Mengapa Anak Kucing Bisa Terlihat Sangat Berbeda Walau Satu Induk?

Berbeda dengan manusia yang umumnya memiliki kemiripan fisik dengan saudara kandungnya, kucing menunjukkan fenomena yang unik. Seekor induk kucing dapat melahirkan anak-anak dengan penampilan yang sangat beragam: ada yang hitam, putih, tortoiseshell, tabby, bahkan ada yang berbulu panjang sementara lainnya berbulu pendek.

Mengapa saudara kandung kucing bisa terlihat seolah tidak memiliki hubungan keluarga? Ternyata, hal ini disebabkan oleh dua faktor utama: kompleksitas genetika warna bulu kucing dan keunikan sistem reproduksi kucing betina.

**Kerumitan Sistem Genetika Warna Bulu**

Cat Fanciers’ Association mengakui puluhan variasi warna dan pola bulu kucing, mulai dari warna solid hingga pola khas seperti rosetted tabby pada Bengal atau bulu tebal pada Abyssinian. Semua variasi ini berasal dari kombinasi gen yang saling berinteraksi.

Jonathan Losos, profesor biologi dari Washington University di St. Louis dan penulis buku The Cat’s Meow: How Cats Evolved from the Savanna to Your Sofa (2023), menjelaskan: “Ada banyak gen berbeda yang terlibat dalam warna dan pola kucing, dan ini menjadi rumit karena beberapa gen bisa menimpa gen lainnya.”

**Hirarki Gen yang Kompleks**

Menurut Losos, terdapat beberapa aspek penting dari sistem genetika kucing:

Pertama, terdapat gen yang mengatur warna solid, gen untuk pola, dan gen yang menentukan panjang bulu. Kedua, gen bekerja dalam sistem “hirarki”, di mana mutasi gen untuk bulu putih dominan dapat menutupi semua warna lain. Ketiga, pola seperti tabby terbentuk dari kombinasi gen pola dan gen warna.

Keempat, beberapa warna bulu terkait dengan kromosom X, sehingga jantan dan betina memiliki peluang pola yang berbeda. Inilah sebab mengapa kucing calico atau tortoiseshell hampir selalu betina.

Dari kombinasi gen yang banyak dan saling menimpa inilah, anak kucing dalam satu kelahiran bisa tampil dengan warna dan pola yang sangat berbeda meski berasal dari induk yang sama.

**Fenomena Multi-Ayah dalam Satu Kelahiran**

Faktor kedua yang menyebabkan perbedaan penampilan anak kucing adalah sifat induced ovulation pada kucing betina. Berbeda dari manusia, kucing betina baru melepaskan sel telur setelah kawin.

Hal ini berarti saat kawin dengan satu jantan, sel telur mulai dilepaskan. Selama beberapa hari setelahnya, jika kucing betina kawin dengan jantan lain, sel telur lainnya juga bisa dibuahi.

Dengan kata lain, satu kelahiran anak kucing bisa memiliki lebih dari satu ayah. Fenomena ini disebut heteropaternal superfecundation.

**Dampak Keragaman Genetik**

Akibatnya, sebagian anak kucing dalam satu kelahiran mungkin hanya berbagi 25% kesamaan genetik, bukan 50% seperti saudara kandung pada manusia. Ini membuat penampilan mereka dapat berbeda drastis.

Fenomena ini juga terjadi pada hewan lain seperti anjing, domba, dan sapi. Bahkan, dalam kasus yang sangat langka, hal ini pernah terjadi pada manusia.

**Keuntungan Evolusioner dari Sistem Reproduksi Unik**

Para ilmuwan belum menemukan jawaban pasti mengapa kucing sering memiliki banyak ayah dalam satu kelahiran, tetapi beberapa teori telah diajukan.

Bruce Kornreich, direktur Cornell Feline Health Center, menjelaskan bahwa induced ovulation adalah mekanisme efisiensi evolusioner. Melepaskan sel telur hanya setelah kawin mencegah telur “terbuang sia-sia”, sehingga tubuh kucing betina tidak menghabiskan energi pada sel telur yang tidak akan dibuahi.

Selain itu, memiliki banyak ayah dalam satu kelahiran memberikan keuntungan evolusioner berupa peningkatan keragaman genetik, sehingga keturunan memiliki peluang lebih baik untuk bertahan hidup. Adaptasi lingkungan juga lebih baik karena setiap anak membawa kombinasi gen yang berbeda.

**Perbedaan Lingkungan Urban dan Rural**

Fenomena ini ternyata lebih umum terjadi di daerah perkotaan. Sebuah studi tahun 1999 menemukan bahwa 70% hingga 83% kelahiran kucing kota memiliki lebih dari satu ayah, sementara di daerah pedesaan hanya 0-22%.

Tingginya populasi dan tumpang tindih wilayah pejantan membuat peluang terjadinya heteropaternal superfecundation jauh lebih besar di lingkungan urban.

**Strategi Survival yang Efektif**

Kombinasi sistem genetika yang kompleks dan mekanisme reproduksi yang unik ini menciptakan strategi survival yang sangat efektif bagi spesies kucing. Keragaman genetik yang tinggi dalam satu keturunan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap berbagai tantangan lingkungan.

**Implikasi untuk Pemeliharaan Kucing**

Pemahaman tentang fenomena ini penting bagi pemilik kucing dan peternak. Variabilitas penampilan dalam satu kelahiran adalah hal yang normal dan tidak menunjukkan adanya masalah genetik atau reproduksi.

**Kesimpulan**

Jadi, mengapa saudara kandung kucing bisa terlihat sangat berbeda? Jawabannya terletak pada kombinasi genetika warna bulu yang sangat kompleks, di mana banyak gen saling menimpa dan berinteraksi, serta mekanisme reproduksi unik yang memungkinkan satu kelahiran memiliki beberapa ayah berbeda.

Perpaduan kedua faktor ini menghasilkan keragaman penampilan yang luar biasa dalam satu keluarga kucing—sesuatu yang tidak hanya membuat mereka menarik secara visual, tetapi juga menunjukkan strategi evolusioner yang brilian untuk kelangsungan hidup spesies.

Fenomena ini mendemonstrasikan bagaimana alam mengembangkan mekanisme yang memungkinkan spesies untuk memaksimalkan peluang survival melalui diversifikasi genetik, sekaligus memberikan efisiensi energi dalam proses reproduksi.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Genom: Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab