Hilang 82 Tahun, Bangkai Kapal Selam AS Perang Dunia II Ditemukan di Jepang

Tepat 82 tahun setelah dinyatakan hilang pada masa Perang Dunia II, bangkai kapal selam Amerika Serikat, USS Herring (SS-233), akhirnya berhasil ditemukan. Kapal selam ini ditemukan berada di kedalaman lebih dari 300 kaki (sekitar 91 meter) di bawah permukaan Samudra Pasifik, tepatnya di lepas pantai Pulau Matsua, Jepang.

Berdasarkan keterangan resmi dari Komando Sejarah dan Warisan Angkatan Laut AS (NHHC), kapal selam tersebut kini berada dalam posisi tegak dan memiliki tingkat keutuhan yang sangat tinggi.

Kepastian penemuan ini diumumkan setelah melalui proses panjang analisis bukti-bukti yang dikumpulkan oleh tim peneliti internasional.

**Misi Terakhir USS Herring**

Berdasarkan laporan Pop Science, USS Herring pertama kali diluncurkan dari Galangan Kapal Angkatan Laut Portsmouth di Maine pada 15 Januari 1942, dan resmi beroperasi pada 4 Mei 1942. Selama masa Perang Dunia II, kapal ini tercatat sukses menyelesaikan delapan patroli perang di Samudra Atlantik dan Pasifik.

Dalam sejarahnya, USS Herring berhasil menenggelamkan tujuh kapal musuh, termasuk empat kapal kargo milik Jepang pada misi patroli terakhirnya.

Keberadaan kapal selam ini terakhir kali disaksikan oleh awak kapal selam USS Barb pada malam hari tanggal 31 Mei 1944. Saat itu, kedua kapal selam bertemu untuk membagi wilayah patroli di sekitar Kepulauan Kuril, sebuah gugusan pulau di sebelah timur Jepang.

Keesokan harinya, pada dini hari tanggal 1 Juni 1944, awak kapal USS Barb merekam suara ledakan bom laut (depth charges) dari kejauhan. Bom laut merupakan senjata khusus yang dirancang untuk menyerang kapal selam dari kapal atas air atau pesawat.

Catatan sejarah militer Jepang kemudian mengonfirmasi bahwa USS Herring tenggelam setelah terkena dua tembakan langsung dari artileri pertahanan pantai dalam sebuah serangan balasan. Kapal selam ini dinyatakan hilang setelah gagal melapor ke pangkalan Midway pada 13 Juli 1944.

Tragedi tersebut menewaskan seluruh awak kapal yang berjumlah 83 orang.

**Menjadi Makam Perang yang Dilindungi**

Titik terang penemuan kapal ini bermula pada tahun 2017, ketika ekspedisi gabungan antara Masyarakat Geografis Rusia (RGS) dan militer Rusia mendeteksi adanya bangkai kapal selam di area tersebut. Berdasarkan lokasi dan ciri fisiknya, RGS menduga kuat bahwa bangkai tersebut adalah USS Herring.

Tim ekspedisi kemudian kembali mendatangi lokasi pada tahun 2022 untuk mendokumentasikan status kapal, memberikan penghormatan kepada awak yang gugur, serta memasang plakat peringatan di situs tersebut.

Data yang dikumpulkan oleh pihak Rusia tersebut lalu dianalisis oleh dua peneliti sukarelawan asal AS dan seorang peneliti dari Jepang. Hingga akhirnya, NHHC secara resmi mengonfirmasi identitas bangkai kapal tersebut pada 1 Juni 2026, bertepatan dengan tanggal tenggelamnya USS Herring 82 tahun silam.

Hasil analisis data menunjukkan adanya kerusakan akibat pertempuran di sekitar conning tower—platform tinggi yang digunakan perwira untuk mengendalikan kapal selam. Kerusakan tersebut, ditambah dengan bukti benturan pada bagian haluan (bow), dinilai sangat cocok dengan catatan sejarah proses tenggelamnya USS Herring.

Saat ini, lokasi bangkai kapal dilindungi secara hukum di bawah yurisdiksi Departemen Angkatan Laut AS. Pihak militer masih mengizinkan aktivitas non-intrusif (yang tidak merusak), namun setiap kegiatan yang berpotensi mengganggu bangkai kapal harus dikoordinasikan dengan NHHC.

“Hal yang paling penting adalah bangkai kapal ini mewakili tempat peristirahatan terakhir bagi para pelaut yang gugur demi membela negara, dan harus dihormati oleh semua pihak sebagai makam perang,” tegas pihak NHHC dalam siaran persnya.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Laut Bercerita

Seri Misteri Favorit: Misteri Gua Jepang