Ini Alasan Anjing Suka “Ikut Campur” Saat Kita Mencari Barang, Sementara Kucing Hanya Mengamati

Pernahkah Anda menyadari satu hal menarik di rumah? Saat panik mencari kunci atau remote yang hilang, anjing biasanya langsung mendekat, seolah ingin ikut membantu. Sebaliknya, kucing cenderung tetap di tempatnya—mengamati dengan tenang tanpa banyak bergerak.

Pengalaman sehari-hari ini ternyata bukan sekadar kebetulan. Riset terbaru menunjukkan bahwa perbedaan perilaku anjing dan kucing mungkin berakar dari sejarah evolusi ribuan tahun lalu. Bahkan dalam situasi tertentu, anjing menunjukkan perilaku yang lebih mirip balita dibandingkan kucing.

**Eksperimen Sederhana dengan Tiga Kelompok**

Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Eötvös Loránd University, Hungaria, bersama HUN-REN ELTE Comparative Ethology Research Group. Mereka membandingkan tiga kelompok:
– Anjing peliharaan yang tidak terlatih
– Kucing peliharaan
– Balita berusia 16–24 bulan

Tujuan penelitian ini adalah mengamati apakah ketiganya menunjukkan perilaku prososial, yaitu kecenderungan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan.

Para ilmuwan ingin mengetahui apakah hidup berdampingan dengan manusia dapat membuat hewan menunjukkan perilaku membantu yang mirip manusia—khususnya dalam situasi sederhana sehari-hari.

**Metodologi Penelitian yang Natural**

Metode yang digunakan sangat sederhana dan alami. Orang tua atau pemilik hewan menyembunyikan sebuah benda di depan anak, anjing, atau kucing mereka. Setelah itu, orang dewasa tersebut berpura-pura mencari benda tersebut—tanpa meminta bantuan atau memberi isyarat khusus.

Peneliti kemudian mengamati respons subjek. Apakah mereka:
– Melihat bolak-balik antara benda dan orang dewasa?
– Mendekati lokasi benda?
– Mengambil dan membawakan benda tersebut?

Menariknya, benda yang disembunyikan bukanlah sesuatu yang menarik. Hanya sebuah spons cuci piring. Hal ini penting karena spons tersebut tidak memiliki nilai khusus bagi anak, anjing, maupun kucing.

Dengan begitu, peneliti bisa melihat apakah mereka tetap membantu meskipun tidak ada keuntungan pribadi.

**Temuan Mengejutkan: Kesamaan Anjing dan Balita**

Hasil penelitian cukup mencengangkan. Sebagian besar anjing menunjukkan perilaku yang sangat mirip dengan balita. Lebih dari 75 persen anjing dan anak-anak dalam penelitian ini menunjuk lokasi benda atau mengambilnya dan memberikannya kepada orang dewasa.

Ini menunjukkan dorongan kuat untuk membantu—meskipun tidak ada hadiah dan tidak ada pelatihan khusus.

“Anak-anak memang sudah diketahui membantu orang lain pada usia ini. Fakta bahwa mereka menunjukkan hasil yang serupa dengan studi sebelumnya menegaskan bahwa metode dan pengaturan eksperimen kami memang tepat untuk mengukur perilaku prososial,” ujar Melitta Csepregi, penulis pertama studi tersebut.

Ia menambahkan bahwa mayoritas anjing dan anak-anak menunjukkan pola perilaku yang serupa. Mereka dengan cepat terlibat dalam situasi tersebut, dan lebih dari 75 persen di antaranya menunjukkan atau mengambil benda itu, yang menunjukkan motivasi kuat untuk membantu.

**Respons Kucing yang Berbeda**

Bagaimana dengan kucing? Sebagian besar kucing tetap memperhatikan ketika pemiliknya mencari benda tersebut. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mendekat atau mencoba mengambilnya. Kebanyakan kucing tetap berada di tempatnya.

Peneliti kemudian melakukan uji kontrol. Kali ini, benda yang disembunyikan adalah sesuatu yang disukai kucing, seperti mainan favorit atau camilan. Dalam situasi itu, lebih banyak kucing bergerak menuju benda tersebut.

Ini menunjukkan bahwa kucing lebih terdorong bertindak ketika situasinya berkaitan dengan minat pribadi mereka.

**Pengaruh Sejarah Evolusi**

Menurut Márta Gácsi, penulis senior penelitian ini, hidup bersama manusia saja tidak cukup untuk menghasilkan perilaku membantu yang spontan.

“Hal ini menunjukkan bahwa domestikasi, berbagi rumah dengan manusia, dan membentuk ikatan yang dekat tidak cukup untuk menghasilkan perilaku membantu yang spontan dan mirip manusia,” jelasnya.

Perbedaan ini kemungkinan besar berkaitan dengan sejarah evolusi masing-masing spesies. Anjing berasal dari nenek moyang yang sangat sosial—hidup dan berburu dalam kelompok. Selama ribuan tahun, manusia juga menyeleksi anjing berdasarkan kemampuan bekerja sama.

Sebaliknya, kucing berasal dari nenek moyang yang lebih soliter dan mendekati manusia atas inisiatif mereka sendiri, bukan melalui proses seleksi kerja sama yang intens seperti anjing.

**Bukan Soal Kurang Peduli**

Penelitian ini bukan berarti kucing tidak peduli atau tidak penyayang. Kucing mungkin hanya memiliki preferensi terhadap kemandirian. Sementara itu, anjing memiliki dorongan alami yang lebih kuat untuk merespons tindakan dan kebutuhan manusia—buah dari sejarah panjang hidup bersama.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Animal Behaviour ini memperkaya pemahaman kita tentang hubungan manusia dan hewan peliharaan.

Jadi, lain kali saat Anda mencari sesuatu dan anjing langsung menghampiri dengan penuh perhatian, ingatlah: mungkin itu bukan sekadar rasa ingin tahu. Bisa jadi, itu adalah warisan evolusi panjang yang membentuk ikatan unik antara manusia dan anjing selama ribuan tahun.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Kaum Demokrat Kritis: Analisis Perilaku Pemilih Indonesia

Kita Pergi Hari Ini