Mengapa Burung Nazar Sering Terlihat Terbang Berputar di Langit?

Burung nazar sering digambarkan sebagai simbol kematian—terbang berputar tinggi seolah menantikan mangsa terakhirnya menghembuskan napas. Namun, menurut para peneliti, gambaran ini jauh dari fakta sebenarnya. Melihat burung-burung ini berputar di angkasa justru menunjukkan ekosistem yang sehat.

“Saya belum pernah mendengar kasus nyata burung nazar mengitari manusia yang sekarat. Tidak banyak manusia sekarat di alam liar untuk ‘mereka tunggu’ juga,” ujar Chris McClure dari The Peregrine Fund, pemimpin Global Raptor Impact Network (GRIN).

**Memanfaatkan Arus Udara Panas untuk Terbang Efisien**

McClure menjelaskan bahwa burung nazar adalah soaring animals—mereka terbang meluncur dan memanfaatkan arus udara panas yang naik, yang disebut thermal. Thermal terbentuk ketika permukaan bumi dipanaskan matahari secara tidak merata.

Tanah yang lebih panas menyebabkan kantong udara di atasnya menjadi lebih ringan, lalu naik membentuk kolom udara yang bergerak ke atas. Penelitian tahun 2017 menemukan bahwa thermal berbentuk menyerupai tornado.

Dekat tanah, putarannya lebih sempit dan lemah, membuat burung harus berputar dengan lingkaran kecil. Namun semakin tinggi, putarannya semakin luas dan kuat, sehingga putaran burung juga membesar.

Dengan thermal ini, nazar, elang, hingga burung pemangsa lain dapat “menumpang” seperti naik lift untuk mendapatkan ketinggian tanpa banyak mengeluarkan energi. Mereka bisa tetap berputar di thermal yang sama, atau terbang menuju thermal lain untuk melanjutkan perjalanan.

**Alasan Sebenarnya di Balik Pola Terbang Melingkar**

Menurut McClure, saat kita melihat burung nazar terbang melingkar, mereka sebenarnya sedang menghemat energi sambil mencari bangkai hewan. Beberapa spesies, seperti turkey vulture (Cathartes aura), bahkan memiliki indra penciuman yang luar biasa tajam.

Burung-burung ini dapat mencium ethyl mercaptan, senyawa yang dilepaskan tubuh yang membusuk, sehingga mampu menemukan bangkai di hutan lebat tanpa harus melihatnya.

Ketika bangkai ditemukan, burung nazar mungkin berputar di atasnya untuk memastikan beberapa hal:

– Apakah hewan tersebut benar-benar mati?
– Apakah predator besar sudah membuka bagian tubuh yang keras sehingga lebih mudah dimakan?
– Apakah area di bawah aman dari ancaman?

**”Tim Kebersihan Alam” yang Cegah Penyakit**

“Kita menyebut mereka ‘tim kebersihan alam’. Burung nazar justru mencegah penyakit, bukan menyebarkannya,” tegas McClure.

Sifat “pembersih” ini berasal dari kondisi biologis yang unik, yaitu perpaduan antara asam lambung mereka yang sangat kuat, dan bakteri di perutnya yang mematikan berbagai patogen.

Jika mereka memakan bangkai hewan yang terinfeksi anthrax, rabies, salmonella, atau kolera, patogen tersebut akan mati di dalam perut burung nazar—tidak sempat menyebar ke lingkungan.

“Burung nazar sangat penting bagi ekosistem. Mereka makan banyak sekali bangkai, dan itu mencegah penyakit meluas,” kata McClure.

**Bencana Kesehatan Akibat Hilangnya Populasi Nazar**

Hilangnya burung nazar dalam jumlah besar pernah menimbulkan bencana kesehatan. Lebih dari 20 tahun lalu, populasi nazar India merosot drastis karena diclofenac, obat pereda nyeri untuk sapi.

Bangkai sapi yang mengandung obat ini memicu gagal ginjal pada nazar yang memakannya. Akibatnya, populasi nazar turun hampir ke titik nol pada pertengahan 1990-an.

Dampaknya, bangkai hewan yang biasanya habis dimakan nazar membusuk di mana-mana, lalu bakteri dan penyakit—termasuk rabies—menyebar tanpa kontrol.

Dampaknya tragis: diperkirakan sekitar 500.000 orang meninggal antara 2000-2005 karena penyakit yang seharusnya dapat “dihentikan” oleh burung nazar.

**Teknologi GPS Bantu Tangkap Pemburu Liar**

Teknologi pelacakan GPS membuka manfaat lain yang tak terduga. “Ada ribuan burung nazar yang memakai GPS. Di Afrika, kami menggunakannya untuk menangkap pemburu liar,” ungkap McClure.

Karena nazar cepat menemukan bangkai, kumpulan sinyal GPS dari burung yang berkumpul di satu titik menjadi indikator kuat adanya bangkai besar—yang sering kali berarti perburuan ilegal.

Dengan memantau pola terbang ini, tim konservasi dapat bergerak cepat menuju lokasi tersebut.

**Peran Penting dalam Keseimbangan Ekosistem**

Burung nazar berperan sebagai decomposer dalam rantai makanan, membantu proses daur ulang nutrisi di alam. Tanpa kehadiran mereka, bangkai hewan akan menumpuk dan menjadi sumber berbagai penyakit.

Kemampuan mereka mencerna patogen berbahaya membuat mereka berfungsi sebagai “filter biologis” yang melindungi ekosistem dari penyebaran penyakit.

**Adaptasi Fisiologis yang Luar Biasa**

Sistem pencernaan burung nazar telah berevolusi untuk mengatasi tantangan memakan bangkai yang sudah membusuk. Asam lambung mereka memiliki pH yang sangat rendah, bahkan lebih asam daripada asam lambung manusia.

Sistem imun mereka juga telah beradaptasi untuk menahan berbagai toxin dan bakteri berbahaya yang terdapat dalam bangkai.

**Indikator Kesehatan Lingkungan**

Keberadaan burung nazar yang melimpah di suatu daerah seringkali menunjukkan ekosistem yang sehat dan seimbang. Sebaliknya, penurunan populasi mereka dapat menjadi indikator adanya masalah lingkungan.

**Kesimpulan**

Jadi, ketika melihat burung nazar berputar di langit, jangan buru-buru berpikir negatif. Mereka bukan pertanda kematian, melainkan sedang memanfaatkan arus udara untuk melayang efisien sambil mencari bangkai untuk dimakan.

Kehadiran mereka justru menandakan ekosistem yang berfungsi dengan baik, di mana setiap komponen memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. Burung nazar adalah contoh sempurna bagaimana alam telah mengembangkan sistem “daur ulang” yang efisien untuk menjaga kesehatan lingkungan.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Wabah dan Pandemi

Kanker: Biografi Suatu Penyakit (The Emperor of All Maladies)