Orang yang Suka Begadang Lebih Rentan Sakit Jantung? Ini Penjelasannya

Orang yang terbiasa begadang atau night owl ternyata berisiko lebih tinggi mengalami gangguan jantung dibandingkan mereka yang aktif di pagi hari. Namun, apakah penyebabnya semata-mata karena gaya hidup, atau ada faktor biologis yang ikut berperan?

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa jawabannya kemungkinan adalah kombinasi keduanya. Sebuah studi besar yang dipublikasikan pada 28 Januari di Journal of the American Heart Association memperkuat dugaan bahwa pola tidur memengaruhi kesehatan jantung.

**Analisis Data Ratusan Ribu Peserta**

Peneliti menganalisis data dari UK Biobank, basis data kesehatan raksasa di Inggris, yang melibatkan lebih dari 322.000 orang dewasa berusia 39 hingga 74 tahun. Para peserta diikuti selama hampir 14 tahun.

Mereka diminta melaporkan preferensi waktu tidur dan bangun, lalu dikelompokkan menjadi tiga tipe:
– Morning type (tipe pagi)
– Intermediate (tipe netral)
– Evening type atau night owl (tipe malam)

Kesehatan jantung dinilai menggunakan skor Life’s Essential 8 (LE8) dari American Heart Association, yang mengukur delapan faktor penting: merokok, pola makan, aktivitas fisik, gula darah, berat badan, tekanan darah, kolesterol, dan kualitas tidur.

Skor berkisar dari 0 hingga 100—semakin tinggi skor, semakin sehat kondisi kardiovaskular seseorang.

**Hasil Mencolok: Night Owl 79% Lebih Berisiko**

Hasilnya cukup mencolok:

Kelompok penggemar begadang memiliki kemungkinan 79% lebih tinggi untuk memiliki skor kesehatan jantung yang buruk dibanding kelompok intermediate. Mereka juga memiliki risiko 16% lebih tinggi mengalami serangan jantung atau stroke selama masa pemantauan.

Sebaliknya, tipe pagi memiliki risiko 5% lebih rendah mengalami skor kesehatan jantung yang buruk.

**Gaya Hidup Jadi Penyebab Utama**

Ketika ditelusuri lebih jauh, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar peningkatan risiko tersebut berkaitan dengan faktor gaya hidup. Dibandingkan tipe intermediate, night owl cenderung:

– Memiliki paparan nikotin 54% lebih tinggi
– Mengalami kualitas tidur 42% lebih buruk
– Melakukan aktivitas fisik 19% lebih rendah
– Memiliki pola makan 8% lebih buruk

Setelah faktor-faktor ini diperhitungkan, sekitar 75% peningkatan risiko penyakit jantung pada night owl ternyata berkaitan dengan gaya hidup—bukan semata-mata karena mereka bertipe malam.

Kontributor terbesar adalah merokok (34%), kualitas tidur buruk (14%), gula darah tinggi (12%), serta pola makan dan berat badan (masing-masing 11%).

**Fenomena Social Jet Lag**

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa night owl sering mengalami social jet lag—ketidaksesuaian antara jam biologis internal dan tuntutan jadwal sosial, seperti jam kerja pagi.

Akibatnya mereka sering makan larut malam, melewatkan sarapan, memiliki jadwal tidur tidak teratur, dan lebih bergantung pada kafein atau nikotin. Kebiasaan ini berkaitan dengan indeks massa tubuh lebih tinggi, gula darah meningkat, resistensi insulin, dan kolesterol baik yang lebih rendah.

Bahkan pada orang yang tidur cukup lama sekalipun, pola tidur yang tidak teratur dikaitkan dengan risiko 26% lebih tinggi mengalami stroke, serangan jantung, atau gagal jantung.

**Faktor Genetik Turut Berperan**

Menjadi night owl bukan hanya soal pilihan gaya hidup. Sebagian sifat ini tertulis dalam gen. Ratusan varian genetik telah dikaitkan dengan chronotype atau tipe waktu biologis seseorang.

Banyak gen tersebut mengatur ritme sirkadian, yaitu sistem jam biologis 24 jam yang mengontrol siklus tidur, nafsu makan, produksi hormon, hingga fungsi jantung.

Pada night owl, ritme sirkadian cenderung terlambat. Hormon melatonin (pemicu kantuk) naik lebih larut malam, dan kortisol (pemicu kewaspadaan) juga meningkat lebih lambat di pagi hari.

Ketidaksinkronan ini dapat membuat sistem “fight or flight” tubuh menjadi terlalu aktif. Dampaknya tekanan darah tetap tinggi di malam hari, peradangan meningkat, dan stres oksidatif bertambah.

**Perempuan Lebih Rentan**

Menariknya, data UK Biobank menunjukkan bahwa hubungan antara chronotype dan kesehatan jantung tampak lebih kuat pada perempuan. Perempuan night owl memiliki kemungkinan 96% lebih tinggi memiliki profil kesehatan jantung yang buruk. Pada laki-laki, peningkatan risikonya sebesar 67% dibanding tipe intermediate.

Peneliti menduga perbedaan ini bisa berkaitan dengan faktor biologis, tekanan sosial, atau kombinasi keduanya—dan masih perlu penelitian lanjutan.

**Risiko Dapat Dikendalikan**

Kabar baiknya: menjadi night owl bukan berarti pasti terkena penyakit kardiovaskular. Sina Kianersi dari Brigham and Women’s Hospital dan Harvard Medical School, peneliti utama, menekankan bahwa sebagian besar faktor risiko ternyata bisa dikendalikan.

Bagi penggemar begadang, langkah berikut dapat membantu melindungi kesehatan jantung:

– Menjaga rutinitas tidur yang lebih teratur
– Menghindari merokok
– Membatasi camilan larut malam
– Rutin berolahraga
– Memilih pola makan sehat
– Mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol

Pendekatan menyeluruh terhadap kesehatan jantung dinilai sebagai strategi terbaik untuk menekan risiko, terlepas dari preferensi waktu tidur seseorang.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Pribadimu Profesimu

Jangan Buka Cafe Sebelum Baca Buku Ini

Parijs van Java: Darah, Keringat, Airmata