Pisang Manakah yang Lebih Baik Menurut Sains, Matang atau Mentah?

Di negara tropis seperti Indonesia, sangat mudah menjumpai pisang. Ada yang lebih menyukai pisang matang, namun ada juga yang menyukai pisang mentah. Di antara tingkat kematangan pisang, ternyata manfaatnya berbeda.

Sebuah foto viral di media sosial menunjukkan 15 pisang dengan tingkat kematangan berbeda, mulai dari yang paling mentah hingga yang paling matang. Foto ini memicu diskusi netizen tentang pisang mana yang mereka sukai. Sebagian besar memilih pisang dengan tingkat kematangan sedang, sementara beberapa lainnya lebih menyukai yang agak mentah atau lebih matang.

Lalu, tingkat kematangan pisang manakah yang paling baik menurut ahli gizi?

**Berbeda Tingkat Kematangan, Berbeda Manfaat**

“Pisang adalah sumber kalium dan nutrisi yang sangat baik untuk tubuh. Sebenarnya, ada manfaat berbeda dari setiap tingkat kematangan pisang, tergantung pada kondisi kesehatan tubuh,” ujar seorang ahli gizi dari Inggris.

Seseorang dengan diabetes disarankan untuk mengonsumsi pisang yang belum matang dibanding yang sudah matang. Saat pisang matang, kandungan pati akan berubah menjadi gula.

“Penelitian menunjukkan, dalam pisang yang belum matang sekitar 80 sampai 90 persen kandungannya berupa pati dalam bentuk karbohidrat. Sedangkan saat pisang sudah matang, pati tersebut berubah menjadi gula,” kata Lambert, ahli gizi tersebut.

“Sebab itu, penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi pisang yang tidak terlalu matang agar kadar gula darah tidak meningkat tajam,” tambahnya.

**Pisang Matang Lebih Mudah Dicerna**

Meski kandungan gulanya tinggi, pisang yang matang adalah pilihan tepat bagi mereka yang mengalami kesulitan mencerna makanan. Teksturnya yang lembut membuat pisang mudah dicerna.

“Saat pati berubah menjadi gula, pisang akan matang. Penelitian mengatakan, pisang matang lebih mudah dicerna bagi banyak orang,” kata Lambert.

**Pisang Cokelat Kaya Antioksidan**

Sebuah artikel yang diterbitkan Spoon University menjelaskan, saat pisang hampir berwarna cokelat seluruhnya, semua pati telah dipecah menjadi gula. Inilah yang membuat rasanya menjadi lebih manis dan klorofil telah mengalami perubahan bentuk.

“Rusaknya klorofil adalah alasan mengapa tingkat antioksidan meningkat seiring dengan pisang yang semakin matang,” tulis artikel tersebut.

“Jadi, saat pisang sepenuhnya berwarna cokelat, ia memiliki banyak antioksidan,” tambah penjelasan artikel tersebut.

**Pisang Manakah yang Terbaik?**

Pada akhirnya, pilihan ini tergantung pada kebutuhan individu masing-masing. Anda dapat memilih jenis pisang sesuai dengan kondisi kesehatan dan preferensi.

Lambert menambahkan, kandungan nutrisi dasar dalam pisang tidak berubah meski tingkat kematangannya berbeda. Satu-satunya yang berubah adalah cita rasa dan cara tubuh memproses kandungan gulanya.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

550 Pesona Kuliner Nusantara Pendamping Beras

Aku, Kamu, Kita: Belajar Berbeda

Buku Teks tentang Penilaian Skala Besar Pencapaian Pendidikan