Studi Baru: Sesar Aceh di Darat Simpan Sejarah 3 Gempa Besar, Pakar UGM Minta Warga Waspada

Kajian paleoseismologi mutakhir membuka tabir sejarah gempa dahsyat yang mengguncang kawasan Sesar Aceh sekitar 600 tahun lampau. Hasil riset yang terbit di jurnal Tectonophysics ini mendesak para pakar untuk mempertinggi kesiagaan warga menghadapi ancaman seismik di masa depan.

**Jejak Tiga Episode Gempa Besar**

Dr. Gayatri Indah Marliyani, peneliti utama studi ini, berhasil mengidentifikasi tiga episode gempa dahsyat yang pernah terjadi di masa silam. Dua kejadian dapat dipastikan usianya dengan tingkat akurasi tinggi, sedangkan satu peristiwa lain masih menyimpan ketidakpastian rentang waktu yang panjang.

Riset ini menerapkan metodologi pemetaan sesar aktif berbasis data topografi terkini dan pendekatan paleoseismologi menggunakan teknik trenching. Metode ini mengharuskan tim melakukan ekskavasi untuk melacak jejak aktivitas sesar di dalam lapisan tanah dan batuan.

**Deteksi Jejak Aktivitas Seismik Purba**

“Kami berhasil mendeteksi jejak retakan dan indikasi pergerakan akibat aktivitas gempa di lokasi tersebut. Tantangan selanjutnya adalah menentukan kapan tepatnya peristiwa gempa tersebut berlangsung,” papar Gayatri yang juga berprofesi sebagai pengajar di Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (26/11/2025).

**Uji Radiokarbon Mengungkap Kronologi Gempa**

Tim peneliti melakukan analisis penanggalan terhadap lapisan-lapisan tanah yang mengalami dampak gempa dengan mengirimkan sampel radiokarbon ke laboratorium di Amerika Serikat. Hasil pengujian memperlihatkan keberadaan tiga peristiwa gempa besar, dengan dua di antaranya terjadi dalam kurun waktu sekitar 600 tahun yang lalu.

**Lingkup Kajian Komprehensif**

Riset yang diprakarsai sejak 2020 ini dipimpin Dr. Gayatri Indah Marliyani dengan sokongan BMKG dan ESDM Pemprov Aceh. Kajian ini melingkupi tiga segmen sesar utama, yakni Sesar Aceh, Sesar Seulimeum, dan Sesar Batee.

Publikasi ini secara khusus memfokuskan pada Sesar Aceh yang terbentang dari ujung tenggara Beutong sampai Banda Aceh.

**Indikasi Potensi Aktivitas Seismik Mendatang**

Gayatri menerangkan, penemuan ini memberikan evidence konkret bahwa gempa besar pernah menghantam Sesar Aceh di masa lampau, yang mengisyaratkan kemungkinan terulangnya aktivitas serupa di masa mendatang.

“Penduduk yang berdomisili di sepanjang jalur sesar ini mesti menyadari bahwa mereka tinggal di zona sesar aktif yang berpotensi memicu gempa dengan magnitudo cukup signifikan,” jelasnya.

**Kontras dengan Gempa Subduksi**

Potensi gempa daratan ini berbeda karakteristiknya dengan ancaman tsunami yang dipicu zona subduksi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan guncangan dan keretakan permukaan akibat gempa bumi di daratan.

**Urgensi Penataan Wilayah yang Adaptif**

Pemerintah diharapkan melakukan perencanaan tata ruang yang selaras dengan kondisi zona sesar aktif. Titik penelitian utama berlokasi di sekitar Kota Geumpang.

“Mengingat jalur Sesar Aceh terbentang hingga Banda Aceh, maka potensi gempa di sepanjang kawasan ini perlu diantisipasi dengan serius,” pungkas Gayatri.

**Teknik Penelitian Terintegrasi**

Pendekatan yang diterapkan dalam kajian ini memadukan teknologi pemetaan kontemporer dengan metode paleoseismologi konvensional. Kombinasi ini memungkinkan identifikasi yang lebih presisi terhadap jejak aktivitas seismik masa lampau.

**Sumbangsih bagi Strategi Mitigasi**

Hasil riset ini memberikan kontribusi vital bagi penyusunan strategi mitigasi bencana gempa bumi di Aceh. Data historis yang diperoleh dapat menjadi fondasi untuk pengembangan sistem peringatan dini dan perencanaan pembangunan yang lebih resilient.

**Himbauan untuk Komunitas**

Berdasarkan temuan ini, masyarakat yang bermukim di sepanjang Sesar Aceh dianjurkan untuk mempertajam pengetahuan tentang kesiapsiagaan gempa bumi dan memahami protokol evakuasi yang tepat.

**Relevansi Ilmiah Regional**

Penelitian ini memperkaya khazanah keilmuan seismologi Indonesia, khususnya dalam memahami karakteristik dan siklus aktivitas gempa di kawasan Sumatera bagian utara.

**Implikasi Jangka Panjang**

Temuan ini juga memberikan basis ilmiah untuk evaluasi kode bangunan tahan gempa dan pengembangan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap risiko seismik di wilayah Aceh.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Kajian Lintas Media: Kelisanan dan Keberaksaraan

Seri Sastra Dunia: Gempa Waktu

Buku Teks tentang Penilaian Skala Besar Pencapaian Pendidikan