Gerhana Matahari Melintas Antartika Hari Ini, Seberapa Sering Fenomena Ini Terjadi?

Pada 17 Februari 2026, langit di kawasan Antartika akan dihiasi oleh gerhana Matahari. Peristiwa ini memang tidak selalu terjadi di wilayah ekstrem selatan Bumi tersebut, namun secara global, gerhana Matahari sebenarnya bukan fenomena langka.

Lalu, seberapa sering gerhana Matahari terjadi? Dan kapan gerhana Matahari total berikutnya bisa disaksikan?

**Frekuensi Global yang Mengejutkan**

Secara global, gerhana Matahari terjadi antara dua hingga lima kali setiap tahun. Namun, sebagian besar tahun hanya memiliki dua kali gerhana, menurut data Timeanddate.

Meski begitu, jenisnya tidak selalu sama. Gerhana Matahari bisa berupa:

– **Gerhana Matahari Total**: Bulan sepenuhnya menutupi Matahari
– **Gerhana Matahari Cincin (Annular)**: Bulan berada di titik terjauh dari Bumi sehingga tidak sepenuhnya menutupi Matahari, menyisakan “cincin api”
– **Gerhana Matahari Sebagian**: Hanya sebagian piringan Matahari yang tertutup Bulan
– **Gerhana Matahari Hibrida (Total-Cincin)**: Kombinasi langka yang di beberapa lokasi tampak total, di lokasi lain tampak cincin

Rata-rata, gerhana Matahari total terjadi setiap 18 bulan sekali di suatu tempat di Bumi. Namun jarak waktunya bisa lebih pendek. Contohnya, gerhana total terjadi pada 20 April 2023 dan kembali terjadi pada 8 April 2024.

Jeda ini setara dengan satu tahun lunar, yakni 12 kali siklus orbit Bulan mengelilingi Bumi (lunasi). Menurut EclipseWise, interval antara dua gerhana Matahari berturut-turut bisa berjarak satu, lima, atau enam lunasi, meski umumnya jenis gerhananya berbeda.

**Paradoks Lokasi: Global Sering, Lokal Langka**

Walaupun secara global cukup sering, menyaksikan gerhana Matahari total dua kali di lokasi yang sama dalam waktu singkat adalah peristiwa langka.

Dalam makalah tahun 1982, astronom Belgia Jean Meeus menyebutkan bahwa rata-rata gerhana Matahari total terjadi di lokasi yang sama setiap 375 tahun sekali.

Angka ini kemudian diperbarui oleh Ernie Wright dari NASA, yang memetakan 11.898 jalur gerhana Matahari total selama 5.000 tahun (dari 2.000 SM hingga 3.000 M). Hasilnya, rata-rata lokasi yang sama akan mengalami gerhana total setiap 366 tahun sekali.

Artinya, jika Anda menyaksikan gerhana total di suatu kota, kemungkinan besar peristiwa serupa baru akan terjadi lagi beberapa abad mendatang.

**Gerhana Antartika: Saksi Terbatas**

Gerhana pada 17 Februari 2026 akan melintasi wilayah Antartika, kawasan yang jarang dihuni manusia. Ini membuat fenomena tersebut tidak banyak disaksikan secara langsung oleh publik luas.

Kondisi cuaca ekstrem dan lokasi terpencil membuat observasi langsung sangat terbatas. Sebagian wilayah sekitar Samudra Selatan berpotensi menyaksikan gerhana dalam bentuk sebagian.

Karena terjadi di wilayah Antartika, gerhana ini lebih banyak menjadi perhatian komunitas ilmiah dan ekspedisi penelitian dibandingkan wisatawan pemburu gerhana.

**Kalender Gerhana Total Dekade Mendatang**

Bagi pemburu gerhana, dekade mendatang menyajikan sejumlah peluang menarik. Berdasarkan peta jalur gerhana yang disusun kartografer gerhana Xavier Jubier, berikut jadwal gerhana Matahari total setelah 8 April 2024:

– **12 Agustus 2026**: Greenland, Islandia, dan Spanyol
– **2 Agustus 2027**: Spanyol selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah
– **22 Juli 2028**: Australia dan Selandia Baru
– **25 November 2030**: Namibia, Botswana, Afrika Selatan, Lesotho, dan Australia
– **14 November 2031**: Samudra Pasifik
– **30 Maret 2033**: Rusia dan Alaska
– **20 Maret 2034**: Afrika Tengah dan Asia Selatan

Gerhana 12 Agustus 2026 dan 2 Agustus 2027 diperkirakan menjadi yang paling mudah diakses dari Eropa dan kawasan padat penduduk.

**Mengapa Tidak Setiap Bulan?**

Bulan memang mengelilingi Bumi setiap sekitar 29,5 hari (satu lunasi). Namun gerhana tidak terjadi setiap bulan karena bidang orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Gerhana hanya terjadi ketika Bulan berada di titik perpotongan orbit (disebut node) dan dalam fase Bulan baru. Kombinasi ini tidak selalu terjadi setiap siklus.

**Fenomena Langka bagi Individu**

Walaupun secara statistik cukup sering terjadi di Bumi, gerhana Matahari tetap menjadi fenomena langka bagi individu. Terlebih lagi untuk gerhana total, yang hanya terjadi di lokasi tertentu dalam jalur sempit selebar ratusan kilometer.

Tak heran jika para pemburu gerhana rela melakukan perjalanan lintas benua demi menyaksikan beberapa menit kegelapan di siang hari.

Gerhana Matahari 17 Februari 2026 mungkin hanya akan dinikmati para peneliti di Antartika. Namun daftar gerhana berikutnya menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, kesempatan menyaksikan fenomena spektakuler ini akan kembali hadir di berbagai belahan dunia.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Ensiklopedia Saintis Junior: Bumi

Aku Senang Ada: Bintang dan Bulan

Breaking the Spell: Agama sebagai Fenomena Alam