Misi Artemis II: Astronaut Akan Lihat Sisi Bulan yang Belum Pernah Disaksikan Manusia

Hitung mundur menuju misi Artemis II telah dimulai. NASA tengah melakukan uji coba roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion di landasan peluncuran. Jika semua berjalan sesuai rencana, misi bersejarah ini bisa diluncurkan dalam waktu dekat.

Empat astronaut yang tergabung dalam kru pun sudah memasuki masa karantina—prosedur standar sekitar 14 hari sebelum peluncuran—untuk memastikan kondisi kesehatan tetap optimal.

Artemis II menjadi misi berawak pertama yang kembali ke Bulan sejak 1972. Lebih dari itu, misi ini diprediksi akan memecahkan sejumlah rekor penting dalam sejarah penerbangan antariksa manusia.

**Tim Astronaut Empat Negara**

Kru Artemis II terdiri dari tiga astronaut NASA—Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch—serta satu astronaut dari Badan Antariksa Kanada (Canadian Space Agency), Jeremy Hansen.

Sejak Jumat, 23 Januari, mereka mengikuti program health stabilization, yaitu pembatasan ketat aktivitas dan interaksi untuk meminimalkan risiko terpapar penyakit menjelang perjalanan luar angkasa selama sekitar 10 hari.

Misi ini menjadi salah satu langkah paling penting dalam beberapa dekade terakhir, karena akan membawa manusia kembali ke ruang angkasa dan mengitari Bulan—bahkan melampauinya—untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.

**Siap Lampaui Rekor Apollo 13**

Salah satu rekor paling bergengsi yang berpotensi dipecahkan Artemis II adalah jarak terjauh manusia pernah berada dari Bumi. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh kru Apollo 13 selama 55 tahun.

Peluncuran Artemis II dijadwalkan membuka jendela pada 6 Februari, meski waktu pastinya sangat bergantung pada kondisi cuaca. Waktu peluncuran ini penting karena menentukan kapan kapsul Orion akan mengitari Bulan.

Jarak Bumi-Bulan sendiri tidak selalu sama, dan pada Februari Bulan akan berada pada titik terjauhnya dari Bumi, yang dikenal sebagai apogee. Pada 10 Februari, jarak Bulan dari Bumi diperkirakan mencapai 404.576 kilometer.

Sebagai perbandingan, Apollo 13 mencapai jarak maksimum sekitar 400.171 kilometer. Artemis II bahkan akan melaju sekitar 6.513 kilometer melewati Bulan, yang membuat rekor Apollo 13 hampir pasti terlampaui.

Selain itu, Victor Glover dan Christina Koch juga akan mencetak sejarah tersendiri, termasuk sebagai perempuan dan orang kulit berwarna pertama yang melakukan perjalanan sejauh itu di luar angkasa.

**Menyaksikan Sisi Gelap Bulan**

Tak kalah menarik, Artemis II akan membuka kesempatan langka untuk mengamati bagian sisi jauh Bulan yang belum pernah dilihat manusia secara langsung.

Pada era Apollo, misi ke Bulan dirancang agar lokasi pendaratan mendapat sinar Matahari pagi, demi suhu yang lebih hangat dan kondisi yang lebih aman. Akibatnya, sebagian besar sisi jauh Bulan—terutama area yang gelap—tidak pernah terlihat langsung oleh mata astronaut.

Namun, jika Artemis II diluncurkan pada Februari, fase Bulan akan mendekati Bulan Baru. Artinya, sisi dekat Bulan akan lebih gelap, sementara sisi jauhnya justru mendapatkan pencahayaan optimal.

Kondisi ini memungkinkan keempat astronaut Artemis II untuk mengamati dan mempelajari wilayah Bulan yang belum pernah disaksikan langsung oleh manusia sebelumnya.

**Kecepatan Tertinggi dalam Sejarah**

Rekor lain yang hampir pasti tercatat adalah kecepatan tertinggi manusia saat melakukan perjalanan luar angkasa. Saat kembali ke Bumi, kapsul Orion diperkirakan akan memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 40.000 kilometer per jam.

Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang misi Apollo 10 pada 1969, dengan kecepatan sekitar 39.897 km/jam. Kecepatan ekstrem ini menjadi tantangan teknis besar sekaligus bukti kemajuan teknologi antariksa modern.

**Harapan untuk Dilupakan**

Menariknya, Komandan Artemis II, Reid Wiseman, pernah mengatakan bahwa ia berharap misi ini suatu hari akan “dilupakan”. Maksudnya bukan meremehkan pencapaian Artemis II, melainkan karena ia berharap misi-misi berikutnya akan jauh lebih besar—terutama saat manusia kembali ke Bulan secara berkelanjutan.

Untuk saat ini, jadwal Artemis III masih belum pasti. Target awal yang sempat disebutkan untuk tahun depan kemungkinan mundur setidaknya hingga 2028, atau bahkan lebih lama.

Mungkin suatu hari Artemis II akan menjadi catatan kecil dalam sejarah panjang eksplorasi Bulan. Namun untuk saat ini, misi ini layak dirayakan sebagai petualangan pemecah rekor yang membuka babak baru eksplorasi manusia di luar angkasa.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Seri Klasik Semasa Kecil: Prim & Prim-3, Petualangan di Luar Angkasa

Seri Tempo: Benny Moerdani yang Belum Terungkap