Serat Umbi Porang, Kandidat Bahan Kosmetik Baru dengan Lima Manfaat Perlindungan Kulit

Selama ini umbi porang dikenal sebagai bahan pangan dan sumber glukomanan. Namun, riset terbaru dari IPB University mengungkap potensi lain yang lebih menarik: porang dapat dijadikan bahan dasar kosmetik alami dengan lima manfaat perlindungan kulit sekaligus.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Prayoga Suryadarma, peneliti dan dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB University. Menurut dia, salah satu kendala pemanfaatan porang adalah tingginya kandungan kalsium oksalat yang menyulitkan proses pengolahan dan berpotensi menyebabkan iritasi jika tidak dimurnikan dengan baik.

**Teknologi Inovatif Menurunkan Kadar Oksalat**

Untuk mengatasi masalah tersebut, Dr. Prayoga bersama timnya menggunakan teknologi kavitasi hidrodinamik. Metode ini mampu menurunkan kandungan oksalat secara signifikan tanpa memerlukan bahan kimia tambahan.

Hasilnya adalah glukomanan rendah oksalat yang lebih aman, ramah lingkungan, dan memiliki karakteristik baru untuk aplikasi kosmetik.

“Selain menurunkan kadar oksalatnya, kami juga menemukan bahwa proses ini menghasilkan glukomanan dari porang yang dapat dijadikan bahan dasar satu kosmetik dengan lima efek perlindungan kulit,” ungkap Dr. Prayoga.

**Lima Manfaat untuk Perawatan Kulit**

Glukomanan hasil pemurnian tersebut menunjukkan lima fungsi utama untuk perawatan kulit:

Pertama, skin barrier protection yang membantu memperkuat lapisan pelindung kulit. Kedua, hydrate protection yang menjaga kelembapan kulit dan mencegah dehidrasi. Ketiga, UV protection yang memberikan perlindungan tambahan terhadap paparan sinar matahari.

Keempat, antiaging protection yang membantu mengurangi tanda-tanda penuaan dini. Kelima, antioxidant protection yang melindungi kulit dari radikal bebas.

Dr. Prayoga menegaskan bahwa glukomanan hasil pemurnian dengan kavitasi hidrodinamik inilah yang menjadi kunci utama dari kelima efek perlindungan kulit tersebut.

**Keunggulan sebagai Bahan Kosmetik**

Kemampuan glukomanan sebagai gelling agent dan pelembap alami membuatnya ideal untuk berbagai produk kecantikan. Bahan ini juga tetap stabil ketika dikombinasikan dengan beragam bahan aktif natural lainnya tanpa memerlukan bahan kimia sintetis.

Dari sisi formulasi kosmetik, glukomanan porang dapat dikembangkan menjadi lotion, masker, serum, hingga tabir surya. Dengan karakteristik yang stabil dan bersumber dari bahan lokal, produk berbasis glukomanan dinilai lebih cocok untuk kulit tropis dan berpotensi menggantikan bahan impor yang selama ini mahal.

**Dukungan untuk Industri Kecantikan Lokal**

“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan lokal seperti porang bisa menjadi dasar pengembangan kosmetik dan klinik yang tidak kalah dengan produk impor,” jelas Dr. Prayoga.

“Semuanya berangkat dari riset lokal yang aman bagi kulit tropis,” tambahnya.

**Eksplorasi ke Bidang Medis**

Penelitian ini berlanjut ke tahap klinis. Tim sedang mengeksplorasi pemanfaatan glukomanan sebagai bahan dasar perbaikan jaringan kulit, termasuk untuk luka bakar, bekas operasi, dan perawatan pascaprosedur medis.

Selama ini, bahan berbasis glukomanan untuk kebutuhan medis masih harus diimpor dengan harga yang sangat tinggi. Jika penelitian ini berhasil, Indonesia dapat memiliki alternatif bahan penyembuhan kulit yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas tinggi.

**Potensi Kemandirian Industri**

“Jika pengembangan ini berhasil, bahan lokal hasil riset ini dapat menjadi alternatif pengganti bahan impor dengan kualitas setara bahkan lebih ramah bagi kulit,” harap Dr. Prayoga.

Inovasi ini menjadi langkah penting menuju kemandirian Indonesia dalam menghasilkan bahan baku kosmetik dan klinik.

**Prospek Pasar Internasional**

Dari umbi porang yang tumbuh di tanah Nusantara, kini lahir peluang besar bagi industri kecantikan dan kesehatan kulit yang lebih alami, aman, dan bernilai tinggi.

Dengan riset yang terus berkembang, bukan tidak mungkin glukomanan porang akan menjadi bahan unggulan kosmetik masa depan—tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar internasional.

**Dampak Ekonomi dan Lingkungan**

Pengembangan produk kosmetik berbasis porang juga memberikan dampak positif bagi petani lokal yang selama ini menanam umbi ini. Dengan meningkatnya permintaan untuk keperluan kosmetik, nilai tambah porang akan semakin tinggi.

Selain itu, penggunaan bahan lokal juga mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku kosmetik yang sering kali memiliki jejak karbon tinggi.

**Tantangan dan Peluang ke Depan**

Meskipun hasil penelitian menunjukkan potensi besar, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengkomersilkan teknologi ini. Diperlukan kerja sama dengan industri kosmetik untuk dapat memproduksi dalam skala besar.

Standardisasi kualitas dan sertifikasi keamanan produk juga menjadi hal penting yang harus diselesaikan sebelum produk dapat dipasarkan secara luas.

**Kontribusi terhadap Sains dan Teknologi**

Penelitian ini menunjukkan kemampuan ilmuwan Indonesia dalam mengembangkan teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.

Teknologi kavitasi hidrodinamik yang digunakan juga dapat diadaptasi untuk mengolah bahan alam lainnya, membuka peluang penelitian serupa dengan tanaman lokal Indonesia yang lain.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Centhini: Kekasih yang Tersembunyi

Ensiklopedia Saintis Junior: Teknologi