Ilmuwan Temukan Dinosaurus Super Kecil dengan Anatomi Paling Aneh

Ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies dinosaurus baru berukuran sangat kecil di Spanyol. Penemuan ini tak sekadar menambah katalog dinosaurus dunia, tetapi juga mengoyahkan pemahaman lama tentang bagaimana dinosaurus berevolusi.

Spesies yang diberi nama Foskeia pelendonum merupakan dinosaurus herbivora berkaki dua yang hidup sekitar 120 juta tahun lalu, pada periode Kapur Awal (Early Cretaceous). Fosil tersebut ditemukan di Provinsi Burgos, Spanyol utara.

**Berukuran Ayam dengan Anatomi Kompleks**

Yang langsung menyita perhatian para peneliti adalah ukuran tubuhnya yang sangat mungil. Foskeia pelendonum diperkirakan hanya sebesar ayam modern, jauh lebih kecil dibandingkan kebanyakan kerabatnya dari kelompok dinosaurus ornithischia.

“Sejak awal kami tahu tulang-tulang ini luar biasa karena ukurannya yang sangat kecil,” ujar Dr. Fidel Torcida Fernández-Baldor, paleontolog dari Dinosaur Museum of Salas de los Infantes.

Namun ukuran kecil ini justru membuka kejutan besar. Foskeia bukanlah versi mini dari dinosaurus yang sudah dikenal, seperti Iguanodon. Anatominya justru sangat berbeda dan kompleks.

“Ini bukan ‘Iguanodon versi kecil’. Ini adalah sesuatu yang benar-benar berbeda secara mendasar,” kata Dr. Tábata Zanesco Ferreira dari Universidade Federal do Rio de Janeiro.

**Struktur Tengkorak yang Menakjubkan**

Foskeia pelendonum termasuk dalam kelompok Rhabdodontomorpha, dinosaurus pemakan tumbuhan yang hidup dari Kapur Awal hingga Kapur Akhir. Meski kecil, fosil tengkoraknya menunjukkan struktur yang sangat khusus dan “aneh”.

“Miniaturisasi tidak berarti evolusinya sederhana. Tengkorak dinosaurus ini justru sangat unik dan sangat berevolusi,” jelas Dr. Marcos Becerra dari Universidad Nacional de Córdoba.

Keanehan anatomi inilah yang membuat Foskeia penting. Menurut para peneliti, spesies ini membantu mengisi celah evolusi selama sekitar 70 juta tahun yang sebelumnya minim bukti fosil.

“Ini adalah kunci kecil yang membuka satu bab besar yang hilang dalam sejarah evolusi dinosaurus,” kata Dr. Thierry Tortosa dari Sainte Victoire Natural Reserve.

**Bukti dari Lima Individu Dewasa**

Fosil Foskeia pelendonum ditemukan di situs Vegagete, yang merupakan endapan dataran banjir berlempung merah dari Formasi Castrillo de la Reina. Lokasinya berada di antara wilayah Villanueva de Carazo dan Salas de los Infantes.

Menariknya, fosil yang ditemukan bukan hanya satu individu. Para peneliti berhasil mengidentifikasi setidaknya lima individu, termasuk yang telah mencapai usia dewasa secara seksual.

Analisis histologi tulang menunjukkan bahwa individu terbesar adalah dinosaurus dewasa, bukan anak-anak yang belum tumbuh sempurna.

“Struktur mikro tulang menunjukkan bahwa setidaknya satu individu adalah dewasa, dengan metabolisme mendekati mamalia kecil atau burung,” kata Dr. Koen Stein dari Vrije Universiteit Brussel.

Informasi ini penting karena bentuk tubuh dinosaurus muda bisa berubah seiring pertumbuhan. Dengan memastikan status dewasa, perbandingan anatomi menjadi jauh lebih akurat.

**Hubungan Kekerabatan dengan Australia**

Analisis filogenetik menunjukkan bahwa Foskeia pelendonum merupakan spesies saudara dari dinosaurus Australia Muttaburrasaurus, dan sekaligus memperluas kelompok dinosaurus Eropa bernama Rhabdodontia.

Bahkan, penelitian ini juga mengusulkan pengelompokan baru dinosaurus pemakan tumbuhan dalam satu kelompok alami yang disebut Phytodinosauria.

“Hipotesis ini masih perlu diuji dengan lebih banyak data,” ujar Dr. Paul-Emile Dieudonné dari National University of Río Negro.

**Strategi Bertahan Hidup yang Cerdik**

Meski kecil, Foskeia pelendonum bukan makhluk lemah. Struktur gigi menunjukkan adaptasi khusus untuk memakan tumbuhan, sementara perubahan postur tubuh selama pertumbuhan mengindikasikan gaya hidup yang aktif.

Para peneliti menduga dinosaurus ini hidup di hutan lebat, mengandalkan ledakan kecepatan untuk bergerak dan bertahan dari predator.

“Fosil-fosil ini membuktikan bahwa evolusi bereksperimen secara radikal, baik pada tubuh besar maupun kecil,” kata Dieudonné.

**Membuka Cakrawala Penelitian Baru**

Penemuan Foskeia pelendonum menegaskan bahwa dinosaurus kecil tidak kalah penting dibandingkan raksasa seperti Tyrannosaurus atau Triceratops.

“Masa depan riset dinosaurus bergantung pada perhatian kita terhadap yang kecil, yang terfragmentasi, dan yang sering diabaikan,” tutup Dieudonné.

Penemuan dinosaurus mini ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah Papers in Palaeontology, dan diperkirakan akan memicu penelitian lanjutan tentang evolusi dinosaurus berukuran kecil di berbagai belahan dunia.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

1000 Fakta tentang Dinosaurus

Yang Tak Terkatakan tentang Menuju Dewasa

Nat Geo Dinopedia Edisi Kedua