Saat CIA Melatih Kucing Menjadi Mata-mata di Era Perang Dingin, Apa Hasilnya?

Selama Perang Dingin berlangsung, badan intelijen Amerika Serikat CIA melaksanakan berbagai eksperimen yang kadang mirip plot film mata-mata. Salah satu yang paling unik sekaligus mendunia adalah upaya menjadikan kucing sebagai agen rahasia untuk mengintai Uni Soviet.

Program ini dikenal sebagai Project Acoustic Kitty—sebuah eksperimen yang berambisi besar, menghabiskan dana banyak, dan pada akhirnya menjadi kegagalan total.

**Kucing yang Diubah Menjadi Alat Penyadap**

Bayangkan sebuah adegan seperti di film thriller. Seorang pria berjas tebal dan topi fedora duduk di bangku taman sambil membaca koran. Sesekali ia melirik orang yang lewat dengan waspada. Seekor kucing liar datang mendekat, menggosokkan tubuhnya ke kaki pria itu.

Tak lama kemudian pria lain datang membawa tas. Mereka duduk bersebelahan dan bertukar beberapa kalimat dalam bahasa Rusia. Setelah itu pria kedua pergi, meninggalkan tas di bangku taman.

Adegan seperti ini bisa saja menyimpan informasi penting. Namun pertanyaannya: bagaimana jika kucing yang lewat tadi sebenarnya dilengkapi perangkat penyadap? Itulah gagasan yang sempat dipertimbangkan CIA pada tahun 1960-an.

**Operasi Bedah pada Kucing**

Pada dekade 1960-an, CIA terkenal menjalankan berbagai proyek eksperimental yang tidak lazim. Selain rencana seperti cerutu meledak untuk membunuh Fidel Castro, mereka juga mengembangkan Project Acoustic Kitty.

Tujuannya sederhana namun ambisius, yaitu memanfaatkan kucing domestik untuk menguping percakapan di Kedutaan Besar Soviet.

Para ilmuwan CIA bahkan melakukan pembedahan pada seekor kucing. Mereka menanam pemancar radio di perut kucing, mikrofon dipasang di telinganya, dan antena disembunyikan sepanjang ekornya.

Dengan cara ini, kucing tersebut pada dasarnya berubah menjadi alat penyadap bergerak.

Namun sejak awal, proyek ini menghadapi satu masalah besar: kucing bukanlah hewan yang mudah dikendalikan.

**Misi Pertama yang Berakhir Tragis**

Banyak cerita berbeda mengenai bagaimana proyek ini berakhir. Salah satu sumber berasal dari mantan agen CIA Victor Marchetti. Dalam wawancara dengan pembuat film dokumenter Adam Curtis, Marchetti menyatakan bahwa pada misi pertama, kucing tersebut bahkan tidak sempat mendekati targetnya.

Ia mengatakan bahwa kucing itu ditabrak mobil tak lama setelah dilepaskan di dekat Kedutaan Soviet. Jika cerita ini benar, maka proyek jutaan dolar itu berakhir hanya dalam beberapa menit.

**Versi Berbeda dari Pelatih Hewan**

Namun kisah berbeda datang dari Bob Bailey, pelatih hewan yang terlibat dalam program tersebut. Dalam wawancara dengan Smithsonian Magazine pada 2013, Bailey membantah bahwa proyek itu sepenuhnya gagal.

Menurutnya, CIA sebenarnya berhasil melatih kucing tersebut untuk fokus pada suara manusia. Ia mengatakan: “Kami tidak pernah menemukan hewan yang tidak bisa dilatih. Kami menemukan bahwa kucing bisa dikondisikan untuk mendengarkan suara manusia.”

Bailey juga menegaskan bahwa meskipun terdengar aneh, Acoustic Kitty adalah proyek yang serius, bukan sekadar eksperimen iseng.

**Dokumen CIA yang Sebagian Masih Disensor**

Sumber lain mengenai proyek ini berasal dari dokumen CIA berjudul “Views on Trained Cats”, yang kini tersedia di National Security Archive di George Washington University—meskipun banyak bagian masih disensor.

Dokumen tersebut menyatakan bahwa: “Ini memang mungkin… dan merupakan pencapaian ilmiah yang luar biasa.”

Namun pada akhirnya CIA mengakui keterbatasan program tersebut. Dalam dokumen itu juga disimpulkan: “Kucing memang dapat dilatih bergerak dalam jarak pendek, tetapi program ini tidak praktis untuk kebutuhan kami yang sangat khusus.”

Dengan kata lain, kucing terlalu sulit dikendalikan untuk misi intelijen nyata.

**Mengapa Kucing Sulit Dilatih?**

Pertanyaan ini mungkin langsung terlintas di pikiran banyak orang. Jika anjing bisa dilatih untuk berbagai tugas, mengapa kucing tidak?

Menurut Stephen Quandt, pakar perilaku kucing dari New York, jawabannya ada pada sejarah domestikasi. Ia menjelaskan: “Anjing telah dibesarkan untuk ingin menyenangkan manusia. Mengambil bola bukan hanya menyenangkan bagi mereka, tetapi juga karena kita memintanya.”

Sebaliknya, kucing tidak memiliki dorongan yang sama. “Kucing ingin melakukan apa yang mereka sukai, tanpa mempedulikan apakah manusia menginginkannya atau tidak.”

**Perbedaan Evolusi Anjing dan Kucing**

Perbedaan ini muncul dari sejarah evolusi mereka. Anjing sengaja dibiakkan manusia untuk berbagai pekerjaan: menggembala, berburu, atau membantu manusia.

Sedangkan kucing kemungkinan besar menjinakkan diri sendiri. Mereka datang ke pemukiman manusia karena tertarik pada tikus di lumbung. Selama mereka memburu hama, manusia membiarkan mereka tinggal. Tidak ada kebutuhan untuk melatih mereka melakukan hal lain.

**Metode Melatih Kucing yang Efektif**

Meski terkenal sulit dilatih, kucing sebenarnya bisa diajarkan melakukan berbagai perilaku. Banyak kucing film atau sirkus dilatih menggunakan metode yang disebut clicker training.

Metodenya sederhana:
– Kucing diminta melakukan perilaku yang diinginkan
– Pelatih menekan alat yang menghasilkan bunyi “klik”
– Kucing langsung diberi makanan
– Lama-kelamaan kucing memahami bahwa bunyi klik berarti hadiah akan datang

Quandt menjelaskan: “Klik menjadi tanda bahwa hadiah akan datang, dan akhirnya menjadi hadiah sementara itu sendiri.”

Dengan cara ini, kucing bisa belajar berbagai perilaku, seperti menggunakan tiang garukan, tidak menyerang orang, hingga melakukan trik untuk film. Bahkan kucing internet terkenal seperti Owlkitty, yang muncul dalam parodi film Hollywood di YouTube, dilatih dengan teknik seperti ini.

**Era Mata-Mata Kucing Telah Berakhir**

Untungnya, eksperimen seperti Acoustic Kitty kemungkinan tidak akan terulang lagi. Saat ini teknologi seperti drone mini, mikrofon ultra kecil, dan satelit jauh lebih efektif dibanding mencoba mengubah kucing menjadi agen rahasia.

Namun


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Catatan Perjalananku ke Yogyakarta 1825: Perang Jawa di Mata Pelukis A.A.J. Payen

Memorizing Like An Elephant For Professionals

Sejarah Rahasia Perang Dunia II