Gerhana Matahari Pertama 2026 akan Hadirkan Fenomena “Cincin Api”

Fenomena langit spektakuler akan membuka tahun 2026. Pada 17 Februari 2026, dunia akan menyaksikan gerhana Matahari pertama tahun ini, sebuah peristiwa astronomi yang dikenal sebagai gerhana Matahari cincin (annular solar eclipse) dan menghasilkan pemandangan dramatis yang dijuluki “ring of fire” atau cincin api.

Menurut data NASA dan Time & Date, gerhana ini akan mencapai puncaknya pada pukul 09.56 UTC (atau pukul 04.56 WIB tanggal 18 Februari 2026). Pada saat tersebut, Bulan akan melintas tepat di antara Matahari dan Bumi, menutupi hingga 92 persen permukaan Matahari. Efek cincin api akan bertahan maksimal selama 2 menit 19 detik.

**Fenomena “Cincin Api” di Langit**

Secara ilmiah, gerhana Matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi (apogee). Akibatnya, ukuran Bulan tampak sedikit lebih kecil dibanding Matahari jika dilihat dari Bumi. Bukannya menutup Matahari sepenuhnya, Bulan justru meninggalkan lingkaran cahaya terang di sekelilingnya.

Inilah yang menciptakan tampilan visual ikonik berupa lingkaran cahaya keemasan yang mengelilingi siluet gelap Bulan—fenomena yang tampak seperti cincin api raksasa di langit.

**Wilayah Terpencil Antartika Jadi Lokasi Utama**

Meski terdengar memukau, ada satu kendala besar: hampir tidak ada manusia yang bisa menyaksikannya secara langsung. Jalur utama gerhana Matahari cincin Februari 2026 hanya melintasi wilayah terpencil Antartika. Sementara itu, gerhana parsial masih bisa terlihat dari Afrika bagian selatan dan ujung selatan Amerika Selatan.

Jadi, kecuali Anda seorang peneliti yang bertugas di Kutub Selatan—atau seekor penguin—peluang menyaksikan cincin api ini secara langsung sangat kecil.

**Rangkaian Gerhana Matahari Spektakuler**

Namun, tidak perlu kecewa. Gerhana Matahari Februari 2026 hanyalah pembuka dari rangkaian peristiwa langit luar biasa. Setelah periode yang relatif sepi, dunia akan memasuki semacam “era emas mini” gerhana Matahari dalam tiga tahun berikutnya.

Berikut jadwal gerhana Matahari penting setelah Februari 2026:

– 12 Agustus 2026 (Total): Gerhana Matahari total pertama di Eropa sejak 1999, melintasi Islandia dan Spanyol.
– 6 Februari 2027 (Cincin): Terlihat di sebagian Amerika Selatan dan Afrika.
– 2 Agustus 2027 (Total): Dijuluki “Gerhana Abad Ini”, terlihat di Spanyol, Afrika Utara, dan Arab Saudi.
– 26 Januari 2028 (Cincin): Terlihat dari Kepulauan Galapagos, Brasil, dan Spanyol.
– 22 Juli 2028 (Total): Melintasi benua Australia.

**Gerhana Matahari Total 2027: Yang Terlama Abad Ini**

Di antara semua itu, gerhana Matahari total 2 Agustus 2027 menjadi yang paling dinantikan. Peristiwa ini disebut sebagai “Eclipse of the Century” karena fase totalitasnya bisa berlangsung lebih dari enam menit, menjadikannya yang terlama sepanjang abad ke-21.

Lebar jalur totalitasnya mencapai sekitar 258 kilometer, membentang di Afrika, Eropa, hingga Asia. Dampaknya, miliaran orang diperkirakan akan menyaksikan setidaknya gerhana parsial.

Bagi pemburu pengalaman terbaik, lokasi ideal berada di sekitar Luxor, Mesir—wilayah yang bukan hanya menawarkan langit sempurna untuk mengamati gerhana, tetapi juga kaya akan situs arkeologi kuno.

Bagi pengamat langit, beberapa tahun ke depan adalah waktu emas untuk kembali menengadah—karena Matahari, Bulan, dan Bumi akan menampilkan salah satu pertunjukan kosmik paling memukau yang bisa disaksikan manusia.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Aku Senang Ada: Bintang dan Bulan