Para peneliti berhasil mengidentifikasi paus berparuh bergigi ginkgo (Mesoplodon ginkgodens) hidup di laut lepas untuk pertama kalinya. Penemuan ini mengakhiri misteri panjang terkait sumber pulsa ekolokasi aneh yang selama bertahun-tahun terekam di Samudra Pasifik Utara.
Temuan luar biasa ini dilakukan setelah upaya penelitian besar-besaran di perairan Meksiko. Sebelumnya, spesies paus ini hanya diketahui dari bangkai yang terdampar atau tertangkap secara tidak sengaja. Hal ini wajar mengingat kelompok paus berparuh dikenal sebagai penyelam dalam yang sangat sulit ditemui.
“Beaked whales adalah hewan besar paling misterius yang tersisa di planet ini,” kata Robert Pitman, penulis pendamping studi sekaligus peneliti di Marine Mammal Institute, Oregon State University. “Menarik membayangkan bahwa masih ada organisme seberat lebih dari satu ton yang belum pernah terlihat hidup di alam liar.”
**Awal Mula dari Sinyal Misterius**
Petualangan ilmiah ini bermula dari rekaman pulsa ekolokasi yang tidak dikenal di Pasifik Utara. Pada 2020, tim peneliti mulai memburu sumber suara tersebut. Petunjuk pertama muncul pada Juni 2024, ketika mereka melihat seekor paus berparuh soliter.
Hanya beberapa hari kemudian, mereka menemukan sekelompok kecil paus termasuk seekor jantan dewasa penuh bekas luka, betina dewasa, dan seekor anak.
**Misi Berbahaya untuk Mengambil Sampel DNA**
Namun, pengamatan visual saja tidak cukup. Banyak spesies paus berparuh memiliki bentuk yang serupa sehingga identifikasi memerlukan bukti genetik. Di sinilah momen paling dramatis penelitian terjadi: tim harus mengambil sampel DNA dengan menembakkan panah dari crossbow—metode standar dalam penelitian cetacea.
Ketika salah satu paus mendekat hingga jarak 20 meter dari buritan kapal, Pitman menembakkan panah khusus dari crossbow bertenaga 150 pon. Ujung panah itu dirancang untuk mengambil sampel kulit seukuran penghapus pensil, tanpa menancap ke tubuh hewan.
“Panah itu mengambil potongan kecil kulit dan lemak. Kami telah mengumpulkan ribuan sampel seperti ini dari banyak spesies paus dan lumba-lumba,” kata Pitman.
Elizabeth Henderson, penulis utama studi, membandingkannya dengan “seperti alat tindik telinga”. Bahkan, kata Pitman, satu gigitan hiu cookiecutter pada paus dapat mengambil jaringan “50 kali lebih banyak” daripada panah penelitian mereka.
**Hasil Mengejutkan dari Laboratorium**
Sampel kemudian dikirim ke laboratorium genetik. Setelah menunggu beberapa hari “dengan napas tertahan”, hasilnya mengejutkan tim: paus-paus tersebut memang ginkgo-toothed beaked whale, spesies yang selama ini tidak diduga hidup di wilayah timur Pasifik.
“Kami terkejut karena wilayah ini bukan area distribusi yang kami perkirakan,” kata Henderson. “Tapi kami juga sangat gembira akhirnya misteri itu terpecahkan.”
**Karakteristik Unik Spesies Langka**
Spesies ini mendapat nama dari sepasang gigi jantan yang menyerupai daun kipas pohon ginkgo. Namun, hampir seluruh bagian gigi itu tersembunyi di rahang dan gusi; hanya ujungnya yang terlihat.
Saat dewasa, gigi tersebut tumbuh menjadi taring kecil yang dipakai untuk bertarung, bukan untuk makan.
“Mereka makan cumi dan ikan kecil dengan teknik hisap, jadi tidak butuh gigi,” jelas Pitman. “Betina tidak memiliki gigi seumur hidup, sementara jantan mempertahankan sepasang gigi besar yang digunakan sebagai taring untuk memperebutkan betina.”
**Tanda-Tanda Pertarungan dan Serangan Predator**
Ketika tim menemukannya, jantan dewasa terlihat penuh bekas pertempuran: taring aus, memar, dan banyak luka. Banyak paus lain juga menunjukkan bekas gigitan hiu cookiecutter, ditandai noda putih khas bentuk gigitan lingkaran.
**Dokumentasi Komprehensif**
Selama enam observasi berbeda, para peneliti mendokumentasikan paus-paus itu dengan teropong, kamera, dan hidrofon untuk merekam suara bawah laut. Rekaman inilah yang membantu memadankan spesies dengan pulsa sonar misterius yang selama ini membingungkan ilmuwan.
Penemuan ini kemudian dipublikasikan pada 28 Juli dalam jurnal Marine Mammal Science, dan akan muncul dalam edisi Januari 2026.
Henderson menegaskan bahwa hasil ini adalah buah dari tekad: “Kami menghabiskan lima tahun mencari paus ini, setiap tahun sejak 2020 menyisir perairan Baja. Upaya itu terbayar dengan hasil luar biasa.”
**Implikasi untuk Penelitian Masa Depan**
Meski spesies ini sering terdampar di Pasifik barat, hanya dua kasus yang pernah tercatat di bagian timur. Awalnya, tim menduga paus yang mereka temui adalah Perrin’s beaked whale (Mesoplodon perrini), spesies super-misterius yang hanya diketahui dari enam individu terdampar di California.
Kini setelah misteri ini terbuka, Pitman mengatakan mereka akan melanjutkan ekspedisi untuk menemukan Perrin’s beaked whale dan dua spesies paus berparuh lainnya yang belum pernah terlihat hidup di alam liar.
**Manfaat untuk Konservasi**
“Ini penting karena jika kami bisa memadankan semua suara dengan setiap spesies, kami bisa memantau mereka secara pasif—menggunakan hidrofon di kapal atau buoy,” kata Pitman. “Dari situ kita bisa tahu di mana mereka hidup, berapa jumlahnya, dan seberapa rentan mereka terhadap aktivitas manusia, terutama perikanan laut lepas.”
**Signifikansi Ilmiah**
Penemuan ini menunjukkan betapa masih banyak misteri yang tersembunyi di lautan Bumi. Keberhasilan mengidentifikasi spesies yang selama ini hanya dikenal dari bangkai menandai kemajuan penting dalam penelitian mamalia laut.
**Teknologi Penelitian Modern**
Kombinasi teknologi akustik, pengamatan visual, dan analisis genetik memungkinkan peneliti untuk tidak hanya menemukan spesies langka ini, tetapi juga memahami perilaku dan habitatnya di alam liar.
**Konsekuensi untuk Pemahaman Ekosistem Laut**
Temuan ini memperluas pemahaman tentang distribusi dan ekologi paus berparuh di Samudra
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: