Planet Seukuran Bumi Ditemukan Mengorbit Bintang Dekat Matahari

Para astronom kembali menemukan kandidat planet menarik di luar Tata Surya. Sebuah planet seukuran Bumi dengan suhu relatif sejuk berhasil diidentifikasi mengorbit bintang dekat Matahari, HD 137010, berkat analisis data lama dari misi Kepler K2 milik NASA.

Penemuan ini bermula dari satu transit yang sangat samar—yakni saat planet melintas di depan bintangnya—yang terekam dalam arsip data K2 Campaign 15 pada 2017. Meski hanya satu transit, analisis lanjutan menunjukkan sinyal tersebut berasal dari planet nyata, bukan gangguan data atau objek lain.

**Bintang Induk yang Stabil dan Mirip Matahari**

HD 137010 adalah bintang katai tipe K (K3.5V) yang berada sekitar 146 tahun cahaya dari Bumi, di rasi bintang Libra. Bintang ini diperkirakan berusia antara 4,8 hingga 10 miliar tahun, tergolong tua dan relatif tenang secara magnetik.

Dengan magnitudo visual 10,1, HD 137010 termasuk salah satu bintang paling terang yang diketahui memiliki planet seukuran Bumi dengan orbit berpotensi layak huni. Selain HD 137010, bintang ini juga dikenal dengan beberapa nama lain seperti BD-19 4097 dan TYC 6179-1111-1.

Kondisi bintang yang stabil ini menjadi nilai tambah penting. Pasalnya, banyak planet seukuran Bumi sebelumnya ditemukan mengorbit katai merah, yang dikenal aktif dan memancarkan radiasi berenergi tinggi.

**Karakteristik Planet HD 137010b**

Planet yang baru ditemukan ini diberi nama HD 137010b. Dari kedalaman transit yang diamati, para astronom memperkirakan ukurannya sekitar 1,06 kali jari-jari Bumi, sangat dekat dengan ukuran planet kita.

Berdasarkan durasi transit sekitar 10 jam dan sifat bintangnya, HD 137010b diperkirakan memiliki periode orbit sekitar 355 hari, hampir sama dengan satu tahun di Bumi.

Yang menarik, planet ini hanya menerima sekitar 29 persen energi cahaya bintang yang diterima Bumi dari Matahari. Posisi ini menempatkannya di tepi luar zona layak huni, wilayah di sekitar bintang yang secara teori memungkinkan keberadaan air dalam bentuk cair.

**Kondisi Suhu Tergantung Atmosfer**

Menurut Alexander Venner, astronom dari University of Southern Queensland sekaligus penulis utama studi ini, suhu permukaan HD 137010b sangat bergantung pada atmosfernya.

“Jika planet ini memiliki atmosfer seperti Bumi atau Mars, suhunya kemungkinan lebih dingin daripada Antarktika,” ujar Venner.

Namun, ia menambahkan bahwa atmosfer yang lebih tebal berpotensi menahan panas dan memungkinkan air cair bertahan di permukaan, sebuah syarat penting bagi kehidupan seperti yang kita kenal.

**Target Observasi Masa Depan**

Meski teknologi saat ini belum mampu mengungkap detail atmosfer atau komposisi planet ini, HD 137010b dianggap sebagai target ideal untuk penelitian lanjutan. Planet ini berpotensi diamati oleh instrumen kecepatan radial generasi baru yang dirancang untuk menemukan “kembaran Bumi”.

Bahkan, misi masa depan seperti NASA Habitable Worlds Observatory mungkin mampu memotret langsung planet ini.

Penemuan HD 137010b menambah daftar dunia potensial yang menarik perhatian ilmuwan, sekaligus memperkuat harapan bahwa planet mirip Bumi bisa ditemukan mengorbit bintang yang benar-benar menyerupai Matahari. Hasil riset ini telah dipublikasikan dalam jurnal Astrophysical Journal Letters.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Ensiklopedia Kisah Planet Bumi

Aku Senang Ada: Bintang dan Bulan