Selama ini Antartika dianggap sebagai benteng terakhir alam liar yang murni dan tak tersentuh polusi. Namun, kenyataan mengejutkan baru saja terungkap dari perut serangga midge Antartika (Belgica antarctica), satu-satunya serangga asli dan penghuni darat terbesar di benua es tersebut.
Riset terbaru mengonfirmasi fragmen mikroplastik telah menyusup ke dalam saluran pencernaan larva serangga mungil ini. Penemuan ini memicu keprihatinan besar, mengingat midge memegang peran vital dalam menjaga keberlangsungan ekosistem di wilayah paling ekstrem di Bumi.
**Makhluk Super Tahan di Ujung Dunia**
Belgica antarctica adalah makhluk yang menakjubkan. Meski ukurannya hanya sebutir beras dan tak bisa terbang, ia adalah “raja” daratan di Antartika. Serangga ini mampu bertahan hidup dalam kondisi yang akan membunuh makhluk lain: suhu dingin membekukan, kekeringan ekstrem, kadar garam tinggi, hingga radiasi UV yang menyengat.
“Mereka adalah apa yang kami sebut poly-extremophiles,” jelas Jack Devlin, peneliti entomologi dari University of Kentucky.
Sebagai satu-satunya serangga endemik, mereka bertugas mengurai vegetasi dan lumut menjadi nutrisi bagi tanah Antartika. Tanpa mereka, siklus kehidupan di sana akan terhenti. Namun, ketangguhan mereka kini diuji oleh ancaman baru yang belum pernah dihadapi sebelumnya: plastik.
**Bahaya Tersembunyi di Balik Ketahanan**
Dalam eksperimen laboratorium selama 10 hari, tim peneliti menguji bagaimana mikroplastik memengaruhi kesehatan larva midge. Hasil awal tampak melegakan: serangga ini tidak langsung mati meski terpapar konsentrasi plastik tinggi, dan metabolisme dasar mereka tetap stabil.
Namun, setelah diteliti lebih mendalam, ditemukan hal mengkhawatirkan yang mengancam kelangsungan hidup jangka panjang. Larva yang menelan banyak plastik memiliki cadangan lemak yang jauh lebih rendah. Padahal, lemak adalah kunci utama bagi mereka untuk bertahan melewati musim dingin Antartika yang brutal.
“Di permukaan, mereka tampak baik-baik saja, tetapi larva yang terpapar konsentrasi tinggi membayar harga tersembunyi: cadangan lemak yang lebih rendah,” ujar Devlin.
**Bukti dari Lapangan**
Untuk memastikan apakah hal ini sudah terjadi di alam, tim peneliti melakukan ekspedisi ke 13 pulau di Antartika pada 2023. Menggunakan teknologi pencitraan canggih di pusat penelitian internasional, mereka membedah isi perut larva yang diambil langsung dari lapangan.
“Kami mendeteksi untuk pertama kalinya fragmen mikroplastik di dalam saluran pencernaan larva midge liar,” konfirmasi Elisa Bergami, ekolog dari University of Modena and Reggio Emilia.
Meskipun temuan ini masih tergolong jarang—ditemukan pada kurang dari 7 persen sampel yang dikumpulkan—hal ini menjadi sinyal bahaya bahwa plastik telah mencapai tanah Antartika dan masuk ke rantai makanan.
“Temuan ini mengonfirmasi bahwa plastik telah mencapai tanah Antartika,” tegas Bergami.
Bagi Jack Devlin, penemuan ini adalah teguran keras bagi manusia. Antartika yang seharusnya menjadi tempat paling terpencil pun tak luput dari polusi.
“Anda pergi ke sana, bekerja dengan serangga kecil luar biasa yang hidup di tempat tanpa pohon dan nyaris tanpa tanaman, dan Anda tetap menemukan plastik di ususnya. Itu benar-benar menyadarkan kita betapa luasnya masalah ini,” pungkas Devlin.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: