Populasi Ikan Endemik Betta burdigala Terancam, BRIN Lakukan Riset Domestikasi

Populasi ikan endemik Bangka Belitung, Betta burdigala, kini berada di ujung tanduk. Tekanan lingkungan dan eksploitasi yang terus berlangsung membuat jumlahnya di alam semakin menurun.

Untuk mencegah kepunahan dan menjaga keberlanjutan spesies ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Bangka Belitung (UBB) memulai langkah strategis melalui riset domestikasi dan pemantauan keragaman genetik.

Kolaborasi ini dikemas dalam kegiatan bertajuk “Riset Domestikasi dan Pemantauan Keragaman Genetik Ikan Betta sp. Endemik Kepulauan Bangka Belitung Hasil Domestikasi”. Kerja sama tersebut ditandatangani dalam Rapat Koordinasi Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Lantai 6, KKB Kusnoto – BRIN Bogor, Kamis (5/2).

**Potensi Ekonomi dan Ekologi yang Terancam**

Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Universitas Bangka Belitung, Riwan Kusmiadi, menegaskan pentingnya dukungan riset dari BRIN untuk mendukung program domestikasi dan pemulihan populasi Betta burdigala di habitat aslinya.

Menurutnya, ikan ini bukan sekadar spesies endemik biasa. Betta burdigala memiliki potensi besar menjadi ikon unggulan Bangka Belitung, baik dari sisi ekonomi maupun ekologi. Selain bernilai konservasi tinggi, ikan ini juga berpeluang dikembangkan sebagai komoditas perikanan hias yang berkelanjutan.

“Kerja sama ini sekaligus juga mendukung pemulihan populasi di habitat aslinya melalui domestikasi dan pengelolaan genetik secara berkelanjutan,” ujar Ahmad Fahrul Syarif, penanggung jawab riset dari Universitas Bangka Belitung.

**Status Sangat Terancam Punah**

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan (PRZT) BRIN, MH Fariduddin Ath-Thar, yang juga menjadi penanggung jawab riset dari pihak BRIN, menjelaskan bahwa langkah domestikasi menjadi sangat penting untuk memulihkan stok sekaligus menjaga keanekaragaman genetik di alam.

Data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan bahwa beberapa spesies Betta endemik Bangka dan Belitung masuk kategori Terancam (Endangered/EN) hingga Rentan (Vulnerable/VU). Bahkan, Betta burdigala telah berstatus Sangat Terancam Punah (Critically Endangered) dalam Daftar Merah IUCN.

Status ini berarti risiko kepunahan di alam sangat tinggi jika tidak segera dilakukan intervensi konservasi berbasis ilmiah.

**Strategi Pemulihan dari Hatchery hingga Restocking**

Pada tahap awal, tim peneliti akan melakukan pemijahan Betta burdigala di lingkungan terkontrol sebagai langkah awal domestikasi. Proses ini bertujuan menghasilkan populasi hasil budidaya yang tetap mempertahankan kualitas genetik aslinya.

Tahapan berikutnya akan difokuskan pada evaluasi efektivitas hatchery serta program restocking atau pelepasliaran kembali ke habitat alami.

Yang membedakan riset ini adalah adanya pemantauan keragaman genetik secara sistematis. Pemantauan genetik sangat krusial dalam program konservasi modern. Tanpa pengelolaan genetik yang baik, populasi hasil budidaya berisiko mengalami penurunan variasi genetik, yang pada akhirnya justru melemahkan daya tahan spesies di alam.

**Model Konservasi untuk Spesies Endemik Indonesia**

Melalui riset ini, diharapkan lahir dasar ilmiah yang kuat untuk merumuskan rekomendasi konservasi genetik Betta burdigala. Lebih jauh lagi, model pengelolaan populasi yang dihasilkan dapat menjadi acuan dalam pemantauan keragaman genetik dan konservasi ikan endemik Indonesia secara lebih efektif dan efisien.

Kolaborasi antara PRZT BRIN dan Universitas Bangka Belitung ini diharapkan tidak hanya memperkuat sinergi antara lembaga penelitian dan perguruan tinggi, tetapi juga mempercepat pemanfaatan hasil riset bagi masyarakat.

**Peluang Ekonomi dan Kemandirian Pangan**

Riset domestikasi dan pemantauan genetik ini berpotensi memberikan dampak nyata, khususnya di sektor perikanan. Dalam jangka panjang, inovasi berbasis riset semacam ini dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.

Lebih dari sekadar menyelamatkan satu spesies ikan, upaya ini menjadi contoh bagaimana pendekatan ilmiah, kolaborasi institusi, dan visi keberlanjutan dapat berjalan beriringan.

Betta burdigala bukan hanya warisan hayati Bangka Belitung, tetapi juga bagian dari kekayaan biodiversitas Indonesia yang perlu dijaga untuk generasi mendatang.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Behind the Strike! 10 Tahun Mancing Mania

Genom: Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab