Rencana ambisius Amerika Serikat untuk kembali mendaratkan manusia di Bulan mengalami pergeseran jadwal lagi. Hanya berselang dua bulan setelah strategi baru Artemis diumumkan, NASA mengonfirmasi bahwa misi Artemis III harus ditunda setidaknya hingga akhir tahun 2027.
Administrator NASA, Jared Isaacman, mengumumkan pada akhir Februari lalu bahwa misi Artemis III tidak lagi ditargetkan mendarat di permukaan Bulan pada pertengahan 2027. Sebaliknya, misi tersebut direncanakan untuk melakukan pertemuan dengan kendaraan pendarat bulan swasta di orbit rendah Bumi guna melakukan serangkaian pengujian.
Namun, jadwal terbaru menunjukkan bahwa lini masa tersebut tidak lagi realistis.
**Kendala Sistem Pendarat Manusia**
Proyek pendaratan manusia ini melibatkan dua raksasa teknologi milik miliarder dunia, yakni SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos, sebagaimana dikutip IFLScience.
Dalam rencana awal, Starship milik SpaceX seharusnya membawa Artemis III pada 2027, disusul Artemis IV ke permukaan Bulan pada 2028. Sementara itu, Blue Moon dari Blue Origin dijadwalkan mengangkut astronot pada misi Artemis V di tahun 2030.
Penundaan Artemis III hingga akhir 2027 dikhawatirkan akan memicu efek domino pada keseluruhan jadwal misi berikutnya. Isaacman mengonfirmasi dalam dengar pendapat anggaran di Capitol Hill pada Senin (27/4/2026) bahwa baik SpaceX maupun Blue Origin telah meyakinkannya bahwa Sistem Pendarat Manusia (HLS) akan siap untuk pengujian pada akhir 2027.
Meski demikian, klaim tersebut menghadapi tantangan besar. Blue Moon hingga kini belum diuji tanpa awak di orbit, padahal jadwal pengirimannya dipercepat secara masif dari target awal tahun 2030. Di sisi lain, Starship milik SpaceX telah menjalani beberapa pengujian namun masih tertinggal dari jadwal, termasuk kegagalan mendemonstrasikan kemampuan pengisian bahan bakar di luar angkasa tahun lalu.
**Tantangan Transfer Bahan Bakar**
Salah satu aspek paling krusial dalam misi ini adalah transfer bahan bakar kriogenik antar-pesawat. Tanpa kemampuan ini, pendaratan manusia di Bulan tidak mungkin terwujud.
“Transfer propelan kriogenik skala besar antar-Starship adalah kemampuan kritis yang diperlukan untuk misi sistem pendaratan manusia Starship bagi Artemis III dan Artemis IV,” ungkap juru bicara NASA.
Pihak NASA menambahkan bahwa demonstrasi transfer propelan adalah bagian dari serangkaian pengujian dan tinjauan desain terperinci. “NASA akan meninjau hasil tes dan mensertifikasi sistem pendarat sebelum misi demonstrasi berawak guna memastikan keselamatan astronot dan keberhasilan misi.”
**Masalah Anggaran dan Riwayat Penundaan**
Selain kendala teknis, NASA juga menghadapi ketidakpastian finansial. Pemerintahan Trump berencana memotong 23 persen anggaran badan antariksa tersebut, meskipun Kongres dikabarkan siap menentang keinginan tersebut dan memperjuangkan anggaran yang lebih besar.
Lini masa pendaratan kembali manusia di Bulan telah berulang kali meleset dari target. Awalnya, misi ini dicanangkan pada tahun 2024, kemudian mundur ke 2025, hingga akhirnya ditunda ke 2026. Pada akhir 2024, disepakati target pertengahan 2027, namun kini kembali bergeser ke akhir 2027.
Bahkan, dokumen internal SpaceX yang bocor pada November lalu mengungkapkan bahwa pendaratan di Bulan kemungkinan besar baru siap setidaknya pada September 2028. Analisis dari Government Accountability Office (GAO) dua tahun lalu juga menyarankan bahwa pendaratan kemungkinan besar baru bisa terjadi pada 2028.
Jika Artemis III kembali mengalami hambatan, target tahun 2028 pun terancam menjadi tidak mungkin.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: