NASA Umumkan Kru Artemis III, Siapa Mereka dan Apa Misinya?

Setelah lebih dari lima dekade tidak ada manusia yang menginjakkan kaki di Bulan, NASA kini bergerak selangkah lebih dekat menuju pencapaian bersejarah itu. Pada 9 Juni 2024, badan antariksa Amerika Serikat itu secara resmi mengumumkan empat astronaut yang dipilih untuk menjalankan misi Artemis III—sebuah penerbangan uji coba yang disebut sebagai salah satu operasi paling rumit dalam sejarah eksplorasi antariksa manusia.

Tim yang dipilih terdiri dari Randy Bresnik (komandan, NASA), Luca Parmitano (pilot, ESA), serta Andre Douglas dan Frank Rubio (spesialis misi, NASA). Sebagai tambahan, Robert Hines dari NASA disiapkan sebagai astronaut cadangan.

**Artemis III: Uji Coba Penting Sebelum Kembali ke Bulan**

Berbeda dengan misi pendaratan, Artemis III yang diagendakan 2027 merupakan penerbangan percobaan di orbit rendah Bumi. Fokus utamanya adalah menguji prosedur berlabuh antara kapsul Orion buatan NASA dengan wahana pendarat Bulan komersial yang tengah dikembangkan SpaceX (Starship) dan Blue Origin (Blue Moon).

Misi ini dirancang berlangsung hampir dua pekan—empat hari lebih lama dibanding Artemis II yang berdurasi 10 hari. Waktu tambahan itu akan dimanfaatkan untuk menguji sistem pendukung kehidupan, prosedur docking orbital, serta melakukan sejumlah penelitian ilmiah tentang atmosfer Bumi dan cuaca antariksa.

“Artemis III merupakan salah satu misi paling kompleks yang pernah NASA jalankan. Untuk pertama kalinya, kami akan mengkoordinasikan kampanye peluncuran yang melibatkan multiple wahana antariksa dan mengintegrasikan kemampuan baru ke dalam operasi Artemis,” ungkap Jeremy Parsons, pelaksana wakil administrator NASA untuk Program Moon to Mars.

**Profil Kru: Pengalaman dan Dedikasi Tinggi**

Randy Bresnik, yang akan memimpin misi ini, membawa pengalaman luas sebagai mantan pilot uji F/A-18 dan veteran misi Space Shuttle STS-129. Bresnik bahkan pernah menjalani pelatihan sebagai cave-a-naut dan aquanaut—menjelajahi gua dan kedalaman laut untuk menguji daya tahan manusia di lingkungan ekstrem Bumi.

Luca Parmitano, pilot misi, adalah astronaut asal Italia dari Badan Antariksa Eropa (ESA) yang tercatat sebagai komandan pertama berkewarganegaraan Italia di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). “Saya minta maaf bila terlihat terharu. Yang utama, saya bersyukur NASA mengizinkan saya bergabung dengan kelompok luar biasa ini,” kata Parmitano.

Andre Douglas, spesialis misi, sebelumnya berperan sebagai anggota cadangan di Artemis II. Kini ia mendapat kesempatan tampil di garis depan. “Hari yang luar biasa. Pikiran saya berpacu cepat, namun hati ini begitu hangat,” katanya saat konferensi pers.

Frank Rubio, dengan rekam jejak mengesankan sebagai dokter sekaligus aviator militer berpangkat kolonel, pernah menghabiskan 371 hari di ISS pada 2022-2023—memecahkan rekor penerbangan antariksa terlama astronaut Amerika Serikat.

**Persiapan Menuju Pendaratan 2028**

Apabila Artemis III berhasil, hal itu akan membuka jalan bagi Artemis IV pada 2028—misi yang akan membawa astronaut Amerika kembali ke permukaan Bulan untuk pertama kalinya dalam 54 tahun, sejak Apollo 17 tahun 1972.

Dalam rencana Artemis IV, dua dari empat astronaut akan berpindah dari kapsul Orion ke wahana pendarat komersial yang telah berlabuh di orbit Bulan, lalu turun ke permukaan dan kembali ke Orion untuk perjalanan pulang ke Bumi.

Adapun Artemis V dijadwalkan menjadi landasan bagi pangkalan Bulan permanen—ambisi besar yang diumumkan Administrator NASA Jared Isaacman awal tahun ini, termasuk rencana pangkalan Bulan bernilai 20 miliar dolar AS dan wahana antarplanet bertenaga nuklir.

**Tantangan Teknis Masih Menghadang**

Meski pengumuman kru ini membawa optimisme, masih ada tantangan besar. Kedua roket komersial andalan program Artemis—Starship milik SpaceX dan New Glenn milik Blue Origin—saat ini menghadapi berbagai kendala teknis yang perlu diatasi.

Namun NASA tetap optimis. “Kami memahami kekhawatiran tentang bagaimana tantangan teknis terbaru berdampak pada rencana kami, namun kegagalan adalah kesempatan belajar. Kami yakin sistem-sistem ini akan siap untuk Artemis III,” tegas Parsons.

Perwakilan Blue Origin, John Couluris, menyatakan investigasi atas kendala teknis tengah berjalan baik dan tim produksi wahana lunar mereka terus bekerja. Sementara wakil presiden SpaceX, Jessica Jensen, menyebut adanya “kemajuan substansial” dalam pengembangan Starship untuk misi NASA.

Artemis III nantinya akan menentukan wahana pendarat mana yang akan dipercaya membawa manusia ke permukaan Bulan pada 2028.

**Riset Ilmiah di Orbit**

Selain pengujian teknis, kru Artemis III akan menjalankan agenda riset penting: mengamati atmosfer Bumi dan mempelajari dampak cuaca antariksa terhadap teknologi satelit serta kesehatan astronaut.

Salah satu fenomena yang akan dikaji adalah orbital drag—gaya hambatan yang secara bertahap menarik wahana antariksa turun dari orbitnya dan sangat dipengaruhi aktivitas matahari.

“Jika Artemis II penuh kegembiraan tentang Bulan, maka Artemis III akan penuh kegembiraan tentang Bumi,” kata Nicky Fox, administrator sains NASA. “Dengan mengamati atmosfer Bumi dan bagaimana cuaca antariksa mempengaruhinya, kita dapat lebih memahami cara melindungi teknologi berbasis antariksa yang kita andalkan, serta kru astronaut masa depan.”

**Program Ambisius dengan Jadwal Ketat**

Program Artemis memang telah tertinggal dari jadwal awal dan melampaui anggaran yang direncanakan. Berbagai penundaan—mulai dari keterlambatan pengembangan pakaian antariksa generasi baru hingga kendala misi pengiriman muatan ke Bulan—terus mewarnai perjalanan program ini.

Meski demikian, keberhasilan Artemis II yang membawa astronaut Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen mengelilingi Bulan dan kembali dengan selamat memberikan harapan besar serta membuktikan bahwa roket SLS dan kapsul Orion mampu membawa manusia ke kawasan Bulan.

Kini, giliran Artemis III untuk membuktikan bahwa semua komponen dapat berfungsi bersama: kapsul, pendarat komersial, dan kru yang siap membawa


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Misi Untuk Raka

Nat Geo Ensiklopedia Saintis Cilik: Antariksa