Satelit Starlink SpaceX Pecah di Orbit, Terjun Bebas ke Bumi

Sebuah satelit internet pita lebar Starlink milik SpaceX mengalami gangguan serius di orbit pada Rabu (18/12/2024). Insiden ini menyebabkan satelit pecah sebagian dan kini dalam kondisi terjun bebas menuju atmosfer Bumi.

Gangguan teknis tersebut memutus komunikasi dengan wahana antariksa yang semula mengorbit di ketinggian 418 kilometer. Pihak SpaceX mengonfirmasi bahwa kejadian ini juga melepaskan sejumlah objek kecil ke luar angkasa.

**Kerusakan Sistem Propulsi Satelit**

Deskripsi resmi dari perusahaan milik Elon Musk mengindikasikan adanya kerusakan pada sistem penggerak. Kejadian ini menyebabkan tangki propulsi mengalami kebocoran gas dan penurunan ketinggian orbit secara drastis sekitar 4 kilometer dalam waktu singkat.

SpaceX kini berkolaborasi dengan NASA dan Angkatan Luar Angkasa AS untuk memantau serpihan sampah luar angkasa yang baru terbentuk tersebut.

**Risiko Minimal bagi Manusia**

Meskipun satelit dalam kondisi tidak terkendali, perusahaan menegaskan bahwa risiko bagi manusia sangat minim.

“Satelit ini sebagian besar masih utuh, terguling, dan akan memasuki atmosfer Bumi serta hancur sepenuhnya dalam beberapa minggu. Lintasan satelit saat ini berada di bawah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), sehingga tidak menimbulkan risiko bagi laboratorium orbit tersebut maupun kru di dalamnya,” tulis perwakilan Starlink melalui media sosial.

**Tantangan Operator Konstelasi Terbesar**

Insiden ini menjadi perhatian khusus mengingat Starlink adalah operator konstelasi satelit terbesar di dunia. Saat ini, terdapat hampir 9.300 satelit aktif milik SpaceX di luar angkasa, yang berarti mereka mengoperasikan sekitar 65 persen dari seluruh wahana fungsional yang mengelilingi planet.

**Sistem Penghindaran Otomatis**

Untuk mengurangi risiko tabrakan, satelit Starlink dilengkapi sistem otonom untuk menghindar secara otomatis. Sepanjang enam bulan pertama tahun 2024, satelit-satelit ini telah melakukan sekitar 145.000 tindakan penghindaran.

**Kritik terhadap Koordinasi Internasional**

SpaceX juga menyoroti bahaya dari operator lain yang kurang berkoordinasi. Pekan lalu, sebuah satelit China dilaporkan nyaris bertabrakan dengan satelit Starlink dalam jarak hanya 200 meter tanpa peringatan sebelumnya.

**Investigasi dan Langkah Pencegahan**

Tim insinyur SpaceX saat ini sedang berupaya menemukan akar penyebab anomali ini. Mereka juga mulai meluncurkan pembaruan perangkat lunak ke seluruh armada satelit untuk meningkatkan perlindungan terhadap kejadian serupa di masa depan.

**Dampak terhadap Layanan Internet**

Meskipun terjadi kehilangan satu satelit, layanan internet Starlink tidak mengalami gangguan berarti karena redundansi dalam konstelasi satelit yang besar. Namun, insiden ini menunjukkan pentingnya pemeliharaan dan monitoring berkelanjutan.

**Masalah Sampah Luar Angkasa**

Kejadian ini menambah keprihatinan tentang semakin padatnya orbit Bumi dan risiko sampah luar angkasa. Para ahli menekankan perlunya standar internasional yang lebih ketat untuk operasi satelit.

**Transparansi Pelaporan Insiden**

SpaceX mendapat apresiasi karena transparansi dalam melaporkan insiden ini, berbeda dengan beberapa operator satelit lain yang cenderung merahasiakan masalah operasional mereka.

**Implikasi untuk Industri Satelit**

Insiden ini menjadi pembelajaran penting bagi industri satelit global tentang perlunya desain yang lebih robust dan sistem backup yang memadai untuk menangani anomali tak terduga.

**Monitoring Jangka Panjang**

Pihak berwenang akan terus memantau perkembangan satelit yang rusak hingga benar-benar terbakar habis di atmosfer, memastikan tidak ada risiko bagi infrastruktur atau populasi di permukaan Bumi.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran

Seri Klasik Semasa Kecil: Prim & Prim-3, Petualangan di Luar Angkasa