Kabar mengkhawatirkan datang dari dunia konservasi burung di Indonesia bagian timur. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Oryx mengungkapkan bahwa burung Punai Timor atau burung merpati hijau Timor (Treron psittaceus), spesies endemik yang hanya ditemukan di Pulau Timor dan pulau-pulau sekitarnya, kini berada di ambang kepunahan.
Kondisi populasi burung yang memiliki warna hijau zaitun khas ini telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan, menjadikannya salah satu spesies burung paling terancam di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT).
**Penyusutan Populasi yang Drastis**
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli ornitologi internasional menyoroti penurunan populasi Punai Timor yang sangat tajam dalam beberapa dekade terakhir. Meskipun secara historis burung ini tersebar luas di hutan-hutan dataran rendah, pengamatan terbaru di lapangan menunjukkan keberadaannya semakin sulit ditemukan.
Berdasarkan laporan penelitian tersebut, hilangnya habitat hutan dataran rendah menjadi faktor utama yang mendorong spesies ini menuju jurang kepunahan. Sebagian besar hutan yang menjadi rumah bagi Punai Timor telah dialihfungsikan menjadi lahan pertanian atau rusak akibat penebangan liar.
“Status Punai Timor (Treron psittaceus) di Indonesia timur dan Timor Leste mungkin sudah berada di ambang kepunahan,” tulis para peneliti dalam abstrak jurnal tersebut dikutip dari Cambridge University Press.
**Tekanan Ganda: Perburuan dan Kerusakan Habitat**
Selain masalah habitat, Punai Timor juga menghadapi tekanan besar dari aktivitas perburuan. Burung ini sering kali menjadi sasaran tembak atau ditangkap untuk diperdagangkan sebagai burung peliharaan. Ukurannya yang cukup besar dan sifatnya yang sering berkumpul di pohon buah menjadikannya target yang mudah bagi para pemburu.
Kondisi ini diperparah oleh kurangnya kawasan lindung yang efektif di Pulau Timor. Meskipun ada beberapa area hutan yang tersisa, status perlindungannya sering kali tidak memadai untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Para peneliti menekankan bahwa tanpa adanya intervensi segera berupa perlindungan habitat yang ketat dan penghentian perburuan, dunia mungkin akan kehilangan spesies unik ini selamanya.
**Urgensi Tindakan Konservasi**
Studi ini merekomendasikan adanya survei lapangan yang lebih luas untuk mengidentifikasi kantong-kantong populasi terakhir yang masih bertahan. Peneliti juga mendesak pemerintah Indonesia dan Timor Leste untuk memperkuat kerja sama lintas batas dalam melindungi habitat yang tersisa.
“Sangat penting untuk segera mengidentifikasi lokasi-lokasi penting bagi spesies ini dan menerapkan langkah-langkah perlindungan yang nyata untuk mencegah kepunahan total,” tegas laporan penelitian tersebut.
Keberhasilan pelestarian Punai Timor tidak hanya penting bagi keanekaragaman hayati Indonesia, tetapi juga sebagai indikator kesehatan ekosistem hutan dataran rendah di wilayah Nusa Tenggara.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: