Para paleontolog di China menemukan spesies dinosaurus baru dengan kondisi fosil yang sangat luar biasa. Fosil tersebut bukan hanya hampir lengkap dari kepala hingga ekor, tetapi juga menyimpan detail kulit yang sangat halus—termasuk struktur kulit yang belum pernah ditemukan pada dinosaurus non-unggas sebelumnya.
Spesies baru ini diberi nama Haolong dongi. Ia hidup sekitar 125 juta tahun lalu, pada periode Kapur Awal, di wilayah yang kini menjadi China bagian timur laut. Penemuan ini langsung menarik perhatian komunitas ilmiah internasional karena memberikan gambaran baru tentang evolusi kulit dinosaurus.
**Dinosaurus Herbivora dari Kelompok Iguanodontia**
Haolong dongi termasuk dalam kelompok iguanodontia, salah satu cabang penting dinosaurus pemakan tumbuhan dari kelompok ornithopoda. Secara evolusioner, iguanodontia menempati posisi transisi antara dinosaurus kecil yang berjalan dengan dua kaki dan dinosaurus paruh bebek (hadrosauridae) yang muncul belakangan dengan adaptasi sangat khusus.
“Iguanodontia merupakan dinosaurus herbivora yang mendominasi hampir semua ekosistem darat sepanjang periode Kapur,” ujar Dr. Pascal Godefroit dari Institute of Natural Sciences di Brussel, salah satu peneliti utama dalam studi ini. Menurutnya, kelompok ini mencapai puncak kejayaannya pada akhir periode Kapur, ketika dinosaurus paruh bebek menyebar ke hampir seluruh benua.
**Mengisi Celah Pengetahuan Kulit Dinosaurus**
Selama ini, para ilmuwan cukup banyak mengetahui struktur kulit dinosaurus paruh bebek berkat penemuan fosil “mumi” di Amerika Utara dan Mongolia. Kulit mereka diketahui memiliki susunan sisik yang rumit, berbentuk mozaik, dengan sisik-sisik besar di sepanjang punggung.
Namun, informasi tentang kulit iguanodontia yang lebih primitif masih sangat terbatas. Sebelumnya, hanya ditemukan fragmen kecil jejak sisik pada dinosaurus seperti Tenontosaurus, Iguanodon, dan Mantellisaurus, yang sekilas menyerupai pola kulit hadrosauridae.
Penemuan Haolong dongi kini mengisi celah besar dalam pemahaman tersebut.
**Spesimen Remaja dengan Pelestarian Kulit Sempurna**
Fosil Haolong dongi yang ditemukan berasal dari Formasi Yixian, salah satu lokasi fosil paling penting di dunia. Spesimen ini merupakan individu muda dengan panjang tubuh sekitar 2,45 meter.
Yang membuatnya istimewa bukan hanya kualitas tulangnya, tetapi juga pelestarian kulit luar (integumen) yang nyaris sempurna. Para peneliti menemukan:
– Sisik saling bertumpuk di bagian ekor
– Sisik berbintil (tuberkulat) di leher dan dada
– Pola sisik yang berbeda jelas dari iguanodontia lain yang pernah ditemukan
Namun, temuan paling mengejutkan adalah adanya duri-duri kulit yang tersebar di antara sisik-sisik tersebut.
**Duri Berongga dengan Arsitektur Kompleks**
Dengan bantuan teknologi pencitraan canggih dan analisis mikroskopis, para ilmuwan menemukan bahwa duri-duri ini memiliki struktur yang sangat kompleks. Duri tersebut berbentuk silinder dan berongga, memiliki lapisan luar yang sangat mengeras (berkeratin), menyimpan sel-sel kulit (keratinosit) yang bahkan masih memperlihatkan inti selnya, serta memiliki bagian tengah berupa pulpa dermal berpori.
Struktur ini membuat duri Haolong dongi berbeda baik dari proto-bulu yang ditemukan pada beberapa dinosaurus lain maupun dari duri bersisik pada kadal modern. Hal ini menunjukkan bahwa duri tersebut kemungkinan berevolusi secara independen, melalui jalur evolusi yang sama sekali berbeda.
**Fungsi Pertahanan dan Regulasi Tubuh**
Berdasarkan bentuk dan letaknya, para peneliti menduga duri-duri kulit ini terutama berfungsi sebagai alat pertahanan pasif untuk menghalau predator. Meski demikian, mereka juga membuka kemungkinan bahwa struktur tersebut berperan dalam pengaturan suhu tubuh atau bahkan fungsi sensorik.
“Penemuan ini memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya tentang mikroanatomi kulit dinosaurus non-unggas dan menunjukkan betapa kompleksnya evolusi kulit pada dinosaurus ornithischia,” simpul para peneliti.
**Revolusi Pemahaman Evolusi Integumen**
Penemuan Haolong dongi tidak hanya menambah daftar spesies dinosaurus, tetapi juga membuka bab baru dalam studi evolusi integumen atau kulit pada dinosaurus. Fosil ini menunjukkan bahwa variasi struktur kulit dinosaurus jauh lebih beragam dari yang selama ini dibayangkan.
Temuan penting ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature Ecology & Evolution, dan diperkirakan akan menjadi rujukan utama dalam penelitian dinosaurus di masa mendatang.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: