasarkan sisa kerangka tubuh, bukan hanya tengkorak.
Meski masih sangat muda dan kecil, ciri khas kelompoknya sudah terlihat jelas. “Terlepas dari ukurannya yang kecil (perkiraan panjang total 90 cm atau sekitar 3 kaki), kerangka ini menunjukkan beberapa karakter diagnostik Pachycephalosauria,” kata para paleontolog.
Temuan ini menunjukkan bahwa banyak ciri yang selama ini digunakan ilmuwan untuk mengidentifikasi pachycephalosaurus dewasa ternyata sudah muncul sejak sangat dini dalam hidup mereka.
**Tubuh Ramping untuk Kecepatan**
Tak hanya soal bentuk tubuh, fosil ini juga memberikan petunjuk menarik tentang cara bergerak dinosaurus berkepala kubah saat masih muda. Dibandingkan dengan individu dewasa, kaki belakang dinosaurus muda ini relatif lebih panjang secara proporsional.
Hal ini mengisyaratkan bahwa sejak kecil, mereka memiliki tubuh yang lebih ramping dan lebih berorientasi pada kecepatan. Dengan kata lain, bayi pachycephalosaurus kemungkinan lebih lincah dan cepat berlari dibandingkan versi dewasanya.
Seiring bertambahnya usia dan bobot tubuh, proporsi tubuh mereka berubah menjadi lebih kekar seperti yang terlihat pada spesimen dewasa. Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran gaya gerak seiring pertumbuhan.
“Panjang kaki belakang yang relatif lebih besar pada individu muda dibandingkan pachycephalosaurus dewasa menunjukkan kemungkinan adanya allometri ontogenetik negatif pada kaki belakang,” jelas para peneliti.
Allometri ontogenetik negatif berarti bagian tubuh tertentu—dalam hal ini kaki belakang—tumbuh lebih lambat dibandingkan bagian tubuh lain saat hewan bertambah besar. Akibatnya, proporsinya tampak lebih panjang pada usia muda dan relatif lebih pendek saat dewasa.
**Mengisi Celah Sejarah Fosil**
Penemuan fosil bayi dinosaurus berkepala kubah ini sangat penting karena membantu mengisi celah besar dalam catatan fosil Pachycephalosauria. Selama ini, dominasi temuan tengkorak membuat ilmuwan kesulitan memahami perubahan bentuk tubuh secara menyeluruh dari fase muda hingga dewasa.
Kini, dengan adanya spesimen tubuh utuh dari individu yang sangat muda, para ilmuwan bisa mempelajari bagaimana dinosaurus ini tumbuh, berubah, dan menyesuaikan cara bergeraknya sepanjang hidup.
Temuan ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang evolusi dinosaurus berkepala kubah, tetapi juga menunjukkan bahwa bahkan dalam kelompok yang sudah lama diteliti, masih ada misteri besar yang menunggu untuk diungkap dari dalam lapisan batuan purba.
**Implikasi Penelitian**
Fosil bayi pachycephalosaurus dari Kanada memberikan wawasan baru tentang strategi bertahan hidup dinosaurus ini. Kemampuan berlari cepat pada usia muda kemungkinan membantu mereka menghindari predator, sementara tubuh yang lebih kekar pada usia dewasa mungkin memberikan keuntungan dalam kompetisi dengan sesama spesies atau mempertahankan teritorial.
Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya melestarikan lokasi-lokasi fosil yang kaya akan spesimen dari berbagai tahap kehidupan dinosaurus. Hanya dengan mendapatkan gambaran lengkap dari bayi hingga dewasa, para ilmuwan dapat memahami evolusi dan adaptasi dinosaurus secara menyeluruh.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: